Semesta Menikung: Doa yang tak terkabul di 2011

Akhir tahun adalah saat dimana sebagian banyak orang berbondong-bondong untuk merayakan pergantian tahun baru. Ada yang memilih dengan hura-hura, ada juga yang memilih untuk merenung dan memeriksa ulang resolusi yang dibuat di awal tahun. Yang kedua sih paling banyak dipilih sama jomblo. Termasuk gue. Hehe.

Ternyata, gue ngga buat resolusi di 2011, jika yang dimaksud resolusi itu adalah daftar pencapaian yang diinginkan di tahun 2011. Saat itu gue hanya punya satu doa spesifik dan ngga muluk-muluk, yaitu ada kejelasan tentang hubungan gue dengan seseorang. Berikut activity log gue di 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2011:

Twitter

Friday, 31st of December.

19:54:42 Years come n go..but that made 2010 so special is U ({})

22:36:31 Hiiiks dia sakit thn br gini 😦

Status FB 31 Dec 2010

Saturday, 1st of January.

00:21:54 Happy Nu Year everybody! May 2011 to be good to you 🙂

00:24:48 Merayakan detik2 pgantian tahun sm sayangkuu..meski by phone..so happy. Nothing can beat this feeling..

00:26:55 Smoga 2011 ad jalan buat kita y @arhacksoft. Thanks for sharing this wonderful night with me.Love U always :*

Status FB 1 Jan 2011

Setahun kemarin, gue merayakan tahun baru di rumah, dia di rumahnya, tapi kami telpon-telponan, saling bertukar cerita dan mengucap doa. Doa kami berdua, semoga hubungan kami akan baik-baik saja. Apalagi di 2011 kami akan bekerja di satu gedung yang sama, ah gue senang banget membayangkan akan ketemu dia setiap hari, pulang kantor bareng, indah kan. Gue ingat banget menanyakan hal ini sama dia, “hanya 2 hal yang akan terjadi di 2011, aku ninggalin kamu, atau kamu yang ninggalin aku”. Lalu jawabnya saat itu, “jangan mikir negatif, kita akan sering ketemu tahun depan kan, apapun bisa terjadi” Jawabannya saat itu gue pegang sebagai janji, janji indah yang hanya tinggal janji.

Semesta telah menikung semua khayalan, angan, dan harapan gue. Doa sederhana yang gue ucapkan di malam pergantian tahun itu tak terkabul juga selama 2011.

Masih di bulan pertama di 2011, dunia gue berasa runtuh. Jawaban atas doa gue adalah: Tidak. Seseorang yang gue sayang itu memutuskan menyerah dan dia tidak dapat lagi memaksakan hatinya. Lebih baik jujur daripada semakin melukai gue. Lalu apa arti doa kami bersama di malam tahun baru itu? Bayangan gue kalau kami akan menghabiskan waktu setiap hari di 2011 hancur seketika, hanya seminggu sebelum kami berdua akan bekerja di gedung yang sama.

Tak menyerah begitu saja gue datangi rumahnya, karena gue ngga bisa menerima keputusannya lewat telepon. Gue masih berharap dia akan iba melihat gue datang dan berubah pikiran. Jawabannya tetap tidak, dia mengantarku pulang, dan di tengah jalan, gue kehilangan 3 handphone gue sekaligus. Ini yang namanya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Apes.

Mencoba untuk move on lalu gue berusaha dekat dengan cowo lain. Tercatat dalam sejarah 2011 gue dalam kurun kurang dari 2 bulan, Februari-Maret, ada 3 cowo yang sempat dekat. Dari ketiganya ada satu yang sebenarnya mudah banget bisa jadi pengganti dia, perhatian, rajin telpon dan BBM, dan puncaknya merencanakan pernikahan dengan gue dalam 4 bulan ke depan. “Aku yakin sama pilihan Makcik” Katanya. Memang benar kata orang, jatuh cintalah ketika siap, bukan ketika sendiri. Gue sadar 3 cowo ini hanya gue jadiin pelampiasan dan cara move on gue. Dekat dengan mereka malah membuat gue sadar masih sayang sama dia. Gue ngga mau nyakitin dengan harapan palsu jadi gue putuskan melepas ketiganya satu persatu.

Lalu apa yang terjadi, gue kembali dekat sama dia. Satu gedung kantor membuat hubungan kami masih baik-baik saja memang. Dia masih sering mengajak gue sarapan bareng atau hanya menemaninya merokok. Tetap dekat dengan dia membuat gue kembali berharap tapi jauh dari dia merupakan suatu yang ngga mungkin juga. I had an addiction of being around him.

Prinsip gue saat itu adalah ‘let it flow’, biarlah berjalan begini adanya, yang penting tetap bersama. “Sampai kapan mi?” Beribu-ribu pertanyaan ini terlontar dari teman dan keluarga gue. Gue hanya terus berdoa sama Tuhan agar jawaban atas pertanyaan itu segera muncul di 2011, masih ada beberapa bulan lagi, gue optimis.

It scares me sometimes how time flies so fast and nothing changes.

Hari demi hari berganti, bulan demi bulan, lalu gue mulai takut, tak juga ada perubahan. Hati dia ngga juga terbuka untuk gue, dan gue tetap di sisinya sebagai sahabat baiknya. Pergi berdua dengannya, makan bersama, nonton film, dan banyak hal lainnya. You know what, the worst way of missing someone is sitting next to him knowing that you can never have him. Berkali-kali dia menegaskan hanya bisa berteman ternyata tidak membuat gue berhenti berharap dan terus berjuang. Satu persatu teman gue dan keluarga gue mulai mendukung. Mereka bisa melihat ketulusan dan usaha gue, serta betapa bahagianya gue ketika bersama dia. Bahkan batupun lama-kelamaan bisa bolong dijatuhi air hujan setiap hari, bukan?

Dan kedok pertemanan antara gue dan dia penuh lika-liku di tahun 2011, pertengkaran yang disebabkan tidak bisanya gue memisahkan cinta dan persahabatan. Delete BBM dan block Twitter juga pernah kami lewati. Berkali-kali dia push gue, gue selalu mengejar dia untuk memohon hanya sekedar berteman. Berkali-kali juga gue berusaha meninggalkannya tapi ada saja yang membuat kami kembali bersama. Kami mungkin sama-sama berlindung dibalik persahabatan, gue berharap hati dia akan terbuka sama gue dan dia ngga mau memutuskan persahabatan dengan sahabatnya ini.

Gue sadar berada di zona aman, masih bisa dekat dengannya karena dia belum bertemu dengan cewe lain. Dan ketika itu terjadi gue seperti ditampar oleh semesta yang menikung gue lagi. Ini merupakan titik dimana gue harus menerima bahwa mau seberjuang seperti apapun perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan. Teori batu yang bisa hancur karena hujan tidak belaku pada dia. Dan itu pedih sekali, Kakak. Entah sudah berapa banyak air mata ini berjatuhan sepanjang 2011. Sometimes I wish you could die a little each time when I cried. Gue ngga bisa terus-terusan begini, menunggu sesuatu yang gue tau ngga mungkin terjadi lalu melakukan perbuatan demi meyenangkannya di saat gue tau sudah ngga ada artinya lagi. Kali ini gue harus tegas, untuk melindungi hati gue sendiri gue memutuskan meninggalkannya. Being stranger is best for us.

Dan selama benar-benar menjauh dari dia, gue banyak belajar memahami semua hikmah dibalik kejadian ini dan kenyataan bahwa dia tidak mengerti maksud gue meninggalkannya. For every ‘get lost’ there is ‘please fight for me’. Dia malah membiarkan gue pergi dan gue sadar gue ngga berarti apa-apa baginya. Lalu buat apa lagi gue mempertahankan rasa sayang gue. Ya Tuhan, demi apa gue bisa-bisanya bertindak bodoh menyakiti diri gue sendiri sekian lama. Enough. It’s enough I let my self be colonialized by my love towards him.

Gue akhirnya tau, mengapa gue sulit move on. Karena ada beberapa pertanyaan yang belum juga terjawab, pertanyaan yang menghantui gue sepanjang tahun ini. Jika tidak berjodoh lalu mengapa dia malah berjarak dekat dengan gue? Kenapa gue ngga kaya orang lain yang bisa move on dengan mudah karena berjarak jauh? Tuhan tidak akan memberikan masalah kepada hambanya melampaui batas kemampuannya. Jadi, melewati hari-hari seumur hidup gue bekerja di satu atap dengan cinta gue yang bertepuk sebelah tangan ini apa ngga berat? Bagaimana gue bisa? Mengapa Tuhan begitu optimis gue bisa melewatinya? Mengapa dia ngga pernah berpikir bahwa gue adalah hadiah dari Tuhan dalam hidupnya dan mencintai gue adalah caranya berterimakasih pada Tuhan? Mengapa? Beberapa pertanyaan mungkin memang lebih baik dibiarkan tak terjawab.

Seakan ngga cukup dengan cobaan masalah percintaan gue, Tuhan memberikan ujian pada gue sebelum naik kelas. Seorang yang gue pikir teman baik hampir melecehkan gue. Merasa tersinggung gue ikuti permainan dia, buat dia penasaran sama gue, lalu gue adukan ulahnya pada keluarganya. Dia marah besar dan memaki gue habis-habisan. Apakah gue pantas dijadikan bulan-bulanan orang itu, disaat gue sedang berusaha membantu mencarikan pekerjaan untuknya? Penghinaan yang gue dapat membuat gue sempat down karena merasa apakah gue ngga layak dicintai? Sebegitu jijiknya kah para lelaki ini sama gue sampai tega menyakiti gue bertubi-tubi?

Namun perlahan tapi pasti, berkat doa yang tiada henti, gue bisa melihat sisi positif dari semua yang terjadi di 2011.

Tahun 2011 adalah salah satu tahun terbaik gue. Tahun dimana gue kehilangan hal-hal yang gue sayang. Tahun dimana gue sangat berusaha dan berkorban habis-habisan untuk mendapatkan cinta seseorang. Tahun dimana gue dibuat shocked atas lamaran cowo yang baru dekat dengan gue. Tahun dimana gue diberi ujian tentang arti persahabatan. Tahun dimana gue mendapat penghinaan sebagai wanita dari laki-laki yang…(ngga sampai hati gue menulisnya). Sekaligus tahun dimana gue menemukan arti hidup, titik bangkit gue dari kejatuhan, dan bertransforma menjadi cewe tangguh dan bijak.

Don’t count your tears, but count your blessings.

Banyak hal menyedihkan buat gue memang tapi jangan lupakan banyak juga hal menyenangkan yang terjadi di 2011 yang membuat gue ngga ada henti-hentinya bersyukur. Selain rekening tabungan yang menggendut dan berat badan yang menyusut, di 2011 ini banyak banget pengalaman traveling yang gue dapat dari dinas atau istilah gue holi-work-day. Gue bahkan akhirnya menginjak Medan dan pergi ke Danau Toba! Belum lagi bisa dua kali ke Jogja, Bali, Jambi, dan Balikpapan. Gue mengunjungi tempat wisata di kota tersebut tanpa mengeluarkan uang sendiri untuk transportasi dan akomodasi bukankah itu namanya keberuntungan? Puncak keberuntungan gue adalah bisa pergi ke Dubai. Moment itu gue manfaatkan untuk menghibur diri gue yang sedang sedih karena masalah percintaan gue yang ngga gitu beruntung.

Pengalaman hidup gue entah mengapa ingin sekali gue bagi dengan menulis. Tulisan gue pertama tentang catatan perjalanan di Dubai yang berbau curcol mendapat respon positif dari teman-teman. Tulisan gue menyentuh dan memotivasi kata teman-teman gue. Gue juga terlihat bersemangat dan ngga sedih lagi. Kemajuan hebat bukan. Dan berkah dari kegalauan gue adalah datangnya tawaran untuk membuat project buku bersama 3 penulis lain. Bukunya sendiri bertemakan traveling seperti yang pernah gue buat tentang Dubai. Tawaran yang ngga gue sia-siakan. Selama ini passion hidup gue adalah dia, penyemangat gue. Dan akhirnya gue mendapatkan penggantinya. Passion gue sekarang menulis.

Mungkin ini yang namanya ‘every season has a reason’. Dibalik jawaban ‘Tidak’ atas doa gue ternyata punya arti lain: di awal tahun gue berharap menemukan seseorang yang bisa gue cintai dan mencintai gue, dan gue menemukannya: Mia. Ya, diri gue sendiri.

*Sebuah pesan kepada sahabat*

Dear Friend, With Love…

Bertemu denganmu adalah takdirku, berteman adalah pilihanku, dan jatuh cinta padamu adalah diluar keterbatasanku. Aku tak pernah menyesal. A heart that hurts is a heart that works, at least i’ve tried. Cinta membuatku melakukan hal positif. Aku pernah ada disaat kamu sedih dan senang. Aku membantu kamu ke arah menuju sukses. Bahkan mungkin aku memberimu jalan bertemu jodohmu. Aku bangga karenanya. Kuharap kamu bangga juga padaku.

Sadarkah kamu kalau aku tidak pernah menyukai pisang? Aku membenci buah itu. Tidak masuk di akal kan? Sama seperti hatiku yang selalu sayang sama kamu meski berkali-kali menelan kekecewaan. Tapi belajar menyukai pisang sepertinya bukan hal sulit kan? Sama seperti belajar melupakanmu.

Kita mengenal cukup baik pasangan suami istri yang dimulai dari persahabatan. Mas Budi – Mba Luisa. Oppie – Prima. Apa yang mereka miliki, apa yang aku pikir bisa kita berdua miliki, aku menginginkannya. Tetapi semesta berkehendak lain.

Jangan mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja dan jauh lebih bahagia sekarang tanpamu. Akan ada seseorang yang tidak menyia-nyiakanku, menyayangiku, dan berjuang untukku. Kamu tau teori keseimbangan alam semesta? Satu orang yang berjuang tidak akan pernah bisa menciptakan perasaan dan keyakinan yang kuat. Dua-duanya harus saling berusaha.

Belajarlah dari apa yang pernah kita alami bersama selama ini. Bukan bagaimana mengecewakannya aku bagimu yang sudah menghancurkan persahabatan kita, tapi bagaimana aku datang ke hidupmu dan merubah segalanya. Terima kasih ya kamu sudah menemani perjalananku di 2011 meski tak berkesan untukmu, namun masih spesial untukku karena nyatanya aku masih tersenyum mengingatnya. Semoga kamu juga menemukan kebahagianmu yang ngga terbebani lagi oleh kehadiranku di hidupmu.

Last but not least, mengutip kata-kata di salah satu film kesukaanku, In Her Shoes‘If you’re not going to wear them, don’t buy them. Leave them for someone who will get something out of them.’Jangan membuatnya jatuh jika kamu tidak berniat menangkapnya. Ingat ini dalam menjalani hubungan ke depannya dengan siapapun ya.

Just Friend

Kata sahabat gue Dendi, “if it’s not meant to be for you and him to be together, being friends is also not bad kan mi?” Bener Den, capek juga loh harus pura-pura ngga kenal pas ketemu di kantor, buang muka, dan menahan diri untuk senyum. Biasa aja kali. Hihi.

So bagaimana jika di 2011 doa lo ngga terkabulkan? Jangan putus asa, lanjutkan doanya di 2012. My hope floats in 2012, because there’s nothing more hopeful than a hopeless romantic woman, like me. 🙂

Another new year, another resolution. Lets wipe a tear and move on. #rhyme #welcome2012

Raise your glass and say cheers to a new day. 2011 is just the past, so lets kiss the past goodbye. #rhyme #welcome2012

Happy New Year 2012 Anyone.

Advertisements

4 thoughts on “Semesta Menikung: Doa yang tak terkabul di 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s