Love. Love. Love.

Love Symbol
Love Symbol

When it comes to love, anything is possible. Kata dalam bahasa Inggris ‘Heart’ yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai ‘Hati’ adalah salah satu kemungkinan itu.

Tapi kok bisa begitu ya? Kalau secara terjemahan kan jelas dong ‘heart’ itu jantung, bukan hati. Jadi kenapa selama ini di bangsa kita simbol cinta diidentikan dengan hati ya? Kenapa sih terdapat perbedaan simbol cinta dengan bangsa barat?

Nah bertepatan dengan hari Valentine 14 Februari ini, gue mau sharing sedikit pengetahuan seputar asal mula simbol cinta dan alasan perbedaan di Indonesia dengan bangsa barat.

Berdasarkan hasil googling sini-googling sana, alasan perbedaan tersebut karena murni karena perbedaan kiblat saja.

Bangsa barat berkiblat pada pandangan ilmuwan Aristoteles, bahwa jantung (heart) adalah fungsi paling krusial dalam hidup. Jantung yang berdetak adalah tanda seorang masih hidup. Selain itu, jantung juga pusat emosi. Itu mengapa manusia memiliki perasaan. Cinta adalah salah satu dari perasaan tersebut.

Penggunaan ‘heart’ sebagai simbol ini juga didukung oleh Leonardo Da Vinci yang pertama kali menggambarkan ‘heart’ dengan bentuk simbol cinta

Ia membentuk gambar anatomi tubuh manusia saat bekerja di Rumah Sakit milik gereja Santa Maria Nuova di Florence, Italia. Ia membedah ratusan mayat laki-laki dan perempuan untuk digambar anatomi tubuhnya. Dan jantung ia gambarkan dengan simbol cinta ( ❤ ). Warna merah dalam simbol adalah darah yang mengalir pada jantung, mencerminkan ‘passion’.

Sejak abad pertengahan itulah, bangsa barat resmi menggunakan ‘heart’ sebagai simbol cinta.

Lalu di Indonesia?

Budaya kita berkiblat pada masa Yunani kuno yang beranggapan ‘liver’ atau hati adalah organ terpenting dalam makhluk hidup, bukan jantung.

Pada masa itu, mereka percaya bahwa di dalam darah mengalir jiwa. Karena pada saat mempelajari anatomi tubuh binatang, organ dalam yang mengandung paling banyak darah adalah hati.

Maka ilmuwan meyakini bahwa di dalam hati lah terletak jiwa (seat-of-soul). Itu mengapa persembahan dewa ketika itu adalah menggunakan hati binatang.

Pengakuan hati sebagai organ paling vital juga terdapat pada karya sastra pada jamannya. Peristiwa pembunuhan tidak dengan melukai organ otak atau jantung tapi hati.

Prometheus dihukum Zeus dengan menyuruh elang raksasa memakan hatinya.

Hades menghukum Tytos dengan menyuruh dua burung bangkai mematuki hatinya. (sumber: forumsains.com)

Nah secara ilmu kedokteran, fungsi hati adalah penawar racun.

Cocok kan dengan istilah ‘Love is the cure’ 🙂

Lalu, mengapa kalau lagi jatuh cinta justru jantung yang berdebar? Ini sih sebenernya efek aja. Lebih tepatnya karena dipengaruhi oleh hormon norepinefin. Si hormon ini tersangka yang membuat detak jantung lebih cepat sehingga tubuh merasa panas dan bingung.

Dan jatuh cinta tentunya enggak melulu jantung berdebar kan, cinta yang dewasa cenderung sudah enggak ada deg-deg-an lagi. Biasanya hanya perasaan menggebu-gebu, senang, nyaman, dan tenang. Dan semua perasaan itu juga karena hormon doparmin dan oksitosin yang bekerja.

Tapi coba deh kalau kamu patah hati, ada rasa sakit yang kayak ‘nyut’ gitu enggak sih di hati? Rasanya kayak mblenyek gitu, enggak karuan. Mengutip kata-kata Ted Mosby di How I Met Your Mother:

Sakit hati itu rasanya seperti fisik yang terluka secara harfiah dikali sejuta. Iya, segitu dahsyat sakitnya.

Itu beneran hati loh yang sakit, bukan jantung! Karena kalau sakit jantung ya berhenti dong detaknya 😦

Nah kamu sendiri, cinta pake jantung apa pake hati? 😀

Advertisements

One thought on “Love. Love. Love.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s