Hair Cut

Perhatian:
Tidak disarankan membaca tulisan ini dengan diiringi alunan lagu Wracking Ball-nya Miley Cyrus.

A woman who who cuts her hair is about to change her life. – Coco Channel

Yap, untuk memulai kehidupan baru gue di 2014 ditandai dengan potong rambut. Sebenarnya emang karena rambut gue yang sudah makin banyak rontok dan ujungnya yang agak kelihatan bercabang sih.

Selama 2013 kemarin gue mempertahankan rambut gue, sama sekali enggak dipotong (kecuali poni) demi memiliki impian punya rambut panjang sepunggung. Bayangin aja ya, satu tahun gue menunggu dan apa yang terjadi? Rambut gue malah rusak. 

Padahal kata hair styler, kalau mau rambutnya mudah panjang mesti sering dipotong ujungnya yang ‘mati’, jadi bisa memancing pertumbuhan. Hal itu juga sudah gue lakuin dan tetap saja rambut gue enggak bisa panjang lagi. Lima senti meter lagi aja menuju panjang rambut impian gue tapi tetap enggak bisa. Dan sudah satu tahun lho, catat, SATU TAHUN!

Emang nih, rambut gue sepertinya sudah mentok. Sama kayak hati gue…

EAAAAAA.

Menjelang penghujung tahun 2013 kemarin, gue iseng ke salon di Plaza Senayan. Niatnya cuma mau rapihin aja karena gue masih keras kepala (dasar taurus) untuk mempertahankan rambut panjang gue. Resolusi punya rambut sepunggung yang gak kesampaian di 2013 ceritanya mau gue lanjutin di 2014.

Karena salon di PS ini bukan salon langganan, jadi gue asal saja memilih hair styler yang akan merapikan rambut gue. Baru aja memegang beberapa helai rambut gue, dia sudah komen begini.

“Rambut kamu tuh tipis dan halus. Makanya rontok, dipanjangin sih. Maksimal tuh biar tetap sehat ya sebahu aja, boleh lah lebih sedikit.”

Bengong lah gue. Sebahu? Hellooo, not even in my wildest dream. Gue sahutin aja komen si Mbak itu.

“Yah, saya maunya punya rambut sepunggung. Udah setahun nih manjangin, tapi kok sepertinya mentok ya.”

“Ya seperti kata saya tadi. Rambut kamu enggak mampu lagi tumbuh lebih panjang, karena enggak sehat. Akhirnya malah jadi rontok. Dipotong sebahu aja ya?”

ENGGAAAAAK MAUUUUU.

“Kamu pilih mana? Panjang tapi enggak sehat atau pendek tapi sehat? Kamu enggak sayang ya sama rambut sendiri dibiarin enggak sehat begitu?”

DEG!

Ucapan dia sedikit menampar gue. Enam puluh detik kemudian membawa gue pada titik yang akhirnya membuat gue sadar. Ternyata, selama 2013 ini gue sudah mempertahankan sesuatu yang salah.

Setahun gue menunggu rambut yang bisa panjang sepunggung dan hasilnya tidak sesuai harapan.

Setahun, sejak awal membuka lembaran 2013 bersamanya di samping gue-seseorang dari masa lalu yang kembali lagi ke hidup gue- gue menunggu keajaiban dia akhirnya akan menjadikan gue bagian dari masa depannya. Menunggunya dengan sabar untuk meresmikan hubungan kami ke jenjang lebih serius.

Di telinga gue, suara si Mbak salon yang mengatakan sel rambut gue sudah rusak sehingga enggak bisa panjang lagi bergantian dengan suara si dia yang menyatakan bahwa gue enggak bisa menjadi calon isterinya. Dia sudah sangat yakin dengan keputusannya itu, kalau kami hanya bisa menjadi sepasang sahabat.

Gue sudah memaksakan sesuatu yang tak mungkin. Lalu, apa lagi yang masih gue tunggu?

Rambut gue sudah rusak, serusak hati gue karena kenyataan pahit bahwa punya rambut panjang dan menjadi isterinya itu hanya mimpi belaka. Mimpi yang tak akan menjadi kenyataan dan sudah seharusnya enggak boleh lagi gue teruskan di kehidupan baru gue.

Lima senti meter lagi aja menuju panjang rambut impian gue tapi tetap enggak bisa. Me and him, we’re just a breath away. So close yet so far. Gue masih tak mampu merebut hatinya. 

In the end, all the things that matter is how to gracefully let go of things not meant for us. No?

“Oke, Mbak. Aku siap dipotong rambutnya.” Ucap gue dengan mantap. 

Image

I’m ready to let you go.

Akhirnya, pergulatan gue selama setahun untuk mempertahankan atau melepaskan selesai sudah. Keputusan yang gue pilih atas dasar kesayangan gue pada diri sendiri. Gue enggak boleh membiarkan rambut gue jadi makin tidak sehat. Begitu pula dengan hati gue.

Image

Happy new year everyone. May 2014 be your best ever.

Advertisements

7 thoughts on “Hair Cut

  1. sama saya juga baru potong rambut nih. alasannya juga sama, karena rambut saya tipis dan rontok jadi gak cocok berambut panjang. saya sih emang selalu suka berambut pendek lebih keliatan seger aja gtu.

    Like

  2. Gue sebagai cowok sih lebih suka liat cewek rambut panjang, apalagi kayak raisa gitu lebih cantik aja bawaannya , juga anggun kalo dipandang

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s