myaharyono.com Giveaway!!!

20131106-104253.jpg

Whoooaaa ternyata hari ini myaharyono.com udah dua tahun! Duh uwuwuwu-able banget sih, udah bisa lari deh tuh kalo jadi bocah.

Nah dalam rangka dirhahayu blog tercinta gue ini, ada giveaway buat kamu-kamu pembaca setia blog ini. Asiiik kaan?

Caranya gampang deh. Tulis komen di postingan ini, tulisan gue yang mana yang jadi favorit kalian. Jangan lupa, tambahkan alasannya. Lima buku yang pernah gue terbitkan siap dibagikan.

Untuk komen teroke, ada voucher belanja menanti 😀

Gampang banget khaaaan, ditunggu seminggu dari sekarang okay 😉

Advertisements

Online Shop

“Eh, ada voucher sushi tei murah tuh di disdus. Beli yuk.” Ajak teman-teman kantor gue sekitar setahun yang lalu.

“Disdus? Apaan tuh?” tanya gue dengan bingung.

“Lo enggak tau disdus?”

Gue menggeleng.

“Deal keren?”

Gue menggeleng lagi.

“E-voucher?”

Lagi-lagi gue menggeleng.

“Ogah rugi?”

Hadeh. Itu sih tahu lah, siapa juga yang kepingin rugi. Teplok! Sebuah jitakan melayang ke kepala gue.

Rupanya saat itu gue ketinggalan info banget, kalau sudah menjamur jualan voucher makan dan barang via online shop. Istilah kerennya, virtual store. Disdus dkk itu salah satu yang mengusung jualan via internet dan memang laku. Selain praktis, mereka juga memberi harga promo yang lebih murah.

Karena saat itu gue tergoda untuk ikut membeli, akhirnya gue subscribe email untuk mendapat info promo setiap harinya. Alhasil, gue jadi ketagihan. Malah kadang jadi beli barang yang enggak penting-penting amat dan berujung cuma menuh-menuhin kamar doang.

Semakin maraknya online shop, ditandai dengan Facebook, Twitter, dan Istagram yang mulai beralih fungsi jadi tempat buka lapak. Awalnya Facebook, yang tiba-tiba saja gue dapet banyak notifikasi karena teman gue tag foto jualannya ke seluruh teman FB-nya. Setiap yang komen tentu saja jadi bikin rame dan bikin bb gue kelap-kelip saat itu.

Kemudian Twitter, yang promonya dilakukan dengan me-mention para buzzer untuk meretweet jualan mereka.

Yang paling ngenes sih Instagram, media yang seharusnya dijadikan ajang sharing photography dengan filter yang keren, sekarang malah penuh dengan akun-akun ig jualan.

“Cek ig kita, sis. Kami menjual bla bla bla..”

Ada jual jodoh? Gue beli deh 4 sekalian kalau bisa.

Akun IG yang berfollower banyak, seperti para seleb, sampai menyediakan jasa endorser untuk barang-barang online shop. Memang bisnis online shop ini sungguh menjanjikan.

Gue, sebagai cewek yang doyan belanja, jadi ikutan merubah list following IG gue dari akun-akun photography keren menjadi akun-akun jualan. Tapi emang murah kok, apalagi kalau yang dijual make up luar yang kalau di toko mahal banget. Pembenaran sih. Hehe.

Tapi kita harus jeli dan pintar ketika akan membeli barang online, karena resiko utama adalah kena tipu. Sudah transfer, eh barang enggak dikirim.

Gue sekali kena tipu, beli baju online dimana si penjual tidak menjawab semua email dan pesan gue. Yang begitu mesti di-blacklist. Sayangnya gue lupa nama OS-nya.

Itu kenapa gue rada percaya kalau beli lewat akun instagram, biasanya trusted seller. Bisa kelihatan dari komen-komen di fotonya. Atau cek followernya, kebanyakan aktif atau enggak. Bisa juga lihat foto testimonial dari customer yang mereka upload.

Dari IG, gue mulai melebarkan sayap ke Ebay dan Amazon. Awalnya karena gue kebelet pingin banget O’Clock edisi safari (ketebak lah ya motifnya jerapah) yang cuma ada di Italia. Dari hasil googling yang membawa gue ke ebay, lalu gue memberanikan diri daftar jadi member dan membuat akun di paypal.

Gue harus cermat memilih trusted seller yang terlihat dari tanda bintang yang bakal selalu membuntuti setiap seller. Gue juga enggak boleh terjebak shipping cost yang bisa mahal gila sampai Indo. Belum lagi ada resiko ditahan bea cukai. Langkah yang gue lakukan adalah mengontak seller dan nego shipping cost. Jangan lupa meminta mereka untuk menulis di paketnya sebagai ‘gift’, supaya aman saat di bea cukai nanti.

Ada sensasi yang beda ketika gue belanja online, gue bisa cukup dengan mengetik apa yang gue mau. And then I hit the search button. Surga seperti muncul di depan mata. Hal yang begini ini yang enggak bisa dilakukan kalau belanja langsung ke toko. Cape booo..harus hunting dari satu toko ke toko lain, ditambah jawaban pelayan yang kadang enggak banyak membantu.

Di web, gue juga bisa me-refine pilihan yang gue mau, seperti hanya munculkan barang dengan harga sekian dan free shipping only. Bagaimana dengan pembayarannya? Aman kah? Using paypal is highly recommended.

Mau tau rasanya saat gue berhasil deal dengan barang yang gue mau dengan harga murah plus free shipping? Kayak lihat pacar setelah seminggu enggak ketemu. Aeh.

Rasa excited tidak berhenti sampai di situ. Setiap harinya, gue memeriksa mail box gue a.k.a meja kantor karena gue lebih suka setiap urusan pos ditujukan pada alamat kantor. Dan ketika akhirnya gue melihat dari kejauhan, receptionist kantor gue membawa sebuah paket dan berjalan ke arah gue, senyum sumringah seketika merekah di bibir gue. Betapa bahagianya ketika paket bersampul coklat itu mendarat di genggaman gue.

Perlahan gue buka sampulnya, bersiap untuk melihat kejutan di dalamnya. Ya, barangnya sesuai dengan yang gue harapkan. Ah, senangnya.

Mungkin begitu rasanya, ketika akhirnya jodoh yang gue tunggu datang juga. Tanpa bosan gue berdoa untuk minta didekatkan dengan seseorang yang akan melengkapi hidup gue nantinya. Sama seperti yang gue lakukan ketika hendak memesan di online shop, gue terus mencari barang yang sesuai dengan yang gue mau dan gue butuh.

Lalu gue dengan sabar menunggu hari itu tiba dimana jodoh akan segera menghampiri. Seperti paket yang gue tunggu, mungkin kemasannya mengecewakan, tidak rapih, atau sedikit rusak karena tertumpuk di gudang penyimpanan kurir. Atau bisa saja barangnya tergores, menandakan tak ada yang sempurna di dunia ini. Jodoh gue nanti mungkin datang dengan hati yang pernah terluka, dan adalah tugas gue untuk mengobatinya.

Paket bisa saja terkirim salah alamat, sehingga waktu datang ke gue lebih lama dari yang gue harapkan. Itu kenapa jodoh gue belum sampai, mungkin dia saat ini masih bersama orang lain. Well, who knows?

Satu hal yang perlu dimiliki adalah keyakinan. Jika kita memang sudah memesannya dengan benar, paket tersebut pasti akan datang dan enggak akan tertukar. Layaknya jodoh, hanya masalah waktu saja. Begitu bukan? 🙂

Turkey Itinerary: Threat & Trick

Turkey….I’m comiiiing 😀

Finally, tiket perjalanan dan penginapan untuk gue ke Turki selesai juga. Fiuuuh. Mungkin ini pertama kalinya gue benar-benar merencanakan liburan dengan proses yang panjang dan bikin deg-degan, karena banyak threat yang harus dengan cermat disiasati supaya liburannya lancar.

Insya Allah, 8 November 2013 besok gue berangkat ke Turki dengan Turkish Airlines. Letak Turki yang sebagian sudah menyentuh daratan Eropa, membuat harga yang harus dibayar mahal banget yaitu USD1,200. Ke Belanda saja ekonomi promo bisa dapat USD900, berarti wisata ke Turki ini bisa dibilang tur muahallll.

Some great travelling starts with a good plan. Maka mulai lah gue mempersiapkan itinerary detail yang kira-kira akan begini nih jadinya. Tripadvisor masih jadi andalan gue setiap merencanakan liburan

Jumat 8 Nov 2013

Jam 20.30 pesawat take off dari Soetta dan akan tiba di Istanbul jam 06.40 keesokan harinya. Di Jakarta saat itu sudah sekitar jam 11 siang. Kebayang enggak tuh gimana jetlagnya harus duduk 15 jam di pesawat tanpa transit???? Mesti bawa bantal leher dong. Akhirnya kepake juga bantal leher jerapah gue :p

Btw, menurut para pendahulu yang pernah ke Turki,  tidak perlu menukar mata uang Turkey di Indonesia. Jadi, kalau menggunakan mesin ATM di sana nilai kursnya malah lebih menguntungkan. Berarti yang harus disiapkan adalah saldo tabungan yang cukup supaya di Istanbul nanti bisa narik ATM. Malahan, pecahannya tersedia dari yang besar sampai kecil. Pesan di Jakarta mah susah bisa dapat pecahan.

Sabtu 9 Nov 2013

Untuk menghindari antrian visa on arrival, gue sudah apply e-visa. Duh andainya semua negara bisa begini ya. Cukup menggunakan credit card payment sebesar USD25, gue sudah mendapatkan selembar ijin masuk Turki selama satu bulan.

photo (40)

Dari Ataturk Airport nanti gue akan langsung meluncur ke hotel tempat menginap, Moevinpick Hotel Istanbul dengan taksi. Bawaan banyak, broh. Karena berdua dengan teman gue, sharing TRL60 (Turkey Lira) atau sekitar IDR300,000 sih oke lah ya. Karena baru bisa checkin jam 12 siang, gue akan titip koper di concierge lalu cabcuz ke daerah Sultanahmet.

Sultanahmet adalah pusat wisata di Istanbul. Hagia Sophia, Blue Mosque, Topkapi Palace, dan beberapa museum lainnya bisa dijabanin sekaligus. Lagi-lagi, untuk menghindari antrian panjang tiket yang cuma ngabisin waktu gue sudah beli e-ticket di www.muze.gov.tr. Harga yang harus dibayar untuk masuk ke gedung yang pernah berubah fungsi dari gereja kemudian masjid itu adalah TRL25. Untuk masuk ke Topkapi Palace dikenakan biaya TRL15, dan Blue Mosque sih gretong.

Di sore hari akan gue sempatkan ke Bospherus Strait, selat yang memisahkan benua Eropa dan Asia. This where east meets west things are kinda romantic for me. Kayaknya kalau lempar koin yang ditulis inisial nama kita dan dia yang tercinta, asik juga tuh. Jadi cinta kami akan berada di dasar perbatasan dua benua. Yey! (Jangan ditiru, ini hanya takhayul karangan gue sendiri)

Minggu 10 Nov 2013

We’ll take the Ephesus Trip. Konon di Ephesus yang ada di daerah Selcuk, sekitar 10 jam jalan darat dari Istanbul, kita bisa lihat sisa bangunan bangsa Romawi. Kalau pernah nonton film Gladiator, nah theater tempat bertanding itu nanti yang akan gue kunjungi. Enggak ketinggalan, ada House of Virgin Mary di situ yang wajib didatangi. Oh iya, di sana nanti gue harus memburu Hamsa, yang dipercaya umat Kristiani sebagai simbol tangan Bunda Maria. Kalau di Islam, Hamsa adalah tangan anak Rasulullah—Fatima, yang dipercaya sebagai penolak bala. Hamsa ini ada di serial Charmed yang pernah jadi favorit gue jaman kuliah dulu. Di Selcuk juga banyak landmark yang disebutkan dalam Alquran, salah satunya gua dimana beberapa pemuda pernah tertidur selama 300 tahun.

Gue dan teman gue memutuskan untuk menggunakan jasa travel untuk menghabiskan waktu seharian di Selcuk, karena setelah browsing sana-sini, agak sulit kalau ‘ngeteng’ sendiri. Akan lebih mahal jika harus menyewa jeep, satu-satunya yang bisa digunakan untuk menjelajahi Ephesus dan sekitarnya.

Kami menggunakan jasa Ephesus Tours (ww.ephesustours.biz) yang per orangnya kena USD249. Gilee mahal yah, tampaknya saya harus makan popmie selama 3 hari berturut-turut di sana. Hiks. Sebenarnya mahal karena kami memilih ke Ephesus menggunakan pesawat sih, si travel agency yang mengatur penerbangan kami dari Istanbul ke Izmir (airport terdekat dari Ephesus).

Hopefully the trips worth the bucks deh.

Senin – Jumat 11-15 Nov 2013

Seminggu ini gue ada keperluan dinas jadi positif enggak akan kemana-mana juga, mengingat selama winter tempat wisata tutup jam 5 sore. Cari oleh-oleh ke Grand Bazaar bisa lah. Di situ adalah salah satu pasar tertutup terbesar di dunia. Oh jangan lewatkan Hammam, atau Turkey Baths yang eksotis itu. Kita bisa memilih pria Turkey untuk membasahkan, eh, memandikan kita. Glek.

Selalu cek ramalan cuaca, supaya enggak salah outfit. Coat tebal dan boots tahun lalu gue kepakai lagi deh.

Jumat 15 Nov 2013.

We’re Going To Cappadocia!!!

Bisa dibilang Cappadocia adalah puncak tripnya Turkey, everybody wants to be there, everybody wants to ride a hot balloon across the fairy chimneys.  Termasuk gue, yang pernah terbengong-bengong lihat On The Spot yang menayangkan 7 negeri dongeng di dunia nyata. Dan harapan untuk bisa ke sana, di depan mata!

Cappadocia yang bentuknya seperti berada di zaman batu itu, berada di propinsi Goreme, Turki. Sekitar 10 jam jalan darat atau lebih enaknya menggunakan pesawat malam yang memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit.

Kamu pikir rumah batu ini seperti jamur? Kok aku pikir seperti... *brb kawin*
Kamu pikir rumah batu ini seperti jamur? Kok aku pikir seperti… *brb kawin*

Gambar diambil dari sini

Kenapa harus malam sampai sana, jam 4 subuh sudah harus berangkat naik balon udara. Lalu bersama-sama akan menyaksikan sunrise dari ketinggian 6,000 kaki. Subhanallah.

Source: hecktictravels.com
Source: hecktictravels.com

Penerbangan yang paling pas sampai sana jam 21.30 adalah Pegasus yang harga tiketnya USD42, take off dari Sabiha Gokcen Airport yang letaknya sudah di Asia.

photo (39)

Kalau Ataturk ada di Eropa. Ini nih stres-nya, gue enggak bisa book tiket pesawat dari Istanbul ke Kayseri, airport yang dekat dari Goreme. Mereka hanya mau credit card lokal, sodara-sodara. Berkali-kali coba dengan berbagai kartu redit hasilnya gagal. Dan alhamdulillah, akhirnya berhasil setelah mencoba booking dari tab. Ternyata booking pegasus masih bisa lewat mobile/tab, kalau we dipastikan gagal. Untuk pesawat lainnya di Turki, Atlasjet, baik web/mobile/tab sama sekali tidak bisa menggunakan foreign credit card.

So, gue sudah berhasil beli tiket berangkat ke Cappadocia, tapi pulangnya belum tahu gimana. Hiiiks. Gue harus kembali ke Ataturk karena pesawat take off ke Indo tanggal 18 Nov jam 00.40, dan dari Cappadocia gue masih harus ke Pamukkale. Pusing gue, aslik.

Gue browing sana-sini, jadi harus menggunakan jasa pihak ketiga untuk reservasi dengan harga tiket yang lebih mahal sampai 50%! Ajigile. Allah pasti kasihan sama gue, akhirnya berhasil juga menemukan website wegolo.com (sejenis edreams.com/cheapoair.ca/skyscanner.com juga) tapi harga tiket yang dia tawarkan enggak terlalu mahal. Kalau harga di Atlas jet TRL89 atau sekitar IDR500,000 dan lewat Wegolo kena GBP43 atau sekitar IDR650,000. Beda cepego cincay lah ya.

Untuk menginap di Cappadocia, gue sudah book Nomad Cave Hostel yang direkomen sama Naya Moeda lewat tulisannya di sini. Kalau mau dapat harga lebih murah mending lewat hostelbookers.com deh ketimbang hostelworld.com. Boo beda 1 dolar aja lumiii (lumayan. red) bangeeeet. Gue dan teman gue mengambil dorm yang berisi 6 tempat tidur wanita semua. Per orangnya kena EUR8. Tadinya mau ambil yang sekamar bersepuluh dan campur cowok cewek, sambil cari jodohlah hehe. Tapi gue malas bayangin rebutan kamar mandinya….dan mengingat turis asing yang jorok dalam urusan kamar mandi.

Hostel menyediakan fasilitas shuttle bus jemput dari Kayseri dan dikenakan biaya TRL25. Sebelumnya tentu kita harus arrange dulu sama pihak hostel. Untuk Cappadocia dan hot balloon tour juga akan membeli via hostel. Karena sudah masuk peak season, sebaiknya melakukan reservasi in advance cukup dengan email. Mereka bilang, pembayaran dilakukan cash di tempat. Menurut pihak hostel, mereka kasih harga hot balloon air EUR120, didiskon EUR40 dari harga normal. Sampai Indo gue puasa nih kayaknya, habis uang gue di Turki huhuhu.

Sabtu 16 Nov 2013

One full day trip of Cappadocia. Tunggu foto-foto gue yang bakalan sirik-able ya 😀

Trip dijadwalkan selesai jam 5 sore. Jadwal gue berikutnya adalah mengambil overnight bus menuju Denizili yang menghabiskan waktu 10 jam. Tiket bus bisa langsung dibeli di stasiun bus Goreme yang hanya 5 menit berjalan kaki dari hostel.

Minggu 17 Nov 2013

Jam 7 pagi sampai Denizili, lalu gue harus menggunakan minibus yang ada 2 kali tiap jam. Minibus ini akan membawa gue ke Pamukkale yang memakan waktu sekitar 20 menit. Ada apa sih di Pamukkale??

Ada Traventine!! Aduh kalau lihat gambarnya sih cantik banget. Julukannya istana kapas, karena betuknya yang putih kayak berlapis salju. Sebenarnya traventine adalah endapan mineral karbonat dari aliran air. Selain bukit es, traventine ini juga punya kolam-kolam yang bertingkat, mirip terasering.

Source: http://www.woman.com.au/go-see-pamukkale-turkey/pamukkale-3/#
Source: http://www.woman.com.au/go-see-pamukkale-turkey/pamukkale-3/#

Can’t wait! Di sana ada kolam Cleopatra juga, bisa berendam-berendam unyu gitu deh.

Waktu gue enggak banyak di Pamukkale, karena jam 2 siang sudah harus mengejar kereta dari stasiun Denizili yang letaknya hadap-hadapan dengan stasiun bus. Empat jam harus gue tempuh menuju Izmir. Kok Izmir? Balik ke Ephesus dong? Karena untuk bisa kembali ke Ataturk tepat waktu, gue harus menggunakan pesawat dari airport Izmir. Dari Denizili airport enggak ada jam yang oke ke Ataturk.

Asiknya, kereta akan berhenti di stasiun airport Izmir, so cuzzz gue bisa langsung terbang ke Ataturk supaya bisa ngejar pesawat balik Indo jam 00.40. I’ll be on a very tight schedule.

Terusss, selama gue backpackeran di Cappadocia dan Pamukkale koper-koper segede gaban gue dimana? Tentu saja gue sudah mencari info tentang jasa penyimpanan koper di bandara. Tanggal 15 sebelum gue ke Gokcen, sebelumnya akan ke Ataturk terlebih dahulu untuk menitipkan koper dengan biaya sewa harian TRL25 (http://www.ataturkairport.com/en-EN/airportguide/Pages/BaggageCustodyServices.aspx)

Kira-kira begitu hasil browsing gue selama seminggu tentang persiapan ke Turki. Semoga membantu siapa saja yang sedang merancanakan liburan ke mana saja.

Have a safe trip 🙂

A Note To The Groom

Dear Dendi,

In the next couple of days, lo akan jadi suami dari sahabat gue, Dian. Gila!!! Sumpah, mana pernah kepikiran sih kalau kalian akhirnya berjodoh?!!

Seperti tulisan lo beberapa waktu lalu, Plot Continues, tentang plot cerita hidup lo sampai akhirnya ketemu soulmate. Wellthere’s always two side of every stories, dan note ini gue buat untuk lo sang mempelai pria, dari gue sebagai maid of honor di acara akad nanti.

Eniwei, sedikit membedakan antara bridesmaid dengan maid of honor. Kalau bridesmaid bertugas sebagai pengiring pengantin saat resepsi, tapi kalau maid of honor di Indonesia biasanya mengantar pengantin dari ruang persembunyian menuju tempat akad. Malahan, kalau pengantinnya kebelet pipis, maid of honor harus siap menemani ke toilet dan membantu megangin kain yang melilit kakinya. Gimana kalau boker dong? Ah, biarlah itu nanti menjadi tugas si Gelaph, karena dia juga didaulat jadi maid of honor. Ahey.

Kembali ke tahun 2008, pertama kalinya gue ketemu Dian yang rambutnya masih kribo banget di halte BEJ. Kalau enggak salah saat itu adalah hari pertama dia kerja dan langsung mau diboyong ke kantor klien di Cikarang. Gue dan teman gue berasumsi kalau si Dian itu enggak disiplin. Kita lumayan menunggu dia lama di halte dan doi enggak muncul juga. Dengan kesal dan suara emosi ditingkatkan satu oktaf, teman gue memutuskan menelpon junior barunya itu.

“Dian, ya? Kamu dimana? Kok belum datang juga?”

“Sudah kok, aku di halte BEJ dari tadi.” jawab si Dian dengan suara gemetar, dia pasti ketakutan.

“Dimananya?”

Kok gue bisa dengar suara si Dian ini dengan jelas ya? Kan percakapan mereka via telpon. Ehhhh, ternyata si Diannya ada persis, pantat-pantatan, sama gue. *tepok jidat*

Sejak itu, kita sering bekerja dalam satu tim dan jadi teman di luar kantor. Ketika sudah sama-sama resign adari kantor kami dulu yang berada di BEJ, kita masih sering main bareng. Apalagi setelah Dian memutuskan pindah ke kamar yang kosong di kos gue.

Dear Dendi,

Selain menjadi penghubung tali kasih (tai banget bahasanya) di antara kalian, harap diketahui juga kalau gue adalah salah yang bertanggung jawab atas jadiannya Dian dengan mantan sebelum lo. Gue bisa tau banget siapa yang Dian taksir, meski anaknya enggak bilang.

Sama kayak dulu dia lagi kesengsem sama mantannya itu, meski dia enggak ngaku tapi gue punya feeling kalau sedikit-sedikit Dian pasti suka sama lo. Itu kenapa–mungkin lo lupa–waktu lo anterin buku-buku Trave(love)ing untuk dikirim ke endorser ke kos gue, pertama kalinya gue bilang sama lo, “Den, enggak mau coba sama Dian? Dia jomblo lho.”

Lo, Den, kaget waktu itu. Mungkin ucapan gue enggak pernah lo duga sebelumnya, terlihat dari kuping lo yang gerak-gerak maju mundur, bola mata yang muter-muter, hidung yang kembang kempis, dan mulut yang nganga. Sumpah Den, jelek banget deh.

Melalui note ini, gue sekaligus mau pengakuan dosa. Sebenarnya, gue dan Gelaph sudah mengatur awal kedekatan kalian. Buku-buku Trave(love)ing sengaja di-drop di kos Dian (saat itu gue dan Dian sudah pisah kos), jadi lo bisa ketemu Dian untuk ambil buku dan tentu saja jadi punya kesempatan untuk berduaan.

Setelah itu, berbagai skenario mulai dicetuskan. Pergi ke PRJ dan nonton bareng, adalah bagian dari alur yang gue dan Gelaph buat. Emang gue berbakat dalam hal ngejodohin Dian, dulu sama mantannya dan sama lo pun berhasil, Den. Sebenarnya sih, karena Dian itu nurut banget sama gue. Enggak cuma dalam hal kerjaan, tapi urusan percintaan juga 😀

Dear Dendi, sebelum nanti secara resmi gue bersama Gelaph mengantar Dian ke lo, ada beberapa hal yang gue harap lo perhatikan.

1.       Pastikan dalam rumah tangga kalian nanti selalu tersedia makanan. Dari jaman dulu sampe sekarang, hobinya ya cuma makan.

2.       Belajar masak dan beberes rumah ya. Selain doyan makan dan menghabiskan makanan lo, doi juga pemalas. Pantes gendut!

3.       Rajin olahraga, biar badan lo fit karena ditindih semalaman sama dia. Demen banget deh doi mepet-mepet kalau bobok -___-“

4.        Jangan macem-macem, Dian itu stalker abis. Kalau udah stalking apapun enggak pernah nanggung.

5.       Enggak perlu pusing masalah uang, Dian beda sama cewek pada umumnya yang enggak nuntut harus punya barang-barang branded atau mahal. Gue sama Gelaph juga sih, kita bertiga tuh enggak neko-neko kok.

(Lah, jadi  curcol!)

6.       Berkaca pada orang tuanya Dian, kalian tua nanti ya bakal begitu. Yang sabar ya, Den 😉

7.       Jatuh cintalah padanya berkali-kali, setiap hari. As if you just met her for the first time.

 

Last but not least, jaga sahabat gue baik-baik ya. Jangan pernah lukai hatinya, meski gue tau lo enggak akan pernah melakukannya. Jadilah suami yang bertanggung jawab dan bisa menjunjung tinggi martabat Dian dan keluarga kecil kalian kelak.

Lo, Den, sahabat terbaik gue sejak kita masih sama-sama berseragam putih-abu. Gue sudah sejak lama mengikuti setiap babak hidup lo, pasang surut kisah cinta lo, dan sekarang gue sangat bahagia karena akhirnya hati lo berada pada wanita yang tepat.

Selamat menuliskan plot berikutnya di bab kehidupan yang baru, Dendi dan Dian.

ddwedd

Sebut Saja Surat Cinta

Dear Sam,

Hai Sam…apa kabar? Semoga baik-baik saja ya kamu di sana. Aku di sini sehat, itu juga kalau kamu mau tahu sih.

Eh, pasti kamu bingung deh kenapa aku tiba-tiba kirim email. Sama!! Sebenarnya aku juga bingung mau nulis apa 😐

Tapi kan kamu sendiri yang kasih alamat email, kamu tulis di atas tisu karena enggak ada selembar kertaspun di sekitar kita. Artinya, aku boleh dong ya menghubungi kamu lagi 😀

Sebelumnya, aku mau bilang terima kasih atas jamuan yang kamu berikan seminggu yang lalu di Bali. Kamu baik banget mau menemani jalan-jalan. It was fun!

Ingat enggak, di malam terakhir aku di Bali dan kita dinner di Jimbaran? Kita ngobrol ngalor-ngidul sampai jam 11 malam dan di tengah obrolan kamu menanyakan, “Kamu punya pacar?”

Saat itu aku cuma tersenyum sambil menggelengkan kepala. Eh, kamu malah bilang begini, “Tapi ada yang sedang ditaksir kan?”

Lagi-lagi aku menggeleng.

Padahal saat itu aku berbohong dan rasanya enggak enak banget, makanya aku putusin untuk ceritain yang sejujurnya sama kamu. Kamu mau kan ya dengerin curhatan aku? Aku anggap mau ya… :p

Sebenarnya, setahun belakangan ini pikiran dan hatiku sudah diisi oleh seorang pria.

Aku pertama kali bertemu dengannya di lift kantor. Pria itu pegawai baru di kantorku. Sehari sebelum ia bergabung, kabar kerupawanan wajahnya sudah tersebar di antara kaum perawan kantorku. Semua wanita, tak terkecuali aku enggak sabar ingin berkenalan dengannya. Dan beruntungnya aku, ketika di pagi hari terlambat masuk kantor malah bisa terjebak dalam lift yang sama dengannya. Berdua saja. Cieee. (Loh kok, ciee?)

Akupun langsung memanfaatkan kesempatan emas untuk bisa berkenalan dengan si tampan itu. Saking kelunya bibirku, saat itu aku yang bingung mau bilang apa malah hanya bisa bilang, “Eh kamu ke lantai 6 juga? Kok enggak pernah lihat? Ah iya, kamu kan anak baru di marketing ya?”

Dia hanya membalas dengan senyuman yang memamerkan barisan giginya yang rapih. Tapi itu cukup membuat dadaku berdebar dua kali lebih cepat, perut seperti tertohok, dan lutut kakiku terasa lemas. Ternyata, cinta pada pandangan pertama itu ada J

Aku yang grogi, begitu pintu lift terbuka segera melangkah keluar. Padahal itu masih lantai 5! Sadar-sadar, pintunya sudah menutup dan dia diam saja. Sebel banget, kan malu karena salah lantai. Lagipula kan tadi aku sudah bilang kalau sama-sama keluar di lantai 6. Mestinya kan dia mengingatkan aku 😦

Sejak saat itu, setiap bertemu di kantor atau di kantin dia selalu tersenyum padaku. Mau tahu rasanya? Senang pake banget! Aku berharap ada kesempatan bisa mengobrol dengannya, tapi mana ada sih anak Audit yang pernah main ke ruangan Marketing? Udah kayak anjing dan kucing begitu, enggak pernah akur. Akhirnya aku terima hanya bisa mengamatinya dari kejauhan dan menyimpan sendiri rasa ini, sambil menunggu waktu yang tepat untuk bisa lebih mengenalnya.

Setelah hampir setahun menunggu, akhirnya aku berhasil mendekati anak marketing juga. Melalui dia, aku minta dipertemukan. Untungnya ia mau membantu dan berjanji akan mengajak aku dan si tampan untuk makan bersama sepulang jam kantor.

Tapi apa yang terjadi, aku harus menelan rasa kecewa. Si tampan mendadak tak bisa karena ada acara mendadak. Aku terpaksa harus menunggu kesempatan lainnya yang tak pernah datang, karena si tampan itu tak lama kemudian dipindahkan ke kantor cabang kami ke Bali.

Dan malam terakhir ia di Jakarta aku menangis. Iya, menangisi kepengecutanku yang hanya bisa menjadi pengagum rahasia dan harus menerima kemungkinan kami tak akan pernah bertemu lagi.

Hari berganti hari, sampai sebulan setelah kepergiannya aku mendapat tugas dinas untuk mengaudit kantor cabang Bali. Mendengar kabar itu, serta merta membuatku berteriak saking senangnya. Berarti masih ada kesempatan untuk aku bertemu dengannya lagi. Dan aku sudah bertekad di Bali nanti tak akan ragu untuk mencarinya.

Ternyata ia mengenaliku. Untuk pertama kalinya kami bisa saling mengobrol. Karena tak mengenal siapapun di kantor cabang Bali itu, aku memintanya untuk menemaniku makan siang. Guess what? Dia malah menawariku untuk menemani berjalan-jalan di Bali. I’m a very happy girl!

Karena kesibukannya, dari total 3 hari aku di Bali, si tampan itu hanya bisa menemani di malam terakhir saja. Tapi itu cukup bagiku. Dengan sebuah motor, ia membawaku menelusuri pantai mulai Kuta dan berakhir di Jimbaran.

Kamu tahu Sam, tak pernah aku merasa sebahagia malam itu. Aku sadar, untuk kedua kalinya telah jatuh hati pada orang yang sama. Tapi lagi-lagi aku tak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaanku. Ragaku kembali ke Jakarta, hatiku tertinggal di Bali.

Aku tetap ingin menyimpan rasa ini, sampai hilang dengan sendirinya. Setidaknya, itulah yang kuharapkan. Tapi aku malah tak bisa berhenti memikirkan dan merindukannya. Sampai pada satu titik aku merasa hatiku lelah terus-terusan memendam rasa.

Kuputuskan untuk menyatakan perasaanku padanya. Itu satu-satunya cara untuk mengurangi beban hatiku. Aku tak perlu takut lagi akan apapun jawabannya. Jika memang tidak, malah hatiku tak penasaran lagi dan bisa segera move on. Ya kan?

So, here I am, Sammy. Telling you that I love you, sejak pertama kali kamu tersenyum di dalam lift. Dan semakin bertambah sejak di Jimbaran malam itu, saat menatap mata bulatmu yang dengan antusias menceritakan tentang dirimu. I’ve been waiting for that moment for a year, and I thank God for giving me a chance to getting closer to you.

And now, I seek another chance to be with you.

Love,

Sally.

Sally membaca surat elektroniknya berkali-kali, sebelum akhirnya yakin untuk mengirimkannya kepada Sammy, pria yang ia cintai selama ini. Ia berdoa dalam hati dan memasrahkan apapun jawaban yang akan diterimanya.

Dengan gemetar, ditekannya tombol enter. Lalu email itu pun terkirim.

Tidak sampai dua detik, sebuah email baru mengisi inbox-nya. Sebuah email yang judulnya membuat Sally merasa kesal, sekesal-kesalnya.

Mail Delivery Subsystem
Delivery Status Notification (Failure)

Dilihatnya lagi lembaran tissue yang bertuliskan alamat email pria itu. Sally tak salah, seluruh hurufnya sudah tepat dan tak ada yang terlewatkan. Berarti, si Sammy lah yang salah menuliskannya.

Sial!

Sally menjedotkan kepala ke atas keyboard laptopnya. Bahkan untuk mengungkapkan cinta saja, sepertinya ia tak memiliki kesempatan itu.

—The End—

SUPERBASS

Apa perbedaan suara hati, kata orang jaman dulu sama kata Nicki Minaj?

Kalau kata orang jaman dulu: DAG. DIG. DUG.

Kalau kata Nicki Minaj: Boom. Badoom. Boom. Boom. Badoom. Boom. Boom. Bass.

Hahaha. Iya, itu lagu Nicki Minaj yang judulnya Superbass. Liriknya unik dan musiknya juga lucu. Gue suka.

Boy, you got my heartbeat runnin’ away

Beating like a drum and it’s coming your way

Can’t you hear that boom, badoom, boom, boom, badoom, boom, bass?

You got that super bass

Boom, badoom, boom, boom, badoom, boom, bass

Yeah, that’s the super bass

Lewat Superbass si Nicki bikin jatuh cinta terasa lebih meriah dan semangat, kayaknya heboh banget gitu ya pake segala ada stereo di dalam hati sampe ngeluarin bunyi boom boom bass, ketika ketemu seseorang yang ditaksir.

Kapan ya gue terakhir kali ngerasain itu?

Hmmmm. Lupak!

Gila, udah lama banget kayaknya gue gak ngerasain jatuh cinta lagi. Boro-boro boom boom bass, deg deg ser aja sudah lama banget kayaknya gak rasain.

Gue emang sulit jatuh cinta, bisa dihitung mulai akil baligh sampai sekarang tuh ngalamin yang bener-bener jatuh cinta cuma sedikit.

7 kali!

Eh, itu dikit apa banyak? Banyak ya? Hehe. Oke gue sortir lagi, yang bener-bener jatuh cinta baru 3 kali!

Sekali pas SMP. Sekali pas SMA. Sekali pas Kerja. Trus pas kuliah? Gue masih stuck sama cowok jaman SMA dong selama kuliah. Bahkan baru bener-bener kelar pas awal-awal kerja. Ternyata, gue emang punya track record susah move on, ya? Eaaaaa.

Kenapa gue bilang cuma 3 dari 7 kali terlibat asmara? Karena hanya dengan ketiga orang itu gue pernah ngalamin yang superbass di hati gue, dan bertahan cukup lama. Tipe diri gue emang begitu sih, sulit jatuh cinta tapi sekalinya jatuh….dalem bangeeeet. Bangkek!

Waktu SMP kelas 1 akhir, gue naksir kakak kelas gue. Ya tentu saja hanya mengagumi, secara ia anak basket yang keren dan digandrungi cewek –cewek. Gue bingung juga, kenapa bisa lama banget naksir dia dan tahan lho cuma kagum dari jauh. Gue masih inget sampai sekarang bentuk si dia yang berinisial AH. Kulit putih, tinggi, rambut kriwil, dan mata bulat. Kelas kami sebelahan, jadi dia dan gank-nya yang terdiri dari 4 cowok keren itu sering tebar pesona ngelewatin kelas gue. Trus kalau misal papasan, jantung gue gak pernah absen berdebar lebih kencang. Telapak tangan gue juga dingin banget rasanya.

Pada suatu waktu, gue sama dia ikutan pesantren kilat di sekolah. Jadi dicampur secara random gitu kelasnya, dan gue sekelas sama doi! Kalau enggak salah, 3 hari gitu deh pesantren kilatnya. Gak sengaja, kami make baju motif sama persis. Kotak-kotak biru. Dari situ, mulai deh dicengin. Huwaaaa malu banget deh. Ternyata, malah beredar gosip kalau gue naksir si AH (emang iya, tapi kan gak ada yang tau). Tau-tau, gue dilabrak sama mantannya AH.

“Jangan deket-deket sama dia lagi ya!” perintahnya.

Dan gue nangis banget saat itu. Norak ya hihi. Pas akhirnya doi lulus, pelan-pelan ya rasa naksir itu memudar. Tapi gue masih belum bisa lupain dia sepenuhnya, karena gue mau deket sama adik kelas gue karena tampangnya lumayan mirip si AH. Ampun deh.

Karena sudah gak pernah ketemu lagi, mesti tinggal di satu kota, perasaan itu bener-bener hilang. Tepatnya tergantikan sama seseorang yang gue kenal di SMA gue. Dia tidak seputih si AH, tidak setinggi AH juga, punya rambut lurus, tapi matanya sama-sama bulat. Proses jatuh cinta gue sama dia lucu, berawal dari kami yang tak pernah sepaham dan selalu cekcok di kelas. Lama-lama, gue mulai kecarian dong.  Dia bikin gue semangat ke sekolah setiap hari dan bikin ulah ke dia, biasa….cari-cari perhatian.

One of the best feeling in this world is when you look at someone, and he’s already staring at you.

Yang gue inget kami sering banget bertubrukan pandang di tengah pelajaran sekolah. Lalu dia akan melemparkan senyumannya yang manis, sayangnya gue tanggapi dengan buang muka. Padahal itu gue gugup gila! Tapi dia nyangka gue bener-bener sebel sama dia. Gue tahu itu karena curhatan dia ke temannya, nyampe ke gue.

Gue pikir perasaan gue ke cowok berinisial AK ini hanya bertahan selama 3 tahun SMA saja. Nyatanya, perasaan gue dalem juga. Gue kuliah di Depok dan dia di salah satu kota di Jawa Tengah, gak bikin gue bisa berpaling ke lain hati. Gue deket dan jalan sama cowok lain, hati gue tetep ke dia. Mungkin karena kami komunikasi masih intens, masih rajin sms-an sampai gue lulus dan kerja. Meski nggak bikin hati gue superbass lagi, tapi kalau malam hari seringnya bukan mikirin cowok gue malah mikirin dia! Gebleg!

Lalu gue bertemu orang lain, yang bikin completely lupa sama perasaan gue dengan AK. Lagi-lagi berinisial A. Kebetulan yang aneh, kan!

Jatuh cinta gue beda sama sebelum-sebelumnya. Dengan AH dan AK, tanpa mereka berbuat apapun gue bisa jatuh cinta. Sama si A yang terakhir ini, gue dibuat jatuh cinta olehnya. Kami tidak bertemu setiap hari, seperti dulu gue hampir setiap hari melihat AH dan AK. Tapi…

dia membuat mata gue berbinar, ketika layar monitor laptop gue kelap-kelip karena ada chatting masuk darinya..

dia membuat bibir gue tersenyum, ketika handphone gue membunyikan nada yang sudah gue set khusus untuk panggilan telepon darinya..

dia membuat perut gue terasa mules dan panik, ketika tiba-tiba muncul di depan rumah..

dia membuat lengan gue mampu menumpu pada dagu gue tanpa lelah, ketika memperhatikannya yang sedang panjang bercerita tentang apa saja..

dia, membuat hati gue membunyikan superbass, ketika menyelipkan jemarinya pada jemari gue dan menggandengnya erat..

Tapi itu sudah lama berlalu. Setelah kisah bersamanya usai, belum ada lagi pria yang mampu membuat gue jatuh cinta. Jujur, gue kangen dengan perasaan menyenangkan saat jatuh cinta. Gue ingin ber-superbass ria lagi.

Lalu gue sadar, mengapa belum juga dianugerahi perasaan jatuh cinta lagi. Karena selama ini gue bukan berdoa untuk jatuh cinta lagi, tapi agar diijinkan jatuh cinta hanya kepada jodoh gue kelak.

Gue yakin, rasanya gak bakal kayak superbass lagi. Tapi….pecaaaaaah!!!

😀

Langkah Sole Mate

Soul mate. Belahan jiwa.

Banyak yang menganggap belahan jiwa itu ya pasangan hidup. Berjodoh. Yes it is, but for me, jodoh is not always in a romantic way.

Dalam hidup kita, ada beberapa orang yang akan kita temui dan dengan mudahnya ngerasa ‘klik’ begitu aja. Orang-orang yang bersamanya kita bisa nyaman banget, cocok, beda tapi bisa saling memahami. Dan mereka itu bukan berarti significant other. Ya bisa jadi teman, saudara kandung, sepupu, atau siapapun. Anyone you’ve ever been interested with.

Seperti ketika 20 cewek dengan latar belakang yang berbeda, tinggal di kota yang enggak sama juga, exactly no idea banget deh bisa akhirnya sampe dipersatukan lewat sebuah buku kumcer bertajuk Sole Mate.

Setelah bersama-sama menulis novel Trave(love)ing, gue dan Grahita yang biasa gue sapa Gelaph memutuskan untuk kembali berkolaborasi. Awalnya, kami mau membuat novel duet. Tapi sesuatu malah membawa kami membuat kumcer. Yep, it was a serendipity. Menginginkan sesuatu tapi end up-nya mendapatkan sesuatu lain tanpa terduga, dan malah kayaknya lebih suitable deh :3

Kejadiannya benar-benar enggak sengaja. Di sebuah mall, kaki kami tergerak memasuki toko sepatu yang dengan genitnya menggoda kami melalui tawaran diskon besar. Saat sedang memilih-milih sepatu itulah ide Sole Mate tercetus. Lengkapnya bisa dibaca di blog saputraroy.com yang pernah mewawancarai kami perihal awal mulanya Sole Mate digagas.

why women love shoes
Dibuat Oleh @dendiriandi

Mengumpulkan kisah-kisah yang menggunakan sepatu sebagai analogi sepertinya seru. Itulah mengapa diputuskan membuat kumcer yang didukung juga dengan lagi maraknya buku keroyokan. Lalu lewat blog kami berdua working-paper.com dibuatlah sayembara (ceileh) buat para cewek yang hobi nulis dan suka sepatu untuk ikutan.

Lalu SIMSALABIM! Datanglah wanita-wanita ini ke hidup gue. Apa itu namanya kalau bukan jodoh? Yang jelas, Tuhan punya maksud mempertemukan kami, yaitu agar kami bisa menuliskan rangkaian cerita yang terajut dalam benang merah sepatu.

Selain gue dan Gelaph, wanita-wanita hebat ini antara lain….

  1. Okke Sepatu Merah
  2. Connie Wong
  3. Stephany Josephine
  4. Yessy Muchtar
  5. Kiki Raihan
  6. Anggi Zoraya
  7. Ponti Karamina
  8. Ch Amalia Achmad
  9. Ch Evaliana
  10. Riesna Kurniati
  11. Cynthia Febrina
  12. Diar Trihastuti
  13. Lia Khairunnisa
  14. Annisa Fitrianda Putri
  15. Nadya A Moeda
  16. Fani Novaria
  17. Tia Setiawati, sebagai penulis puisi
  18. Fatima Alkaff, sebagai ilustrator

Niatnya, kami ingin Sole Mate beda konsepnya dari kumcer lain. Makanya selain cerpen, ada sejarah sepatu yang bisa menambah informasi pembacanya, puisi indah buatan Tia, dan ilustrasi dibubuhi quote manis khas Fatima Alkaff.

Mengenai judulnya sendiri, Sole Mate adalah salah satu dari 2 cerpen yang gue buat untuk buku ini. Jadi tuh, sebelum bobok cantik gitu tiba-tiba gue kepikiran nama Sole Mate. Pikir gue saat itu, lucu juga ya kayak plesetan soulmate. Judul cerpen sudah dapat, lalu gue segera memutar otak untuk menemukan cerita yang pas dengan judul itu. Intinya sih mau menganalogikan kalo pentingnya sol pada sepatu kita. Apa gunanya sepatu tanpa sol? Enggak bisa dipakai. Apa gunanya gue tanpa…eaaaaa.

Ketika akhirnya nama Sole Mate dipilih untuk judul buku, yang pertama kali mengusulkan ya si Roy Saputra. Maklum, gue sama Gelaph masih belum bisa move on dari Roy dan Dendi sehingga masalah apapun pasti minta advice mereka :p

Proses penerbitan Sole Mate, ibarat kulit sih kasar. Enggak mulus banget. Dari naskah dimasukkan ke penerbit Gradien Mediatama bulan Oktober 2012, baru 12 Juni 2013 resmi rilis. Hambatannya sih Alhamdulillah bukan dari plot cerita, tapi mulai dari penambahan gambar ilustrasi yang semula hanya 5 menjadi 20 dan pemilihan cover yang cukup lama.

Hasilnya? PUAS banget. Lucuk banget kan cover-nya….cewek banget lagi :3

SoleMate

And one good thing leads to another better things. Perjodohan gue enggak berhenti sampai di para wanita kece ini. Lewat Connie Wong yang punya teman penyiar radio, Ade Aditya, gue dan Gelaph diundang ke studio Amirah 100.2 FM untuk bincang-bincang seputar Sole Mate! Huwow! My first experience ‘mengudara’. Kesan gue campur aduk, mulai gugup, grogi, tegang, tapi seneng. Ini dia nih proses siarannya klik di sini 😀

Watch On Youtube!
Watch On YouTube!

Dan tanggal 28 Juni kemarin, Launching Sole Mate resmi diadakan di BirdCage Resto JakSel. Nah ini dia foto-foto kece yang berhasil dibidik si ganteng Panji.

Mia dan Grahita di Launching Sole Mate
Mia dan Grahita, make up by @vanatigh

photo 2

Pembacaan Puisi Oleh @TiaSetiawati
Pembacaan Puisi Oleh @TiaSetiawati
Sebagian Penulis Yang Hadir (Ki-Ka: Tia, Teppy, Mia, Fatima, Grahita, Conni, Lia, Diar, Naya, Riesna, Fani, Eva, Cynthia)
Sebagian Penulis Yang Hadir (Ki-Ka: Tia, Teppy, Mia, Fatima, Grahita, Conni, Lia, Diar, Naya, Riesna, Fani, Eva, Cynthia)

photo 3

photo 3

Sesi Tanda Tangan
Sesi Tanda Tangan
Sesi Foto-Foto
Sesi Foto-Foto
Sesi Games
Sesi Games Read-bulaga
Sesi Tarot Reading Oleh @kikisuriki
Sesi Tarot Reading Oleh @kikisuriki
Yang Jaga Stand Buku: @dianabochiel & @udikers (Syuuuut!!! Mereka ini mantan lho :p)
Yang Jaga Stand Buku: @dianabochiel & @udikers (Syuuuut!!! Mereka ini mantan yang ketemu lagi di acara launching lho :p)

Terima kasih Tuhan atas Sole Mate.

Terima kasih Gelaph dan the Girls yang membantu terwujudnya Sole Mate.

Terima kasih penerbit Gradien atas terbitnya Sole Mate.

Terima kasih teman-teman yang sudah datang ke acara launching.

Terima kasih untuk pihak BirdCage dan Wondershoe atas kerja samanya.

Terima kasih para pembaca yang sudah merelakan pundi rupiahnya untuk mendapatkan Sole Mate. Jangan lupa bikin reviewnya ya, ada hadiah menanti dari kami 😀

photo (38)

Sudahkah Sole Mate menghiasi rak sepatu buku kamu?