Semesta Menikung: Doa yang tak terkabul di 2011

Akhir tahun adalah saat dimana sebagian banyak orang berbondong-bondong untuk merayakan pergantian tahun baru. Ada yang memilih dengan hura-hura, ada juga yang memilih untuk merenung dan memeriksa ulang resolusi yang dibuat di awal tahun. Yang kedua sih paling banyak dipilih sama jomblo. Termasuk gue. Hehe.

Ternyata, gue ngga buat resolusi di 2011, jika yang dimaksud resolusi itu adalah daftar pencapaian yang diinginkan di tahun 2011. Saat itu gue hanya punya satu doa spesifik dan ngga muluk-muluk, yaitu ada kejelasan tentang hubungan gue dengan seseorang. Berikut activity log gue di 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2011:

Twitter

Friday, 31st of December.

19:54:42 Years come n go..but that made 2010 so special is U ({})

22:36:31 Hiiiks dia sakit thn br gini 😦

Status FB 31 Dec 2010

Saturday, 1st of January.

00:21:54 Happy Nu Year everybody! May 2011 to be good to you 🙂

00:24:48 Merayakan detik2 pgantian tahun sm sayangkuu..meski by phone..so happy. Nothing can beat this feeling..

00:26:55 Smoga 2011 ad jalan buat kita y @arhacksoft. Thanks for sharing this wonderful night with me.Love U always :*

Status FB 1 Jan 2011

Setahun kemarin, gue merayakan tahun baru di rumah, dia di rumahnya, tapi kami telpon-telponan, saling bertukar cerita dan mengucap doa. Doa kami berdua, semoga hubungan kami akan baik-baik saja. Apalagi di 2011 kami akan bekerja di satu gedung yang sama, ah gue senang banget membayangkan akan ketemu dia setiap hari, pulang kantor bareng, indah kan. Gue ingat banget menanyakan hal ini sama dia, “hanya 2 hal yang akan terjadi di 2011, aku ninggalin kamu, atau kamu yang ninggalin aku”. Lalu jawabnya saat itu, “jangan mikir negatif, kita akan sering ketemu tahun depan kan, apapun bisa terjadi” Jawabannya saat itu gue pegang sebagai janji, janji indah yang hanya tinggal janji.

Semesta telah menikung semua khayalan, angan, dan harapan gue. Doa sederhana yang gue ucapkan di malam pergantian tahun itu tak terkabul juga selama 2011.

Masih di bulan pertama di 2011, dunia gue berasa runtuh. Jawaban atas doa gue adalah: Tidak. Seseorang yang gue sayang itu memutuskan menyerah dan dia tidak dapat lagi memaksakan hatinya. Lebih baik jujur daripada semakin melukai gue. Lalu apa arti doa kami bersama di malam tahun baru itu? Bayangan gue kalau kami akan menghabiskan waktu setiap hari di 2011 hancur seketika, hanya seminggu sebelum kami berdua akan bekerja di gedung yang sama.

Tak menyerah begitu saja gue datangi rumahnya, karena gue ngga bisa menerima keputusannya lewat telepon. Gue masih berharap dia akan iba melihat gue datang dan berubah pikiran. Jawabannya tetap tidak, dia mengantarku pulang, dan di tengah jalan, gue kehilangan 3 handphone gue sekaligus. Ini yang namanya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Apes.

Mencoba untuk move on lalu gue berusaha dekat dengan cowo lain. Tercatat dalam sejarah 2011 gue dalam kurun kurang dari 2 bulan, Februari-Maret, ada 3 cowo yang sempat dekat. Dari ketiganya ada satu yang sebenarnya mudah banget bisa jadi pengganti dia, perhatian, rajin telpon dan BBM, dan puncaknya merencanakan pernikahan dengan gue dalam 4 bulan ke depan. “Aku yakin sama pilihan Makcik” Katanya. Memang benar kata orang, jatuh cintalah ketika siap, bukan ketika sendiri. Gue sadar 3 cowo ini hanya gue jadiin pelampiasan dan cara move on gue. Dekat dengan mereka malah membuat gue sadar masih sayang sama dia. Gue ngga mau nyakitin dengan harapan palsu jadi gue putuskan melepas ketiganya satu persatu.

Lalu apa yang terjadi, gue kembali dekat sama dia. Satu gedung kantor membuat hubungan kami masih baik-baik saja memang. Dia masih sering mengajak gue sarapan bareng atau hanya menemaninya merokok. Tetap dekat dengan dia membuat gue kembali berharap tapi jauh dari dia merupakan suatu yang ngga mungkin juga. I had an addiction of being around him.

Prinsip gue saat itu adalah ‘let it flow’, biarlah berjalan begini adanya, yang penting tetap bersama. “Sampai kapan mi?” Beribu-ribu pertanyaan ini terlontar dari teman dan keluarga gue. Gue hanya terus berdoa sama Tuhan agar jawaban atas pertanyaan itu segera muncul di 2011, masih ada beberapa bulan lagi, gue optimis.

It scares me sometimes how time flies so fast and nothing changes.

Hari demi hari berganti, bulan demi bulan, lalu gue mulai takut, tak juga ada perubahan. Hati dia ngga juga terbuka untuk gue, dan gue tetap di sisinya sebagai sahabat baiknya. Pergi berdua dengannya, makan bersama, nonton film, dan banyak hal lainnya. You know what, the worst way of missing someone is sitting next to him knowing that you can never have him. Berkali-kali dia menegaskan hanya bisa berteman ternyata tidak membuat gue berhenti berharap dan terus berjuang. Satu persatu teman gue dan keluarga gue mulai mendukung. Mereka bisa melihat ketulusan dan usaha gue, serta betapa bahagianya gue ketika bersama dia. Bahkan batupun lama-kelamaan bisa bolong dijatuhi air hujan setiap hari, bukan?

Dan kedok pertemanan antara gue dan dia penuh lika-liku di tahun 2011, pertengkaran yang disebabkan tidak bisanya gue memisahkan cinta dan persahabatan. Delete BBM dan block Twitter juga pernah kami lewati. Berkali-kali dia push gue, gue selalu mengejar dia untuk memohon hanya sekedar berteman. Berkali-kali juga gue berusaha meninggalkannya tapi ada saja yang membuat kami kembali bersama. Kami mungkin sama-sama berlindung dibalik persahabatan, gue berharap hati dia akan terbuka sama gue dan dia ngga mau memutuskan persahabatan dengan sahabatnya ini.

Gue sadar berada di zona aman, masih bisa dekat dengannya karena dia belum bertemu dengan cewe lain. Dan ketika itu terjadi gue seperti ditampar oleh semesta yang menikung gue lagi. Ini merupakan titik dimana gue harus menerima bahwa mau seberjuang seperti apapun perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan. Teori batu yang bisa hancur karena hujan tidak belaku pada dia. Dan itu pedih sekali, Kakak. Entah sudah berapa banyak air mata ini berjatuhan sepanjang 2011. Sometimes I wish you could die a little each time when I cried. Gue ngga bisa terus-terusan begini, menunggu sesuatu yang gue tau ngga mungkin terjadi lalu melakukan perbuatan demi meyenangkannya di saat gue tau sudah ngga ada artinya lagi. Kali ini gue harus tegas, untuk melindungi hati gue sendiri gue memutuskan meninggalkannya. Being stranger is best for us.

Dan selama benar-benar menjauh dari dia, gue banyak belajar memahami semua hikmah dibalik kejadian ini dan kenyataan bahwa dia tidak mengerti maksud gue meninggalkannya. For every ‘get lost’ there is ‘please fight for me’. Dia malah membiarkan gue pergi dan gue sadar gue ngga berarti apa-apa baginya. Lalu buat apa lagi gue mempertahankan rasa sayang gue. Ya Tuhan, demi apa gue bisa-bisanya bertindak bodoh menyakiti diri gue sendiri sekian lama. Enough. It’s enough I let my self be colonialized by my love towards him.

Gue akhirnya tau, mengapa gue sulit move on. Karena ada beberapa pertanyaan yang belum juga terjawab, pertanyaan yang menghantui gue sepanjang tahun ini. Jika tidak berjodoh lalu mengapa dia malah berjarak dekat dengan gue? Kenapa gue ngga kaya orang lain yang bisa move on dengan mudah karena berjarak jauh? Tuhan tidak akan memberikan masalah kepada hambanya melampaui batas kemampuannya. Jadi, melewati hari-hari seumur hidup gue bekerja di satu atap dengan cinta gue yang bertepuk sebelah tangan ini apa ngga berat? Bagaimana gue bisa? Mengapa Tuhan begitu optimis gue bisa melewatinya? Mengapa dia ngga pernah berpikir bahwa gue adalah hadiah dari Tuhan dalam hidupnya dan mencintai gue adalah caranya berterimakasih pada Tuhan? Mengapa? Beberapa pertanyaan mungkin memang lebih baik dibiarkan tak terjawab.

Seakan ngga cukup dengan cobaan masalah percintaan gue, Tuhan memberikan ujian pada gue sebelum naik kelas. Seorang yang gue pikir teman baik hampir melecehkan gue. Merasa tersinggung gue ikuti permainan dia, buat dia penasaran sama gue, lalu gue adukan ulahnya pada keluarganya. Dia marah besar dan memaki gue habis-habisan. Apakah gue pantas dijadikan bulan-bulanan orang itu, disaat gue sedang berusaha membantu mencarikan pekerjaan untuknya? Penghinaan yang gue dapat membuat gue sempat down karena merasa apakah gue ngga layak dicintai? Sebegitu jijiknya kah para lelaki ini sama gue sampai tega menyakiti gue bertubi-tubi?

Namun perlahan tapi pasti, berkat doa yang tiada henti, gue bisa melihat sisi positif dari semua yang terjadi di 2011.

Tahun 2011 adalah salah satu tahun terbaik gue. Tahun dimana gue kehilangan hal-hal yang gue sayang. Tahun dimana gue sangat berusaha dan berkorban habis-habisan untuk mendapatkan cinta seseorang. Tahun dimana gue dibuat shocked atas lamaran cowo yang baru dekat dengan gue. Tahun dimana gue diberi ujian tentang arti persahabatan. Tahun dimana gue mendapat penghinaan sebagai wanita dari laki-laki yang…(ngga sampai hati gue menulisnya). Sekaligus tahun dimana gue menemukan arti hidup, titik bangkit gue dari kejatuhan, dan bertransforma menjadi cewe tangguh dan bijak.

Don’t count your tears, but count your blessings.

Banyak hal menyedihkan buat gue memang tapi jangan lupakan banyak juga hal menyenangkan yang terjadi di 2011 yang membuat gue ngga ada henti-hentinya bersyukur. Selain rekening tabungan yang menggendut dan berat badan yang menyusut, di 2011 ini banyak banget pengalaman traveling yang gue dapat dari dinas atau istilah gue holi-work-day. Gue bahkan akhirnya menginjak Medan dan pergi ke Danau Toba! Belum lagi bisa dua kali ke Jogja, Bali, Jambi, dan Balikpapan. Gue mengunjungi tempat wisata di kota tersebut tanpa mengeluarkan uang sendiri untuk transportasi dan akomodasi bukankah itu namanya keberuntungan? Puncak keberuntungan gue adalah bisa pergi ke Dubai. Moment itu gue manfaatkan untuk menghibur diri gue yang sedang sedih karena masalah percintaan gue yang ngga gitu beruntung.

Pengalaman hidup gue entah mengapa ingin sekali gue bagi dengan menulis. Tulisan gue pertama tentang catatan perjalanan di Dubai yang berbau curcol mendapat respon positif dari teman-teman. Tulisan gue menyentuh dan memotivasi kata teman-teman gue. Gue juga terlihat bersemangat dan ngga sedih lagi. Kemajuan hebat bukan. Dan berkah dari kegalauan gue adalah datangnya tawaran untuk membuat project buku bersama 3 penulis lain. Bukunya sendiri bertemakan traveling seperti yang pernah gue buat tentang Dubai. Tawaran yang ngga gue sia-siakan. Selama ini passion hidup gue adalah dia, penyemangat gue. Dan akhirnya gue mendapatkan penggantinya. Passion gue sekarang menulis.

Mungkin ini yang namanya ‘every season has a reason’. Dibalik jawaban ‘Tidak’ atas doa gue ternyata punya arti lain: di awal tahun gue berharap menemukan seseorang yang bisa gue cintai dan mencintai gue, dan gue menemukannya: Mia. Ya, diri gue sendiri.

*Sebuah pesan kepada sahabat*

Dear Friend, With Love…

Bertemu denganmu adalah takdirku, berteman adalah pilihanku, dan jatuh cinta padamu adalah diluar keterbatasanku. Aku tak pernah menyesal. A heart that hurts is a heart that works, at least i’ve tried. Cinta membuatku melakukan hal positif. Aku pernah ada disaat kamu sedih dan senang. Aku membantu kamu ke arah menuju sukses. Bahkan mungkin aku memberimu jalan bertemu jodohmu. Aku bangga karenanya. Kuharap kamu bangga juga padaku.

Sadarkah kamu kalau aku tidak pernah menyukai pisang? Aku membenci buah itu. Tidak masuk di akal kan? Sama seperti hatiku yang selalu sayang sama kamu meski berkali-kali menelan kekecewaan. Tapi belajar menyukai pisang sepertinya bukan hal sulit kan? Sama seperti belajar melupakanmu.

Kita mengenal cukup baik pasangan suami istri yang dimulai dari persahabatan. Mas Budi – Mba Luisa. Oppie – Prima. Apa yang mereka miliki, apa yang aku pikir bisa kita berdua miliki, aku menginginkannya. Tetapi semesta berkehendak lain.

Jangan mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja dan jauh lebih bahagia sekarang tanpamu. Akan ada seseorang yang tidak menyia-nyiakanku, menyayangiku, dan berjuang untukku. Kamu tau teori keseimbangan alam semesta? Satu orang yang berjuang tidak akan pernah bisa menciptakan perasaan dan keyakinan yang kuat. Dua-duanya harus saling berusaha.

Belajarlah dari apa yang pernah kita alami bersama selama ini. Bukan bagaimana mengecewakannya aku bagimu yang sudah menghancurkan persahabatan kita, tapi bagaimana aku datang ke hidupmu dan merubah segalanya. Terima kasih ya kamu sudah menemani perjalananku di 2011 meski tak berkesan untukmu, namun masih spesial untukku karena nyatanya aku masih tersenyum mengingatnya. Semoga kamu juga menemukan kebahagianmu yang ngga terbebani lagi oleh kehadiranku di hidupmu.

Last but not least, mengutip kata-kata di salah satu film kesukaanku, In Her Shoes‘If you’re not going to wear them, don’t buy them. Leave them for someone who will get something out of them.’Jangan membuatnya jatuh jika kamu tidak berniat menangkapnya. Ingat ini dalam menjalani hubungan ke depannya dengan siapapun ya.

Just Friend

Kata sahabat gue Dendi, “if it’s not meant to be for you and him to be together, being friends is also not bad kan mi?” Bener Den, capek juga loh harus pura-pura ngga kenal pas ketemu di kantor, buang muka, dan menahan diri untuk senyum. Biasa aja kali. Hihi.

So bagaimana jika di 2011 doa lo ngga terkabulkan? Jangan putus asa, lanjutkan doanya di 2012. My hope floats in 2012, because there’s nothing more hopeful than a hopeless romantic woman, like me. 🙂

Another new year, another resolution. Lets wipe a tear and move on. #rhyme #welcome2012

Raise your glass and say cheers to a new day. 2011 is just the past, so lets kiss the past goodbye. #rhyme #welcome2012

Happy New Year 2012 Anyone.

Advertisements

Ramalan Bintang Taurus 2012

DISCLAIMER: Ramalan ini hanya berlaku untuk Taurus wanita lajang yang patah hati di 2011, berusia akhir 20an, bekerja di Pemerintahan, menyukai NKOTB, dan traveling.

Berikut ini adalah ramalan untuk bintang Taurus yang akan terjadi di 2012:

Karir
Kinerja Taurus yang sedikit terganggu di 2011 karena masalah pribadi cukup mengganggu konsentrasi kerja namun sudah dapat anda atasi di penghujung tahun. Hal ini membawa perubahan besar di 2012. Kinerja semakin meningkat membuat anda akan memberikan kontribusi lebih banyak dalam pencapaian target perusahaan. Belum ada promosi di 2012 namun akan ada apresiasi positif atas meningkatnya performa anda.
(Yaiyalah, 2012 kan masuk tahun ketiga gue di bpmigas which is emang aturan kenaikan golongan itu setelah tahun keempat, jelas tahun depan sih emang belum ada promosi huhu)

Keuangan
Diprediksi kondisi keuangan Taurus masih terus membaik mulai Mei sampai akhir tahun 2012. Meski demikian pengeluaran akan meningkat juga jika anda tidak dapat mengontrolnya. Kencangkan ikat pinggang dan mulai atur dengan baik keuangan anda, kurangi pengeluaran untuk sesuatu yang kurang penting.
(Bulan Mei kan ada kenaikan gaji jelas ada kenaikan kondisi keuangan dong hehe. Rencana liburan ke Lombok, nonton NKOTB, dan kursus skalian liburan ke Eropa akan menguras tabungan banget, so, kencangkan ikat pinggang!)

Kesehatan
Sakit yang anda alami di 2011 akan sembuh dengan pasti tahun 2012 dan justru Taurus akan semakin kuat dan berada pada titik dimana kondisi jauh lebih baik dari sebelumnya. Dietlah dengan sehat jika tidak ingin mengalami sakit yang sama dengan kondisi kesehatan di 2011.
(Sakit hati n kebanyakan makan hati cuma bikin gue semakin ‘stronger’ *siyul-siyul*)

Cinta
Semua akan indah pada waktunya, hanya jika anda mampu membuang hal-hal yang membuatnya tidak indah. Keputusan berani di akhir 2011 untuk meninggalkan masa lalu akan membuka lembar baru kisah percintaan anda. Tahun 2012 Taurus tidak lagi akan mengalami kesialan dalam percintaan, seseorang yang tepat akan datang memberikan kebahagian dalam hidup anda.
(Inisih emang beneran ngarep hehe)

Mari mengucap dengan suara yang keras: AMIIIIN

Posted with WordPress for BlackBerry.

Aku di Ekonomi, Kamu di Bisnis: Jarak yang memisahkan kita

Pernah ngga suatu waktu dalam hidup lo ketemu seseorang yang membuat lo menyesal, kenapa ngga gue dilahirkan lebih cepat sih?

Gue pernah.

Seseorang itu adalah orang yang gue panggil dengan kata sapaan, “Pak”. Seseorang ini mengingatkan gue akan angan-angan di masa remaja.

Apa ya kata yang tepat, hmm, gue sebenarnya punya impian suatu saat nanti punya suami yang rentang umurnya sampai 10 tahun di atas gue. Kalau cuma lebih tua setahun dua tahun kan sama aja masih sebaya. Lebih tua 5 tahunan juga nanggung, sekalian aja 10 tahun. Bener ngga? Ngga ya? Jadi apakah gue aja yang aneh?

Kalau melihat latar belakang keluarga gue sih harusnya jadi ngga aneh ya. Bokap gue itu 15 tahun lebih tua dari nyokap gue. Tuh lebih dahsyat kan, 15 tahun. Tapi gue juga ngga melihat apa kelebihan ‘yang beda lebih dari 10 tahun’ sama ‘yang beda kurang dari 10 tahun’ selain di muka dan uban.

Bukan pengalaman, bukan kedewasaan, bukan segi bijaknya yang membuat gue cenderung jadi lebih kagum sama pria yang usianya 10 tahun di atas gue. Bokap gue malah rada kekanakan sifatnya, jd jelas bukan sifat yang gue kagumi. Jadi apa?

Ketertarikan pada pria dewasa makin bertambah saat gue SMA gara-gara baca novel Danielle Steel. Novel dewasa pertama yang gue baca judulnya Kaleidoskop. Mengisahkan 3 kakak beradik yang hidup terpisah. Bukan kisah terpisahnya ketiga wanita tersebut yang kemudian bertemu kembali yang membuat gue tertarik, tapi ketiga wanita tersebut diceritakan memiliki pasangan yang berumur jauh lebih tua. Setelah Kaleidoskop gue jadi keranjingan baca karya Danielle Steel lainnya. Hampir semuanya menceritakan si wanita jatuh cinta pada pria yang berumur jauh di atasnya. Dan Danielle ini berhasil meracuni otak gue dengan anggapan pria tua itu seksi. Quote – unquote, ngga semuanya sih.

Film Holywood juga banyak memberikan gue harapan  bahwa pria tua-tua keladi main tua makin jadi itu nyata adanya. Siapa pria beruban terkseksi di dunia? George Clooney jawabnya. Ngga ketinggalan Al Pachino, Craig Daniel, Leonardo DiCaprio, dan masih banyak lagi pria-pria yang menua dengan sempurna.

Ajak gue jalan bareng dan gue akan lebih memperhatikan pria-pria dewasa tapi seksi ketimbang pria muda yang ganteng. Kalau melihat bocah kecil ganteng, mata gue akan otomatis mencari mana Bapaknya? Haha. Ada kekaguman tersendiri terhadap pria-pria tua yang mungkin tidak tampan, tapi guratan-guratan dan garis muka yang menegaskan kematangannya menjadi nilai plus buat gue.

Waktu kuliah bahkan gue pernah sangat mengagumi dosen gue, dia sih sebenarnya ngga terlalu tua pada saat itu ya, gue umur 20 tahun dan dia di usia gue sekarang ini, akhir 20. Namanya Anom, orang Bali, mengajar Teori Akuntansi Keuangan, salah satu mata kuliah membosankan di kampus gue. Tapi gue demen setiap Pak Anom ngajar. Ah gue masih ingat dulu gue stalking Friendster dia, hahaha iya masih jaman Friendster, geli ya.

Tapi ya seiring waktu gue menyadari ketertarikan pada pria tua seksi berubah dari obsesi menjadi hanya sekedar kagum. Bedakan sama naksir ya karena kenyataannya gue malah selalu jatuh cinta dengan yang sebaya. Dan sampai saat ini gue masih mengagumi sosok pria dewasa yang pembawaannya menenangkan, ucapannya meneduhkan, dan obrolannya ‘staring’-able banget. Gue senang berlama-lama ngobrol bersamanya, bahkan hanya mendengarkan cerita dia di masa muda, sesekali diselipi jokes yang bikin gue terkekeh, mengangguk-angguk dengan saran dan nasehat yang dia berikan, ah gue betah berlama-lama dengan pria dewasa ini.

Di selasa malam itu, mendekati penghujung tahun 2011, kami masih terus asik bercakap sambil melangkah memasuki Gate dan menuju pintu pesawat. Dan disitulah kami berpisah, dia duduk di kelas bisnis, dan gue duduk di ekonomi. Ternyata memang selain perbedaan umur yang jauh, ada perbedaan yang lebih menampar pipi untuk nyadarin ya. Jadi jelaskan siapa pria ini sehingga hanya boleh dikagumi saja 🙂

Before Sinetron Takes Over

Notes ini pernah dipublish di Facebook gue 16 Juni 2009

Tiba tiba nih gue lagi kangen banget sama tv series jadul yang dulu tayang di RCTI….pingin nonton lg…bagus-bagus, lucu, kreatif…

Untuk memuaskan hasrat gue akan serial TV jadul itu, hehe, gue browsing deh…and Yippiw!! Nemu banyak, termasuk yg judulnya udah pada lupa…Special Thanks to Steve, teman gue, yang udah bantu refresh ingatan gw…
Ini nih acara yg dulu gw rajin tonton:

1. Full House


Serial ‘Full House’ sangat populer dari 1987 hingga 1995. Saat pertama kali tampil di serial tersebut Mary-Kate dan Ashley Olsen baru berusia satu tahun. Ceritany ttg 3 pria dewasa yg tinggal ama anak2 cewe dr yg baby ampe remaja

 

 

2. Out of This World


Luv this film! Tentang Evie Garland yang bisa menghentikan waktu dengan menyatukan dua telunjuknya karena….ayahnya Troy adalah Alien dari planet Anterias. Jadi Evie adalah 1/2 manusia dan 1/2 alien. Dia punya 3 kekuatan. Menghentikan dan menjalankan waktu, dan bisa teleport. Troy ayahnya gak pernah keliatan sosoknya. Tapi Evie selalu berkomunikasi dengan ayahnya melalui Crystal cube…

3. My Secret Identity


Hwaa..gw dulu bela-belain jumat siang nungguin ni film sblum brangkat Pramuka…gw excited bgt klo liat Jerry O’Connel terbang dengan semprotannya diiringi theme songnya yg OK bangeeet…duuuh kangen banget mo liat lg..

 

4. Airwolf

Hawk….helicopternya Airwolf,adalah helicopter keren yang secanggih pesawat Jet. Gw masih inget banget ama theme songnya Airwolf…Khas Banget

 

 

5. McGyver


Sumpah ni film ngetop bgt. Angus MacGyver is a Genius !!! Semua barang bisaaaaa banget diolah menjadi alat-alat yang berguna. dulu klo ada orang2 yg jago ngotak ngatik barang suka dijulukin Mcgyver hehe

 

6. Doogie Howser M.D


Dokter pintar yang baru berusia 14 tahun.Di tiap akhir film dia curhat gitu di komputernya.. Si bocah ini nih yang gedenya jadi si Barney di How I Met Your Mother. Sayangnya Neil Patrick Harris itu gay, padahal gue sukak banget huhu.

 

 

7. Small Wonder

Seorang ayah menciptakan robot anak perempuan bernama Vickie . Mereka sekeluarga merahasiakan kalau Vickie adalah robot dan berpura pura kalau Vickie adalah anak perempuan mereka. Vickie nya lucu..

 

 

8. Baverly Hills 90210

Sebenernya ga boleh nih serial ditonton ama anak di bawah umur…tp gw suka bgt,,,,konfliknya seru sampe ikut kebawa jg emosi gw hoho

 

 

9. 21 JumpStreet

Mulai dr film ini gw jd jatuh cinta ama Johnny Dept…kyanya ceritanya ttg polisi2 gt deh…lupa, pokonya Dept keren abizzzz disini…msh muda..

 

 

10. Moonlighting


Ini serial Brus Willis & Cybill Shepherd waktu msh pd cupu. Seinget gw ceritanya mereka rekan kerja…tp sebenernya sama2 suka…gt deh..lupa lupa inget…yg jelas lucu gt nih film…siang menjelang sore diputernya,,so sebelum bobo siang nonton itu dulu

 

 

11. Tour of Duty

Tentang tentara US yg perang d Vietnam…gw sih cuma nemenin bokap aj nonton nih film…abis Sersan n Letnannya ganteng siiih…. 😉

 

 

 

 

12. A Team

Yg ini jg theme song-nya khas bgt…ceritanya slalu ok d tiap episode n adegan favorit gw Mr.T yg menakutkan hrs dibius dulu klo naik pesawat coz takut terbang..

 

 

 

 

13. Knight Rider


Mobil Kit yg canggih ini dulu jg salah satu yg gw tunggu2…slalu kagum deh kyanya dulu n berandai andai punya mobil secanggih ini jg one day..

 

 

 

14. Incredible Hulk


Ini nih Hulk asli, ga kya filmnya yg cuma efek kompi. Seru aj gw nontonnya, paling gw tunggu tuh klo ud emosi berubah jd Hulk

15. The Flash

Gw jg demen nih nonton si Manusia Cepat…tp kyanya cuma bentar penayangannya di TV

 

 

16. Friday the 13th

Biarpun slalu takut nonton nih film, slalu nutup mata sebelah,,,,tp gw pasti menanti tiap kamis malem…gw suka bgt ama gambar kaca dgn tulisan Friday the 13thnya….

 

 

17. Star Trek


Paling suka ama kostum2nya, musiknya, pesawat yg keren….padahal ga ngerti ceritanya hehehe…

 

 

18. Miami Vice

Ga ngerti jg sih ama film ini, yg jelas favoritnya bonyok gw, n krn si Sony ganteng bgt…gw nonton jg deeeeh haha

 

 

 

 

19. Mission Impossible

Gw cuma suka intro awalnya aj pas theme song diputer dimulai dengan korek api disulut trus apinya ngerambat gt…sama alat rekam yg meledak klo ud selesai didenger infonya…5..4..3..2..1..

 

 

 

20. Growing Paints

Cerita tentang pasangan Seaver dan anak-anaknya…ada Leo…lucu…..

 

 

 

 

21. Wonder Woman


Sapa sih yg ga suka ama nih serial…OK banget…Girl power!!

 

 

 

 

22. The Six Million Dollar Man

Tentang ex astronot bernama Steve Austin yang mengalami kecelakaan. sesudah dioperasi,ternyata dia menjadi berbeda dari sebelumnya.operasi yang menghabiskan (sesuai judul) 6 Juta dollar memberi dia tangan kanan,kedua kaki,dan mata kiri bionik yang menambahkan kecepatan,kekuatan dan jarak pandang yang jauh lebih baik dari manusia biasa. dia bisa berlari mencapai 60 mil per jam hohohohohoho. dia menggunakan kekuatannya untuk bekerja sebagai agen rahasia. Gaya lari slow motionnya dulu ngetrend bangeeet

23. Little House on the Prairie


Ini di TVRI kyanya, film jebot bgt diputer pagi..klo ga salah…filmnya sedih..ttg keluarga gt…trus kn Michael London yg jd bokapnya ganteng bgt,,,heuheu

 

 

 

Kesimpulan: Biarpun SD, tontonan gw dewasa jg ye,,,hehe…trus, gw jg udah suka nonton film yg pemerannya ganteng…:p

Half Life

Notes ini pernah dipublish di Facebook guetanggal 22 Februari 2011

Di Balikpapan, sore hari, sejam lbh cepat dr Jkt

Lagi kerja di kamar hotel sambil dengerin lagu, buka playlist lama, ga sengaja trus diputer Half Life-nya Duncan Sheik. Udah lamaa bgt ga dengerin lagu ini. Pertama kali dengerin lagu ini dikasi seorang temen yg dulu sempet deket. Dia suka sama lagu ini karena cocok didenger kalau lg sedih. Lagunya enak didenger tp liriknya aga berat sih, ga gt nangkep gw. Gw tanya ke temen gw itu, maksud lagu ini apa? Kata dia liriknya cocok sama hidup dia saat itu, kaya ada yang kurang tp apa, kaya setengah2 jalanin hidup. Saat itu temen gw itu memang lg down, banyak masalah menimpanya, ditinggal resign teman2nya, kerjaan yang bikin stres. Entah kenapa tp gw ngerasa lagu ini justru yg buat gw ikut merasakan kesedihannya dan lama2 jd deket sama dia. Gw ikut sedih liat dia sedih, gw slalu coba menghibur dia sebisa gw. Dan gw bole berbangga hati, gw slalu berhasil hibur dia. Bahkan ditengah2 moodnya yg lg jelek, gw bs buat dia lupa klo lg bete, gw bs menggelitik tawanya….haha. Sejak itu, kita jadi sahabat, saling sharing baik saat sedih atau seneng. Lagu Half life pun sudah jarang gw denger lagi…

Tapi keadaan berubah. Sesuatu telah merubah semuanya. Dia yg sudah berhasil melewati saat-saat sulit hidupnya tak lagi membutuhkan gw. Mungkin dia udah lupa sama lagu ini yang dulu sering kami dengerin berdua, juga lupa klo dulu pernah ada gw yg nemenin dia di saat dia butuh seseorang…

Dan saat ini, gw ada di posisi dia, breaking down, dan ga ada dia di samping gw lg. Gw sendiri di sini sedih atas semua kenangan yg pernah ada, bukan karena menyakitkan, tp karena tau kenangan itu gak akan pernah terjadi lagi. Hanya tersisa lagu ini yg gw denger, menemani kesedihan gw…

Nyesel? Ngga jg, krn dulu hal itu yg paling gw inginkan, cm kadang klo bole mutar waktu kembali, gw pingin balik ke masa itu, kenapa justru jauhnya jarak malah membuat kami dekat.. Tapi gw sadar, banyak pelajaran berharga dari semua ini. Tuhan pasti punya rencana lain buat gw. Suatu saat mungkin gw akan berterima kasih atas kesedihan gw sekarang. Dan gw jg makasih bgt atas persahabatan yg pernah terjalin, meski berakhir menyakitkan, dan gw sangat menyayangkan keadaan kami sekarang. Jauh di lubuk hati gw berharap, dia masih inget gw, gw yg pernah menyentuh hidupnya, seperti dia yg sudah menyentuh hidup gw, dan gw ga akan pernah sama lagi…

I’m awake in the afternoon
I fell asleep in the living room
and it’s one of those moments
when everything is so clear

before the truth goes back into hiding
I want to decide ’cause it’s worth deciding
to work on finding something more than this fear

It takes so much out of me to pretend
tell me now, tell me how to make amends

maybe, I need to see the daylight
to leave behind this half-life
don’t you see I’m breaking down

lately, something here don’t feel right
this is just a half-life
is there really no escape?
no escape from time
of any kind

I keep trying to understand
this thing and that thing, my fellow man
I guess I’ll let you know
when i figure it out

but I don’t mind a few mysteries
they can stay that way it’s fine by me
and you are another mystery i am missing

It takes so much out of me to pretend

maybe, I need to see the daylight
to leave behind this half-life
don’t you see I’m breaking down

Lately, something here don’t feel right
this is just a half-life
is there really no escape?
no escape from time
of any kind

come on lets fall in love
come on lets fall in love
come on lets fall in love
again……

The Hopeless Romantic Traveler – Getaway to Middle East (Track 3 – End of Trip)

[Previously on The Hopeles Romantic Traveler: Getaway To Middle East, Discover Dubai, catatan perjalanan gue seminggu kemarin di Timur Tengah ]

 

No matter what happens, travel gives you a story to tell – Jewish Proverb

 

26 November 2011. Emirates Lounge. 00.00

 

The Emirates Business Class Lounge

 

Akhirnya sampai juga pada tujuan akhir sebuah perjalanan: pulang.*

 

Beberapa jam lagi gue akan balik ke Indonesia dan seharusnya gue tidur kayak temen gue yang udah pulas di sofa di samping gue. Ah ngga mau, gue mau menikmati 4 jam terakhir gue di Dubai, mengenang kembali apa yang sudah gue lewati dan pelajaran yang gue dapat selama di Middle East ini.

 

Moving Up for Moving On

 

And love, It’s not the easy thing, the only baggage that you can is all that you can’t leave behind- U2

 

I was moving up to the Top of Khalifa with a high speed lift, dari lantai dasar menuju lantai 124 yang hanya memakan waktu 1 menit saja. Sumpah. Gue ngga bohong. Gue nyalain stopwatch untuk test apa benar cuma 1 menit. Jeng-jeng. Semenit tepat. Keren kan.

 

Lebih keren lagi karena gue bisa naik sampai puncak tertinggi itu karena keberuntungan gue yang tiba-tiba dihubungi salah satu klien gue yang ternyata sedang ada dinas di Dubai juga. Dia seorang bule yang sudah lama di Indonesia dan sangat cinta Indonesia, terbukti dengan menikahi perempuan Solo. Well, yang gue maksud itu kota solo ya, bukan solo = single. Yakali ada yang sensi denger kata berbau single kayak solo, sendiri, eka, tunggal (itu gue sih sebenernya :p)

 

Si bule ini punya teman yang tinggal di apartment Burj Khalifa. Dia orang Indonesia yang jadi expat di Dubai yang so pasti gajinya aduhai sampai mampu menyewa apartment seharga 500 juta per tahun. Cerita ini akan jadi a happy ending fairytale kalau misalnya si Mas Expat ini masih muda dan single terus kenalan sama gue di Burj Khalifa, saling jatuh cinta, menikah, dan hidup selamanya bahagia di Dubai (dan gue yakin lo semua pasti ngarep endingnya begini kan waktu baca part 2, hayo jujuuuur, jujuuuur?). Damn right you Katy Perry, my love story is not like the movies, cinematic and dramatic with the perfect ending.

 

Burj Khalifa ngga cuma jadi saksi sejarah shooting Tom Cruise di Mission Imposible: Ghost Protocol tapi juga jadi saksi sejarah proses move on-nya gue (Cih. Sapa gue?). Thanks to si Bule dan Mas Expat yang bisa bawa gue juga ke Balkon dari Burj Khalifa ini. Hanya penghuni gedung ini yang punya akses ke lantai 76 di mana di sinilah terdapat balkon yang luas banget sampai ada kolam renang dan jacuzzi. Dan bayangin aja anginnya gimana dari lantai 76 itu, kenceng banget, kali ini gue mensyukuri punya tubuh (biar kedengaran halus) ngga kurus karena bisa mental kali ketiup angin. Di balkon ini gue bukan menikmati udara malam sambil jacuzzi-an sih ( I wish…) tapi disinilah titik dimana gue merasa, This is it! I have to move on, starting from here.

 

The Balcony of Burj Al Khalifa (76th floor)

Burj Al Khalifa from 76th floor

The Jacuzzi in the Balcony

 

Terus gimana ceritanya proses move on gue itu kakaaak? Wait for it**. Sebelum gue lanjutin cerita Burj Khalifanya gimana kalau gue cerita dulu tentang Safari Desert? (senyum licik)

 

I Heart Desert

 

I think I deserve something beautiful – Elizabeth Gilbert, Eat, Pray, Love

 

Yup, sesuatu yang indah, gurun misalnya 🙂

 

Setelah malam di Khalifa itu gue bangun pagi keesokannya dengan perasaan yang jauh lebih baik. Kenapa? Pilihan jawabannya:

(a) Ketemu Tom Cruise di Burj Khalifa (menurut lo?)

(b) Berhasil ngelupain dia dalam semalam sih (kalau ada yang bisa begini gue rela resign dari kantor gue sekarang terus kerja dan menetap di Dubai, lah itu sih mau lo mi)

(c) Kedua jawaban di atas benar

(d) Kedua jawaban di atas salah

 

Gue excited banget pagi itu karena siangnya gue mau Safari Desert. No matter how sad you are, the world doesnt stop for your grief. Akan selalu ada hal yang bisa buat lu happy qo, bahkan setelah sedih berat sekalipun. Karena lo mo terus sedih atau senang, lo pilih sendiri. “Gue pilih senang dan hari ini akan bersenang-senang di gurun. Yeay!” batin gue saat itu.

 

Kursus gue berakhir hari kamis (karena mulainya minggu, ingat kan) dan hanya setengah hari, sengaja diatur oleh penyelenggara agar peserta punya waktu lebih untuk menikmati Dubai sebelum kembali ke negara masing-masing. Tiket sendiri sudah kami pesan beberapa hari sebelumnya jadi kami hanya menunggu dijemput oleh supir yang akan membawa kami ke gurun.

 

Kendaraan yang datang jemput kami sebuah jeep, sudah ada satu peserta tour disitu, orang Afganistan. Iya, negaranya Osamma Bin Laden, Masya Allah, dalam hati gue sempet waswas gitu, duh, jangan-jangan anggota jaringan Al Khaida yang lagi misi bom bunuh diri di tengah gurun nanti. Oh please gue emang udah suka banget sama Dubai tapi ya ngga mau juga mati disini, apa lagi jadi korban teroris. Amit-amit.

 

Untungnya itu cuma pikiran si devil side of me aja, bapak asal Afganistan ini hanya penduduk biasa qo. Dia akhirnya banyak bercerita tentang kondisi mencekam di negaranya, yang ngga penting juga ya gue ceritain di sini.

 

Dari hotel kami kemudian masih menjemput 2 orang lagi. Ternyata suami istri dan dari jauh aja gue udah bisa nebak mereka orang melayu juga. Benar, ibu dan bapak peserta tour safari desert bersama kami ini asal Singapura. Baguslah jadi di perjalanan kami ngga melulu harus make bahasa inggris. Setelah 5 peserta lengkap, supir kami, Musa, asal India segera membawa kami menuju gurun.

 

Gurun yang kami tuju sekitar satu jam perjalanan dari Dubai, saat itu sudah sekitar jam 4 sore. Jeep kami berkumpul di meeting point, masih pinggirannya gurun, sebelum aksi dune dashing (semacam off road) dimulai. Ada sekitar 10 jeep yang siap berkonvoi untuk off road menuju kemah di tengah gurun. Di kemah itu akan ada berbagai atraksi, naik onta, ski gurun, barbeque party, dan pertunjukan tarian tradisional sufi dan belly dancing.

 

Sun Set on the Desert

 

Gurun pasir buat gue eksotis dan indah. Menikmati matahari tenggelam di gurun suatu pengalaman ngga terlupakan banget, apalagi naik onta, saking nagihnya gue dua kali naik hehe. Minum yakult aja gue dua ya masa naik onta ngga dua juga (anjiiiis gue garing abis).

 

“Are you ready for massage ladies and gentlement?” Tanya Musa sebelum aksi dune dashing dimulai. Heh, ngga salah denger kan gue, qo pijat. Ternyata, aksi off road di gurun ini super dahsyat. Ngeri banget sebenarnya, gimana kalau mobilnya keguling, astaga, mobil sampai miring banget ke kanan, miring ke kiri, badan jadi ketarik-tarik sama seatbelt, makanya istilah Musa itu dune dashing ya serasa dipijat karena badan ketarik-tarik. Pijat pala lo Musa!

 

The Dune Dashing

 

Malam hari di kemah para peserta safari desert berkumpul bersama untuk menikmati tarian sambil barbeque party. Well mereka semua ini lah teman-teman gue saat di gurun, berpesta bersama, melupakan kesulitan hidup sejenak. Gue jadi ingat adegan di STC 2 ketika Carrie and the gank bersenang-senang di gurun, ah betapa hepinya yang dulu gue pikir party di gurun cuma bisa gue tonton di film, akhirnya bisa ngerasain sendiri. Lucky bitch!

 

Riding a Camel

The Belly Dancing Show

The Sufi Dancing Show

 

No matter who broke your heart, or how long it takes to heal, you’ll never get through it without your friends.- Carrie Bradshaw***

 

Take a picture with Abaya for 10 AED

 

Di gurun ini selain bisa foto menggunakan baju tradisional Abaya (pastinya gue foto dong), kita bisa juga make henna (seni lukis di kulit). Sama aja kayak pacar Arab tapi di kulit gitu, ya anggap aja tato ngga permanen. Kenapa gue semangat banget pengen make henna di kaki kanan gue, karena gue pingin nutupin luka di kaki gue.

 

Henna Painting

 

Gue dan dia memang ngga pernah pergi travel bersama, satu-satunya adventure gue sama dia adalah riding a motorcycle around the city. Wansn’t it romantic? Apalagi banyak banget kejadian lucu selama dibonceng dia, mulai ditilang polisi sampai ban bocor. Bahkan pernah ban bocor dua kali (itu karena tambal ban yang pertama ngga bener woi bukan karena keberatan gue!! )

 

Pernah dia mengajak gue ke Pasar Gembrong, kata dia pusat jual mainan besar di Jakarta, bagi gue, astaga antah berantah banget, jauhnya minta ampun mau beli mainan helikopter aja. Dan harganya hampir sama dengan harga sepatu gue, ngga habis pikir deh sama cowo, boys will be boys, they love toys.

 

Di pasar yang ramai dan banyak motor parkir sembarangan itu, ketika helikopter sedang dicoba abangnya, karena harus mundur menghindari helikopter terbang, kaki gue menyentuh knalpot motor. Awch! Sakitnya ngga sante. Panas. Dan lukanya masih ada dan divonis dokter akan berberkas seumur hidup meski selalu rajin dioles salep. Ah cinta ternyata ngga cuma meninggalkan luka di hati tapi juga di kaki (tsaaaah….). Di hati mungkin bisa hilang, tapi yang di kaki gue seumur hidup!

 

Paling ngga dengan adanya henna di kaki gue ini yang bisa bertahan dua minggu ke depan bisa nutupin luka yang selalu bikin keinget dia tiap kali gue liat.

 

In desert we can experience a sand ski, or even a sand golf . Going with you around the city, is like having a whole time trip of love. #rhyme

 

Shopping for Love

 

“Honey, Which one do you prefer to spend your money on? Traveling or shopping?”

“I prefer shopping while traveling (*wink*)”

 

Berburu oleh-oleh itu salah satu best part dari traveling. Gue paling suka mencari sesuatu yang unik-unik untuk gue bawa pulang, beli buat sendiri, keluarga, teman-teman, dan orang yang gue sayang. Di Dubai untuk cari souvenir oleh-oleh yang murah bisa di Deira Old Souk, pasar tradisional di dekat Al Ghubaibah Water Transport Station. Atau bisa juga di Souk Madinat Jumeira. Mall yang berisi toko-toko kecil yang menjajakan berbagai barang, dari pernak-pernik, baju, kain, perhiasan, dan lain-lain. Di Mall ini juga ada food hall dengan pemandangan Burj Al Arab. Kalau menjelang magrib gitu indah banget.

 

Deira Old Souk

Souk Madinat Jumeira

Inside Jumeira

The Burj Al Arab from Souk Jumeira

Duty Free of Dubai

 

Di Airport juga bisa belanja di Duty Free, tapi menurut gue sih so far, Duty Free di Singapore masih yang terbaik. Harga parfum yang gue denger murah di Dubai, ternyata hanya issue belaka. Huh.

 

Biasanya di setiap perjalanan gue, gue selalu excited nyari barang untuk dia. Always on top of my list. Dan betapa anehnya bagi gue barang yang dia mau pun tetep aja gue jabanin untuk nyari, meski kaki sampe sakit, gue ngga peduli.

 

Setahun yang lalu di Hongkong, gue beli kaos bertuliskan ‘Someone who loves me very much went to Hongkong and bought this for me’. Dan di Dubai gue kembali menemukan kaos yang sama, hanya diganti kotanya saja. Sempat berkecamuk saat itu, should I buy this for him? Sedih, semua gue beliin oleh-oleh kecuali dia. Atau gue tetap beli terus dititipin? Buat apa? Hfffft.

 

Dari semua oleh-oleh yang pernah gue kasih, yang paling berkesan adalah waktu gue ke Singapore (dari Hongkong tahun lalu gue lanjut ke Singapore), di USS gue beli replika piala Oscar bertuliskan ‘Sweetheart Award’. Gue ingat malam di saat gue kasih itu piala di kamar kos gue.

 

“Wiiih, seumur hidup belum pernah dapet piala, makasih ya mi”

“Dipajang ya :)”

“Eh, dengerin ini lagu deh”. Lalu dia memutarkan lagu lewat HP jadulnya (saat itu belum punya blackberry, maklum hehe).

 

 

Feel your breath on my shoulder

And I know we couldn’t get any closer

I don’t wanna act tough, I just wanna fall in love

As we move into the night I get crazy

Thinking how it’s gonna be with you baby

I don’t wanna play rough I’ve been loving you enough. Oh, baby

 

I wanna take forever tonight

Wanna stay in this moment forever

I’m gonna give you all the love that I’ve got

I wanna take forever tonight

Fill you up, fill you up with love

When we close the door all I need is in your eyes

I wanna take forever tonight

 

Bisa ketebak selanjutnya adegan apa? Cuci piring sodara-sodara, habis makan malam soalnya :p.

 

Dan betapa itu lagu punya efek yang mendalam buat gue. Pernah ngga di antara lo semua yang punya kenangan manis sekaligus pahit dalam lagu yang sama? Gue ngalamin di lagu Forever Tonight-nya Peter Cetera ini.

 

Setahun lebih setelah malam romantis itu, di malam gue memutuskan untuk meninggalkannya, perpisahan kami diiringi lagu yang sama. What a kebetulan, live music di Planet Hollywood saat itu menyanyikan lagu Forever Tonight, dan replika patung oscar yang menghiasi Planet Hollywood, it just reminds me about the sweetheart award. Oh God, are You trying to punish me with these fucking memories or what?

 

Inspired by the Palm, Dubai created the Palm Island. And i hope that in time, you’ll be out of my mind #rhyme

 

The Doors Are Closed

 

Traveling is not just seeing the new; it is also leaving behind. Not just opening doors; also closing them behind you. – Jan Myrdal

 

Selama seminggu di Dubai gue selalu menggunakan Metro kemana-mana. Ada dua jalur Metro, jalur hijau dan jalur merah. Stasiun Deira yang terdekat dari hotel gue ada di jalur hijau. Sedangkan tempat-tempat menarik di Dubai kebanyakan ada di jalur merah, jadi gue dan teman gue harus ganti kereta.

 

Ya Tuhan, kalau di Indonesia ngga akan pernah ada Metro atau MRT, maka ijinkanlah hambaMu ini pindah dan menetap di Dubai. Amiin.

 

Habisnya desperate gue sama keadaan jalanan di Jakarta yang macet, banyak bus rongsokan, kereta listrik yang banyak copet, taksi susah, motor berjuta-juta yang saling tikung, dengan kata lain kerja di Jakarta sudah cukup bikin stres, jangan tambahin gue dengan stres masalah cinta, halah.

 

Kata-kata yang selalu gue inget dengan jelas banget bahkan sampai sekarang adalah suara di dalam Metro ketika pintu menutup dan Metro segera bergerak ke stasiun berikutnya.

 

“Al-Abwaab Maqfuulah, The Doors are closed”

 

Gimana ngga keinget, setiap stasiun suara ini gue denger. Dalam sehari bisa bolak-balik sekitar 20 stasiun, artinya 20 kali mendengar kata-kata itu dalam sehari. Dikali 6 hari berarti 120 kali gue terus-terusan mendengar kata-kata yang sama.

 

Dan di akhir perjalanan gue di Middle East ini gue baru paham. The universe were trying to teach me from this ‘The doors are closed’ voice. Tutup mi, sudah saatnya masa lalu ditutup, dan buka pintu baru menuju masa depan.

 

Kembali pada kejadian malam di Khalifa, gue bersusah payah menggendong kenangan berat yang gue bawa sampai ke puncak tertinggi di dunia untuk membuangnya. Memangnya bisa semudah itu? Tidak sayang, siapapun yang mengatakan move on itu mudah berarti ia tidak sepenuhnya pernah mencinta.

 

Kenapa harus dibuang, yang benar adalah ditutup dan pergi. Kenangan hanya dibutuhkan untuk tau sudah sejauh mana kita meninggalkan masa lalu kita. Dan kenangan tidak akan pernah hilang kecuali lo hilang ingatan. Kenangan ada di tempat yang pintunya sudah kita tutup tapi selalu muncul kapanpun kita menutup mata. Biarkan dia muncul sesekali tapi jangan buat dia menguasai pikiranmu.

 

04.15. Suara terdengar di Emirate Lounge menginformasikan sudah saatnya gue boarding.

 

I’ve been on this incredible journey and i’ve seen and learned so much.****

 

Terutama konsep move on gue yang salah selama ini. Nikmatin aja proses move on, semakin dipaksa malah semakin susah, there’s a right time for everything, termasuk move on. Dan berbagai kisah gue di Dubai semakin meyakinkan gue akan keputusan gue yang sudah tepat. Keep on moving and you should only look back to see how far you’ve come.

 

Sungguh gue mensyukuri kehidupan yang pernah gue lalui bersama dia di samping gue. It was a journey though. And it was wonderful. But i cant get a new destinations by traveling the same tired road. Thanks for the adventure, my bestfriend, now go have a new one*****.

 

Watching ‘Up’ while flying

 

If we are truly meant to be, then we will find our way back to each other. It’s as simple as that.- Dawson’s Creek

 

Gue dan teman gue mulai melangkah dengan tentengan isi oleh-oleh kami menuju pintu keluar Lounge untuk segera menuju boarding room. Di pintu bertulis EXIT itu gue berhenti dan terdiam sesaat. Gue keluarkan dari saku boarding pass pesawat gue menuju Jakarta. Gue tarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya sambil bolak-balik menatap antara tulisan EXIT dan boarding pass gue.

 

EXIT

 

BOARDING PASS

 

Boarding Pass Dubai – Jakarta

 

I got the meaning.

 

The Exit of something is just a Boarding pass to somewhere new, somewhere better to pursue my true happiness.

 

Dengan langkah pasti gue melanjutkan berjalan keluar Lounge sambil bernyanyi kecil..

 

Oh yes, I am wise

But it’s wisdom born of pain

Yes, I’ve paid the price

But look how much I gained

If I have to

I can do anything

I am strong

I am invincible

I am woman******

 

Ps. I love you, but I love my self more 🙂

 

* Dari buku ‘Life Traveler’ oleh Windy Ariestanty

** Ucapan khasnya Barney di How I Met Your Mother (HIMYM). Kalau lo penggemar HIMYM pastinya udah biasa dong dengan alur cerita yang dibolak-balik.

*** Kata-kata ini diucapkan Carrie di salah satu adegan di gurun STC 2

**** Apa aja yang gue lihat di Middle East sudah gue ceritakan di Track 2

***** Terinspirasi dari film favorit gue ‘Up’, di perjalanan pulang di pesawat gue nonton film ini lagi

****** Lagu yang dinyanyikan Carrie cs di STC 2, ketika sedang menikmati party di Abu Dhabi

 

 

In one word, i can summarize my Middle East Getaway: Awesome.

The Hopeless Romantic Traveler – Getaway to Middle East (Track 2)

[Previously on The Romantic and Hopeless Traveler: Getaway To Middle East, kisah awal dibalik getaway-nya gue ke Timur Tengah]

 

The snow falls down in Mall of Emirates, the sun sets in Jumeira Beach Park. You’re just my past, that i try hard to not keep on looking back. #rhyme*

 

But i do still remember, in every detail.

 

[5 November 2010. Di perjalanan menuju Jakarta]

Menatap ke luar jendela taksi sambil tersenyum. Ya Allah, terima kasih untuk keberanian yang Kau munculkan padaku hari ini sehingga aku dapat melakukan perjalanan ke Hongkong  besok dengan pikiran tenang.

 

Notifikasi YM muncul di layar blackberry gue. Chat dari dia.

 

“Mi, makasih ya udah jauh-jauh dateng, seneng banget”

“Haha, 3 jam perjalanan hanya untuk 1 jam ketemu , maluuu x_x”

“:)”

“Ah udah kangen duluan nih, mau pergi lama akunya, nanti tetep kontak-kontak oke”

“Halah, cuma seminggu aja kali, sebentar itu, have fun ya di sana. Sekarang hati-hati di jalan”

 

[18 November 2011. Di perjalanan menuju Dubai dari Abu Dhabi]

Tidak ada lagi percakapan antara gue dan dia yang menemani perjalanan gue di malam hari. Now and then. Dan gue pun tertidur pulas di bus.

 

Discover Dubai

 

The voyage of discovery is not in seeking new landscapes but in having new eyes. – Marcel Proust

 

Dulu waktu temen gue Dendi pulang dari traveling 9 hari 3 negara setelah patah hati gue pernah tanya, “Lalu, setelah akhirnya nekat backpacking, sakit hati lo ilang den? udah bisa move on?” Dendi ngga langsung jawab, dia hanya bilang “jawabannya ada di The Nekad Traveler mi” **

 

Beberapa minggu setelah itu, Dendi ngga terlihat galau lagi, terlihat semangat, meskipun ngga bisa bohong, belum 100% move on (bener ngga den?). Satu hal yang gue salut dari Dendi, kehilangan seseorang ngga bikin dia lantas kehilangan selera humor. Sama kayak gue sih, ngga kehilangan selera makan :p

 

Lalu apa sih yang didapat dari bepergian sampe banyak orang yang memutuskan untuk travel sebagai salah satu cara untuk move on? Apa tujuan the brokenhearted people melakukan traveling? Runaway from life’s problem? No darling.

 

Tiap orang punya motivasi yang beda sih. But for me, I need something new. I want to see different things, so I can restart my life.

 

Gue butuh hal-hal baru yang ngga pernah gue lihat, tau atau dapat sebelumnya. Ngga cuma tempat, tapi juga budaya, sosial life, atau apa saja yang berbeda, ya seperti di Timur Tengah ini (tapi ngga sampai muluk-muluk pingin dapat pacar baru sih di sini).

 

Dan memang banyak hal baru yang gue temui di Land of Arabia ini.

 

Pertama. Desert. Yang ada gurun cuma di Arab, Jenderal. Jadi belum ke Arab namanya kalau belum main ke Gurun. Safari Desert mungkin wisata paling laris manis di Dubai. Menikmati sunset di pantai udah biasa, kalau di gurun baru luar biasa. Everybody wants to walk on desert. Everybody wants to ride a camel.

 

On the sands of Desert

 

Kedua. Everybody’s working on Sunday. Have i told you lately that in Arab, Sunday is Monday? Yup, hari pertama dimulai dengan hari minggu. Jadi aktivitas kerja, bisnis, sekolah dll dilaksanakan pada hari minggu. Hari Jumat dan sabtu adalah hari libur karena jumat harinya para cowok untuk melaksanakan ibadah jumat. So in Middle East, we will never hate Monday.

 

Ketiga. Glamour in black. Gue di Dubai ini dalam rangka kursus dan kebetulan pesertanya mayoritas berasal dari Abu Dhabi serta kebanyakan wanita. Gue dan teman gue satu-satunya orang Asia di Dubai. Ada 5 wanita muda asal Abu Dhabi yang semuanya fresh graduated, mereka kerja di perusahaan oil company terbesar di Abu Dhabi. Sesuai tradisi, selama kelaspun mereka semua memakai abaya hitam dan nyaris gue ngga bisa membedakan kelimanya. Di pikiran lo pasti mereka berlima ngga fashionable banget dengan jubah hitam yang setiap hari mereka kenakan.

 

No guys they’re not!

 

Mereka tetap bisa tampil gaya. Abaya hitamnya bermacam-macam hiasannya dan keliatan mewah serta elegan. Yang bikin gue dan teman gue shocked dan jadi bertanya-tanya berapa sih gaji mereka, setiap hari tas mereka ganti dan gue bisa liat jelas merk tasnya ya. Longchamp, DKNY, LV, etc. Pertanyaan kedua, itu KW super apa asli (kalau pertanyaan ini terlontar beneran bisa langsung dideportasi kayanya gue sama mereka).

 

We should learn from Arabic women that you can be still looked fabulous without breaking the tradition.

 

Keempat. No photo please. Cewek-cewek Arab ngga mau difoto! Astaga, can you imagine live without photo? Oke informasi keempat ini relatif ya, mungkin buat kalian ngga penting banget, tapi buat gue yang kadar narsisnya setinggi jambul Syahrini jelas bikin shocked.   

 

Kelima. Most of everything. Dubai itu perwujudan manusia banget. Ngga ada puasnya. Dia kalau buat sesuatu mesti yang ‘ter’. Dubai mengklaim memiliki mall terbesar di dunia (Mall of Dubai), gedung tertinggi di dunia (Burj Khalifa), Hotel termahal di dunia (Atlantis Hotel), bendera terbesar di dunia, pasar terbanyak di dunia (yang ini karangan gue, habisnya banyak banget pasar tradisional disini, disebut ‘souk’, ada gold souk, spicy souk, old souk dan masih banyak lagi)

 

World’s Biggest Mall   Atlantis Hotel. Dubai.  Burj Al Arab

 

Rata-rata semua yang menarik di Dubai itu ‘Man-Made’. Maksudnya Dubai ini kalau ngga ada gedung-gedung atau atraksi yang bikin kita berdecak kagum ya ngga ada apa-apanya. Siapa yang sangka kota yang tadinya gurun bisa disulap jadi semetropolis ini. Kalau lo tipe orang yang lebih suka menikmati keindahan hijaunya alam, di Indonesia banyak.

 

Dubai juga kreatif membuat sesuatu yang menarik para turis untuk datang, misal dinner di cruise di sepanjang Dubai Creek. Di Dubai juga ada salju, tepatnya di Mall of Emirates. Mirip-mirip snow world tapi luas banget, dan kita bisa main ski di situ, ada kereta gantung juga, serasa di Swiss lah kira-kira (yakali udah pernah ke Swiss).

 

Sky Dubai at Mall of Emirates

 

Untung saja menjelajahi Dubai melihat hal-hal baru lebih mudah dibanding Abu Dhabi, karena sistem transportasi Dubai sudah canggih. Mereka punya Metro***. Dari hotel kami menuju stasiun terdekat untuk menuju tempat – tempat yang ingin kami kunjungi. Jalur metro ini hanya ada dua dan ngga sulit, jadi gue dan temen gue hanya bermodalkan peta dan itinerary yang sudah kami prepare di Jakarta ngga mengalami kesulitan berarti di sana.

 

Deira Station, the nearest from my hotel.    Waiting for the next metro.

 

Seminggu trip gue di Dubai diawali dengan mengunjungi Mall of Dubai. Di mall ini ada aquarium raksasa macam seaworld dan underwater zoo. Sama aja dengan di negara lain qo hanya lebih besar aja. Yang paling gue suka di sini adalah nonton pinguin-pinguin jalan berbaris dan kemudian satu persatu loncat ke air terus berenang. Ah qo gue ngerasa damai liatnya. Gue minta difotoin sama temen gue dengan latar si pinguin yang lagi renang dan hasilnya bener-bener jadi foto favorit gue banget. Si pinguin seperti mau cium gue! Ahaha apa gue keliatan segitu kangen diciumnya? (should I answer this question? No? Oke bye)

 

He tried to kiss me 🙂

 

Selain aquarium yang menarik di sini adalah dancing fountain yang besar banget dan bagus banget (maap-maap nih, yang di GI kalah banget hehe). Tiap jamnya si air menari dengan gaya yang berbeda dan musik yang beda.  Dan waktu gue nonton, lagunya shit banget, Time To Say Goodbye-nya Andrea Bocelli. Bahkan Dancing Fountain aja mendukung proses move on gue. What a mestakung (semesta mendukung)!

 

The View of Dancing Water Fountain from top

 

Oke gue bohong. Water fountain di GI bagi gue tetap lebih bagus dari di Dubai karena gue dan dia pernah sama-sama menikmati pertunjukan itu. Hari itu bertepatan dengan ultahnya dia. Gue yang ajak dia ke GI. Kami merayakan ultah dia dengan makan, main fun zone kayak jaman SD dulu main di Time Zone (ketauan banget gue anak 90-an yang pernah hobi ngumpulin tiket timezone untuk dituker sama bermacem hadiah), karoke berdua, main rafting, dan photo box (ngga usah menghina deh, kalau kangen photobox yang unyu-unyu gitu gih sana ke GI). Terakhir gue bawa dia nonton water fountain. Itu pertama kalinya dia liat dancing water sampai terkagum-kagum. Gue ngga akan pernah lupa setelah itu dia menuliskan ‘birthday thanks especially for Mia’ di status facebooknya. You’re Welcome 🙂

 

Oh crap, kenapa setiap tempat di Dubai masih mengingatkan gue sama kenangan manis. Raga gue memang di Dubai, tapi hati gue sepertinya masih tertinggal di Jakarta. Super crap!

 

When you’re on trip to somewhere but you’re heart isn’t totally traveling with you, it’s probably that your heart is still jetlagged.

 

Sailing over Dubai’s Creek

 

I’m not afraid of storms, for I’m learning to sail my ship. – Louisa May Alcott

 

Going along Dubai creek with boat & enjoying the evening sky could be romantic thing if you were with your lover. Astaga udah beberapa hari di timur tengah tapi hati gue masih jetlagged aja.

 

Gue inget sama tekad awal gue pergi ke Dubai, ini perjalanan pertama gue tanpa dia di sisi gue. Before Dubai, every traveling is a-wish-you-were-here-trip. Setiap gue pergi ke suatu tempat yang bagus gue selalu berdoa dalam hati “Seandainya dia ada di sini, suatu saat kita akan kesini ya. Amiin”

 

Sekarang, ngga ada gunanya lagi. Gue jauh-jauh sampai sini untuk meyakinkan diri gue kalau keputusan gue untuk pergi melepaskan hal-hal yang hanya membuat gue sedih sudah tepat. Lebih baik menjauh daripada memaksakan kebersamaan dengan orang yang hatinya ngga pernah bersama kita kan. Gue anggap masalah pathetic gue ini kayak badai, ya sih badai pasti berlalu, tapi kan kita ngga bisa diam aja nunggu badainya berhenti, gue harus belajar untuk terus berlayar mengarungi bahtera kehidupan (sounds wrong ngga sih? or sounds like Mario Teguh?)

 

So here we go. Gue dan teman gue pergi ke Al Ghubaiba Water Transport Station untuk menikmati kota Dubai di malam hari, menelusuri Dubai’s Creek menggunakan perahu kecil yang disebut Abra. Abra ini sebenarnya alat transportasi seharga 1 Dirham**** yang digunakan untuk menyeberangi sungai. Tapi karena unik dijadikan daya tarik wisata juga oleh Dubai. Ancol mana Ancol?

 

 

Al Ghubaiba Water Transport Station   Agra (boat)

 

 

Puas mengarungi Dubai’s Creek gue mengelilingi pasar tradisional yang terletak di dekat dermaga. Deira Old Souk yang mengingatkan gue sama tayangan bulan puasa tentang sejarah Nabi, yang menggambarkan kota –kota di arab jaman dahulu yang bangunannya sederhana tapi tinggi dan tak beratap juga banyak pohon palm-nya.

 

Deira Old Souk

 

Di pasar itu dijual berbagai barang untuk oleh-oleh. Kami berdua sempat istirahat sejenak di restoran sambil mengisap shisha untuk kemudian lanjut hunting barang-barang unik di pasar ini.

 

Shisha-ing at Deira Old Souk

 

Guess what? Gue menemukan sepatu yang diborong di pasar tradisional Abu Dhabi sama Carrie di STC 2! Sepatu flat hand-made dengan rajutan khas timur tengah. Tapi gue ngga kayak Carrie yang borong semua sepatu di toko itu ya, satu aja gue nawarnya setengah mati. Sepatu yang model-model begitu di Ambasador paling mahal juga 50 ribu udah dapet. Ini dijual 250ribu paling murah sama si penjual asal India. 15 menit gue nawar akhirnya dapat harga 150rb. Horeeee!

 

Sepatu yang dibeli Carrie di STC 2

 

Top of the world

 

 Your love puts me on the top of the world. – The Carpenter (Top of The World)

 

Allah bener-bener cinta sama gue. Ngga ada habisnya gue bersyukur sama lagi-lagi keberuntungan yang gue dapet. Puncak keberuntungan gue di Dubai adalah bisa berada di puncak tertinggi dunia. Masuk ke Burj Khalifa for free!

Gue sama temen gue emang ngga niat untuk masuk ke Burj Khalifa mengingat harganya yang mahal. Tiketnya seharga 400 Dirham atau sejuta! Kalau mau beli jauh-jauh hari katanya sih bisa dapet 100 Dirham (Rp250,000). 1 tiket untuk menaiki lift langsung menuju ke lantai 124. Di lantai tertinggi tersebut bentuknya lounge, jadi gedung tertutup, ngga seperti Macau Tower yang terbuka. Ya emang harus tertutup lah ya, nanti kalau ada yang bunuh diri gimana coba? Eh tapi apa ada yang mau bayar sejuta untuk bunuh diri? Demi gengsi barangkali.

 

Dan di gedung tertinggi ini adalah titik dimana gue ngerasa this is the right time untuk bertekad move on se move on-nya. Karena di kasih jalan banget yang tadinya ngga niat masuk tapi beruntung gue ketemu seseorang di sana yang baik hati yang bikin gue bisa naik ke Burj Khalifa dan melepaskan semua beban yang ngeganjel di hati gue.

 

 

Gimana bisa? Penasaran?

 

Dubai has the tallest Burj, also has the exotic desert. The story will be continued, to the next part. #rhyme

 

World’s tallest tower

 

*       Hashtag di twitter yang dipopulerkan oleh Fatima Al Kaff dan Dwika Putra, bermain kata-kata yang berirama

**     Ayo yang belum baca The Nekad Traveler silahkan diintip Facebooknya Dendi 🙂

***   Semacam MRT (Mass Rapid Transportation) di Singapore

**** 1 Dirham senilai kurang lebih Rp2,500,-