Kebetulan Suratan

Kamu percaya kebetulan?

Gue engga. Ngga ada yang kebetulan di dunia ini. Dan semua kebetulan ngga sengaja, gue percaya adalah rencana Tuhan yang disengaja.

Tapi pernah ngga sih bertanya-tanya, kenapa harus ada kebetulan? Sesungguhnya ada apa di balik kebetulan? Ada pesan apa yang dikirim Tuhan melalui kebetulan?

Kalau gue sering kali dalam hati bertanya, “is it a sign?”

Life is not merely a series of meaningless accidents or coincidences. But rather, its a tapestry of events that culminate in an exquisite, sublime plan. – Serendipity the movie (2001)

Serendipity adalah salah satu bentuk kebetulan. Tepatnya kebetulan yang menyenangkan. Sesuatu yang tidak terduga terjadi justru membawa pada jodoh kita.

Serendipity. Look for something, find something else, and realize that what you’ve found is more suited to your needs than what you thought you were looking for. – Lawrence Block

Nah itu kan ‘kebetulan’ menyenangkan. Gimana dengan yang tidak menyenangkan? Awalnya kita pikir suatu kebetulan yang bisa saja menyenangkan, tapi nyatanya engga.

Enaknya kita sebut apa ya? Not-a-serendipity-but-what-a-pity! atau bahasa gaulnya, “kasiaaaan deh lo!” Heheh.

Baru kemarin ini, gue mendengarkan percakapan dua sahabat gue.

“Eh baru sadar, kita sama-sama lahir tanggal 24. Lo Januari, gue Februari. Lo Aquarius, gue Pisces. Ikan kan emang hidupnya hanya bisa di air. Kebetulan banget ya? Pertanda apa ya?”

Bisa jadi, bukan pertanda apa-apa. Dan itu tidak menyenangkan sama sekali kawan.

Berikut pengalaman-pengalaman gue tentang ‘not-a-serendipity-but-what-a-pity’.

Lebih dari 10 tahun yang lalu, gue juga pernah merasakan ‘is-it-a-sign moment’, mirip pertanyaan sahabat gue tadi.

Tanggal lahir gue adalah 3 Mei 1984. Gue bertemu dengan seseorang yang bertanggal lahir 5 Maret 1984. Terus kenapa? Sekilas ngga ada yang aneh kan? Coba lebih perhatikan lagi deh.

5 Maret 1984 (050384) dan 3 Mei 1984 (030584) adalah angka-angka yang hanya dibalik aja kan? Maksa ya? Hahaha. Biarin. Orang kalau lagi jatuh cinta kan memang suka maksa. Sukak-sukak gue.

Tapi kepercayaan kalau barangkali itu bisa saja suatu pertanda, berlangsung bertahun-tahun loh. Gue masih mikir, ngga mungkin cuma kebetulan. Bisa aja kami berdua jodoh! Bukan jodoh yang ada malah bodoh! It doesnt mean anything!

Lalu bagaimana kamu menjelaskan peristiwa ini.

Gue punya adik kembar, cowo-cewe, tapi meninggal saat lahir. Gue juga punya Om favorit di antara Om gue yang lain, mereka kembar. Intinya, ada darah kembar di keluarga gue. Dan itu mendoktrin gue pingin punya anak kembar, enak banget sekali lahir dua. Nyokap gue bilang, biar kemungkinan punya anak kembar gede, cari suami kembar. Si empunya tanggal lahir kebalikan gue itu kembar loh. Tapi kami toh ngga berjodoh.

Selang beberapa tahun gue bertemu lagi dengan cowo kembar.

Gue tanya lagi ya, how can you explain about that?

Si kembar yang kedua, fyi, orang yang masih jadi inspirasi di balik tulisan-tulisan di blog ini. Hehe.

Berikutnya tentang mimpi.

Pernah ngga di antara kamu yang memimpikan seseorang terlalu sering. Mulai dari berkenalan, dekat, ada hubungan spesial, sampai kembali berteman biasa. Mulai dari belum ada perasaan apa-apa sampai menjadi ada apa-apa.

Jauh sebelum gue tau dia kembar, dan hanya selang beberapa minggu dari perkenalan kami. Gue memimpikan dia, siang bolong. Gue masih ingat mimpinya. Yang jelas saat itu gue terbangun dengan shocked dan mengumpat, “Issshhh kok dia bisa ada di mimpi gue????”

Lalu takdir mendekatkan kami. Ibarat garis, garis hidup kami suatu waktu pernah saling bersinggungan.

Gue percaya bisa jatuh cinta sama dia itu juga sudah di atur sama Tuhan. Lagi-lagi Tuhan menganugerahi cinta di hati gue pada manusia yang terlahir kembar.

Dan bagaimana takdir tidak hanya pernah mendekatkan hati kami, tetapi juga jarak kami.

Gue dan dia bertemu waktu gue ngaudit kantor tempat dia bekerja dulu. Lalu gue resign pindah ke kantor gue sekarang. Industri kami saja sudah berbeda banget. Ngga pernah sedikitpun gue ngebayangin kami bekerja di industri yang sama, atau satu gedung kantor. Ngga mungkin.

Tapi ngga ada yang ngga mungkin di dunia ini kan?

Nyatanya dia dapat pekerjaan di industri yang sama dengan gue bekerja. Dan lagi-lagi bagaimana kamu menjelaskan, ternyata kantor gue mendadak pindah ke gedung yang sama dengan gedung dia bekerja. Tanggal gue menempati gedung itu sama dengan tanggal hari pertama dia bekerja, 24 Januari 2011.

Tunggu, tanggal yang sama dengan yang sahabat gue omongin kemarin. Jangan-jangan…hehhe abaikan ya….. Back to topic.

Semua kebetulan yang mempertemukan dan mendekatkan gue sama dia awalnya gue pikir akan berakhir seperti di Film. Happy ending. Nyaris saja impian gue tercapai, tapi ternyata engga.

Garis yang pernah bersinggungan itu kini berada pada jalurnya masing-masing.

Kebetulan yang berahir tidak menyenangkan bukan? What a pity!

Dan manusiawi dong jika gue bertanya-tanya, jadi maksud semua pertanda itu apa? Alasan gue ketemu dia, hanya untuk membantunya lebih sukses dan mempertemukan dia dengan jodohnya kah? Pedih 😦

Suatu ketika, pagi jam berangkat kerja gue terjebak macet di kolong flyover Kuningan. Gue di dalam taksi seperti biasa sibuk dengan BB gue. Dan begitu gue melihat ke depan, motor-motor banyak seliweran, kebetulan salah satu yang melintas adalah dia. Gue bisa yakin cukup dari jaket merah khasnya. Dan memang benar dia, kami bertemu di depan lift 15 menit sesudahnya. Kebetulan yang aneh bukan?

Dan bagaimana satu lagu menjadi lagu menyenangkan sekaligus menyedihkan buat gue, Forever Tonight by Peter Cetera yang kami dengarkan saat awal-awal, ehm asmara kami. Setahun kemudian, saat kami memutuskan untuk saling menjauh, di Planet Hollywood, lagu yang dinyanyikan live band saat itu adalah Forever Tonight! (Cerita ini juga pernah disinggung di The Hopeless Romantic Traveler Track 3)

Siapa yang tidak pernah suka lagu Grow Old With You-nya Adam Sandler? Popular tahun 1998 lewat film The Wedding Singer. Termasuk gue yang suka banget. Sampe dulu sempet ngapalin. Sekitar tahun 2007, gue masih bersama orang lain, gue berharap banget ada cowok yang juga suka lagu ini dan akan nyanyiin ini lagu buat gue. Gue sampe kirimin lagu dan liriknya ke cowo yang saat itu dekat dengan gue. Tapi yang bersangkutan ngga gitu suka sama lagunya. Bete.

4 tahun setelah itu, di rumahnya, dia memutarkan lagu Grow Old With You dari BB-nya. Dia bilang suka banget sama lagu itu. Gue diam saja saat itu, tapi tersenyum dalam hati. Dan beberapa bulan setelah kejadian di rumahnya, akhirnya gue tau, lagu kesukaannya itu ditujukan untuk wanita lain.

Banyak sekali kebetulan dan tanda-tanda yang gue alami di bab hidup gue sama dia.

Tanda-tanda yang menjadi tanda tanya (?).

Seminggu yang lalu, gue nonton film Thailand 30 + SOS (Single On Sale). Ngga tau kenapa buat gue film Thailand meski dikemas komedi super lucu, tetap saja meaningful.

Singkatnya begini. Si wanita bertemu seseorang, berteman, dan bersandiwara menjadi sepasang kekasih. Tujuannya hanya jadi pemancing, siapa tau malah membawa si wanita pada jodoh yang diinginkan. Yang cakep, kaya, pokoknya idaman semua wanita.

Dan pancingannya berhasil. Si wanita bertemu dengan seseorang yang diinginkannya. Seseorang yang menjadi at the top of her list. Dia bahkan yakin, maybe he’s the one.

Lalu gimana nasib teman prianya itu. Peran dia hanya sebagai penghubungkah? (Sama dengan gue dong)

Si wanita diajak pergi dengan pacar barunya yang ‘dia pikir membuat dia bahagia itu’. Ke Kutub untuk proyek fotografi. Seneng dong, dia langsung oke. Dan hal pertama yang dia ingin bawa ke kutub adalah pena yang tintanya tahan beku, sehingga bisa dipakai di sana.

Ceritanya itu pena cuma satu-satunya di Thailand. Dia cari-cari ngga ketemu. Ternyata sudah dibeli pacarnya untuk hadiah. ‘Satu-satunya pena yang dapat dipakai di kutub untuk wanita yang sangat spesial’. Begitu ucapannya. Mana ada wanita ngga kelepek-kelepek?

Dan menjelang keberangkatan, si wanita disadarkan oleh sebuah hadiah pemberian teman prianya, si penghubung jodohnya itu.

Sebuah pensil. Dengan ucapan, ‘Bisa juga untuk menulis di kutub’.

Astaga, saya sibuk mencari-cari pena tanpa pernah berpikir bahwa masih ada pensil yang bisa juga digunakan. Pikir si wanita.

Selama ini kita terlalu sibuk mencari sesuatu yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Mencari-cari kebahagiaan tanpa pernah sadar, mungkin saja kebahagiaan sejati justru sudah sejak lama menunggu kita. Kebahagian yang datang dari sesuatu yang ngga kita harapkan.

Si wanita mengharapkan kebahagiannya di dapat dari pria impiannya yang tampan dan kaya. Tapi justu kebahagiaan yang sebenarnya di dapat dari teman prianya, yang semula dia anggap sebagai penghubung.

Tapi itu hanya di film kan. Kebetulan tak terduga yang berakhir menyenangkan. Faktanya, si penghubung kerap kali dilupakan. Seperti gue.

Dan daripada terus-terusan questioning life dengan Is it a sign?, What’s the reason behind this?, atau What if?. Bagaimana jika keep the faith. Percaya dan yakin semua sudah takdir Tuhan.

Mungkin memang kebetulan, tapi itu sudah menjadi suratan hidup gue 🙂

Beberapa pertanyaan sebaiknya memang dibiarkan tak terjawab. Hidup akan jadi lebih simple kalau ngga usah ada tanda-tanda.

Kembali mengutip dari film Serendipity:

“Maybe the absence of signs is really a sign”.

Blendship: Friend-love-ship.

What if in the one you love, you find a best friend instead of a lover? (Ika Natassa – Antologi Rasa)

Persahabatan dan cinta. Topik yang ngga ada matinya banget. Sudah berapa kisah yang dibuat bertemakan ‘dari temen jadi demen’. Atau istilah keren jaman sekarang ‘Friendzone‘. Yaitu kondisi pertemanan cowo-cewe dimana salah satunya menyimpan perasaan lebih. Kira-kira begitu. Takut pertemanan jadi rusak, si pihak yang mencinta lebih memilih diam dan bersembunyi dalam zona aman.

Gue lebih suka menyebutnya sebagai ‘blendship‘, percampuran antara persahabatan dan cinta. And it’s a perfect blendship, ketika sahabat dan kekasih kita adalah orang yang sama. Bukankah yang terpenting itu adalah kenyamanan? Kita tentu ingin hidup sampai tua bersama orang yang sudah sangat membuat kita nyaman bukan, dan mostly, itu adalah sahabat.

Sayangnya, sedikit sekali yang beruntung mengalami ‘perfect blendship’. Ngga semua orang bisa menikmati fase ‘dari temen jadi demen’. Bahkan ada yang sampai persahabatan menjadi rusak lalu musuhan. Well, jika berakhir begitu, mungkin memang persahabatan’ yang sesungguhnya ngga pernah terjadi. Persahabatan hanya dipakai sebagai alat untuk memperlancar PDKT. Malah ada juga yang awalnya PDKT, eh jadi keterusan sebagai sahabat.

Ada film Thailand yang mengusung tema persahabatan, judulnya ‘Friendship‘. Cinta sejati yang berawal dari persahabatan. Sayangnya semesta ngga merestui kedua insan ini bersatu. Ketika si pria sadar bahwa ia menyayangi sahabatnya,  mereka harus terpisah. Namun waktu juga yang akhirnya mempertemukan mereka kembali. Sayangnya, si perempuan sudah dalam keadaan sekarat. Ada kutipan bagus yang gue ambil dari film ini yang entah mengapa selalu membuat gue tergetar.

Rasanya baru kemarin kita menjadi teman baik. Tapi kini persahabatan kita telah memudar.

Kutipan itu mengingatkan pada kisah gue sendiri. Persahabatan gue dengan seseorang. Gue termasuk salah satu dari sekian banyak yang tidak beruntung dalam ‘sahabat jadi cinta’.

Gue pernah jatuh cinta pada sahabat gue sendiri. Sahabat dekat. Sebenarnya gue punya banyak sahabat berbeda jenis kelamin. Rata-rata persahabatan yang memang terjalin sejak sekolah. Dan yang begitu justru sudah jelas sekali batasannya. Ngga ada tuh yang namanya gue pernah naksir sama sahabat dekat sendiri. Sampai gue bertemu dia.

Meeting him was fate, becoming his friend was a choice, but falling in love with him I had no control over.

Pertemuan kami di mulai sekitar akhir 2008. Gue auditor dan dia klien gue. Hubungan kami lancar-lancar saja sebagai rekan kerja. Jujur malah gue ngga begitu menyukai sikapnya yang menyebalkan dan kurang kooperatif. Di luar kerjaan, dia justru malah mencoba berteman dengan gue. Awalnya sih banyak nanya tentang akuntansi dan perpajakan. Semangat ingin tau yang tinggi bikin gue mau aja ladenin dia. Dari sharing ilmu lama-lama malah jadi suka ngobrol dan bercanda. Hampir setiap hari gue chatting via Yahoo Messanger sama dia. Sesekali dia juga telpon gue.

Singkat cerita, persahabatan terjalin di antara gue dan dia.

Dan kita memang ngga pernah benar-benar mengingat kapan perasaan cinta itu hadir.

Tapi yang jelas, gue mulai merasa berbeda, sejak malam dia pernah telpon gue dan kami saling bertukar rahasia pribadi. Obrolan yang cukup lama dengan seseorang yang bukan pacar. Gue di rumah, dia di pinggir  jalan. Gue masih ingat bahkan waktu dia bilang “keluar deh, lihat bulan. Gue juga lagi lihat bulan, bagus ya”.

Bulan yang sama yang kami lihat dari jarak yang berjauhan, seakan jadi saksi perasaan gue yang tiba-tiba buncah. Gimana ngga, romantis banget kan?

Dan sesungguhnya saat itu masa depan kami berdua sangat gelap gulita. Tidak ada cahaya bulan sedikitpun yang menerangi dan membuat kami dapat memprediksi seperti apa hubungan kami mendatang.

Berantakan.

Kurang lebih setahun kemudian gue nekat menyatakan perasaan gue sama dia. Seenggaknya gue jujur sama perasaan gue. Ngapain dipendem, sekarang sudah ngga jaman naksir diem-diem. And boom! Our friendship was turning to complicated-shit!

Dia ngga menginginkan lebih dari persahabatan, tetapi bersedia mencoba. But it didn’t work. Hanya bertahan beberapa bulan aja dia kemudian ngga bisa melanjutkan lagi hubungan lebih dari persahabatan ini. Semuanya kacau. Jelas hubungan yang sudah rusak ini ngga bisa diperbaiki. Kami ngga bisa kembali menjadi sahabat dekat seperti dulu. Terutama gue yang mencoba menjaga jarak karena harus menormalkan perasaan dulu.

Entah siapa yang memulai, kami kembali dekat. Persahabatan yang dulu terjalin akrab kembali lagi. Dan kami berdua menikmatinya. Dan gue jatuh lagi. Atau mungkin memang perasaan itu sebenarnya ngga benar-benar hilang. Gue memang sayang sama dia, dan gue sadar sedang berada di zona aman.

Tepatnya bertahan sebagai sahabat adalah cara agar gue selalu di dekatnya.

And it sucks when you’re so close to someone, more than friendship but less than lover. 

Persahabatan kami jelas ngga bisa normal karena gue masih mencampur-adukkan antara persahabatan dan cinta. Selalu saja bertengkar. Gue pernah meninggalkannya, dia juga pernah meninggalkan gue. Dan kami selalu kembali berbaikan.

No matter how hard I try, love always leads me back to him.

Tapi hanya kembali sebagai sahabat. Sampai kapan? Percayalah ngga cuma teman dan keluarga gue yang bertanya. Gue sendiripun kerap selalu menanyakannya dalam setiap doa gue.

Dan jawabannya ternyata, sampai dia akhirnya menemukan seseorang. Seseorang yang dia sayang, dan itu bukan gue.

Gue kecewa dan marah. Entah gue marah kepada siapa. Mungkin kepada takdir. Mengapa gue dibiarkan terperangkap dalam lingkaran blend-shit yang berujung dengan kepahitan. Mengapa semua pengorbanan dan penantian gue dibiarkan berakhir sia-sia.

Kami bertengkar hebat. Tentu saja dia kecewa karena gue yang seharusnya bisa menerima kenyataan dengan ikhlas, malah lebih memilih keluar dari persahabatan kami.

Sudah cukup gue jatuh bangun dalam persahabatan kami. Dan gue tetap pada pendirian gue untuk menjauh dari dia. Dan dia sebaliknya. Dia mencoba mendapatkan kembali apa yang pernah kami miliki sejak awal, persahabatan.

Gue bingung, mengapa dia begitu ngga ingin kehilangan sahabatnya ini. Dia punya banyak teman dekat, pria dan wanita, punya kekasih juga. Lalu untuk apa lagi bersahabat dengan gue.

Dan gue belajar sesuatu, ketulusan. Betapa dia yang sudah menyakiti hati gue, berkali-kali gue coba menghukumnya dengan meng-ignore dia. Tapi gue ngga sanggup untuk terus berusaha menyakitinya. Gue mencoba memahami, bahwa mungkin bagi dia satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk membalas sayang gue adalah tetap menjadi sahabat gue.

Akhirnya gue mau memaafkannya kembali. Mencoba tetap menjalin kembali persahabatan dengan orang yang kita sayang sungguh ngga mudah. Tapi gue harus bisa. Gue ngga ada pilihan lain. Gue capek dengan drama di antara kami selama ini. Pertengkaran. Saling sindir. Buang muka. Toh gue sudah kalah dalam permainan cinta yang dikemas rapih dalam persahabatan. Lebih baik gue menjadi seorang yang kalah terhormat, bukan?

Lalu babak baru persahabatan kami dimulai. Persahabatan gue dan dia yang, kalau gue boleh mengambil contoh, seperti persahabatan Zarry-Rahne.

Yang main Twitter pasti tau mereka berdua, selebriti twitter. Entah ada unsur drama atau bagaimana yang jelas, dua orang pecinta kata ini bersahabat di Twitter. Banyak yang menyukai tulisan mereka sampai ada perkumpulan ‘Pecinta Kata Zarry – Rahne’.

Zarry dan Rahne yang sama-sama sendiri kerap saling meggoda lewat tweet puitis mereka. Sampai-sampai banyak yang menduga di antara mereka memang ada sesuatu. Kemudian dunia pertwitteran Indonesia dihebohkan dengan Zarry yang punya pacar. Bukan Rahne.

Banyak follower yang kasihan sama Rahne ditinggal Zarry demi wanita lain. Mungkin hanya menyenangkan para follower, mereka berdua yang saling tweet berbalas kata puitis. Berikut tweet Rahne dan Zarry:

@rahneputri: Ternyata kamu bukan hilir, kini biarkan aku terus mengalir.

@rahneputri: Jadi rupanya hujan itu berupa dia, yang lebih turun menyentuhmu dulu daripada aku.

@zarryhendrik: Aku adalah kata, tetapi kata tidak aku saja.

@rahneputri: Ada yang tergenang di wajahku, ada yang terngiang di telingaku. Entah apa, entah bagaimana. Mungkin ini namanya mati rasa.

@zarryhendrik: Ada yang memandikan mata indahnya. 🙂

@rahneputri: Jika aku tidak lagi menyebutmu dalam doa, semoga hatiku tidak berdosa.

@zarryhendrik: Now I don’t know how to make you happy. Because as far as I am, if I’m happy you should be happy.

@rahneputri: Entah kamu bagian dari cerita yang mana. Mungkin kamu akan hadir lagi di beberapa halaman di depan …….. atau tidak sama sekali.

Drama mereka berdua berlanjut dengan surat-suratan melalui blog mereka. Kalau penasaran boleh diintip link berikut:

http://rahneputri.com/post/15935436997/drama-semalam

http://zarryhendrik.tumblr.com/post/15937277803/drama-lanjutan#post-notes

Mereka berdua menyatakan dalam tumblr masing-masing, keduanya sahabat dan akan selalu sahabat. Rahne sendiri mengatakan semua kata puitisnya bukan untuk Zarry, murni drama.

Apapun itu, buat gue dalem dan menohok banget. Mengingatkan gue sama sahabat gue, dia.

Gue bahagia kok karena akhirnya sahabat gue itu menemukan kebahagiannya.

Gue selamanya tetap menjadi sahabat dia. Dan dia bagi gue? Entahlah.

Bagaimana mungkin kamu bisa bersahabat dengan orang yang pernah menjadi pusat semestamu. Tak pernah sedetikpun hilang dari pikiranmu. Berada pada urutan tertinggi daftar terpentingmu. Mengisi mimpi di setiap tidurmu. Alasan kesedihan sekaligus kebahagianmu. Sandaran yang selalu kamu andalkan. Dan nama yang disebut dalam doamu. Bagaimana caranya?

Ada pepatah yang bilang, jangan pernah menyerah pada sesuatu yang tidak seharipun kamu berhenti memikirkannya.

Aku sedang melepaskan ranting di hatiku ini, bukan menyerah tetapi menerima.

Kadang berjuang tidak hanya ketika mencintai. Mempertahankan, bahkan melepaskan cinta juga butuh perjuangan.

Inilah yang sedang gue lakukan, berjuang sekuat hati menjalani persahabatan ini.

Dan sesungguhnya, mulai detik ini, masa depan persahabatan gue dan dia kembali menjadi gelap gulita.

 


Coffeanologia – Kopi Vs Cowo

Kalau ada tempat umum yang ngga pernah sepi ya salah satunya Coffee Shop. Tadi sore gue sengaja ke Setia Budi One cari tempat ngopi sambil ngetik untuk proyek buku gue. Buset susah banget, penuh semua. Sebenernya sih masih ada lah meja kosong, yang susah di dapet itu yang deket colokan hehe.

Kedai kopi emang tempat paling oke untuk sekedar duduk-duduk ngopi sambil baca buku. Atau ngetik kayak gue. Ada juga yang cuma mau nge-wifi, bahkan kerja juga ada. Meeting sama klien, diskusi, rumpi, sampe pacaran (sigh). Cuma modal pesen secangkir atau se-tumbler kopi bisa nyantai disitu semalunya deh.

Eniwei, gue ngga mau ngomongin coffee shop sih sebenernya. Tapi kopi itu sendiri.

Kopi adalah sebuah minuman yang diolah dari biji kopi. Menurut Wikipedia, pertama kali minuman kopi dikenalkan itu tahun 700-1000 M oleh orang Arab. Ngga ada keterangan siapa dan awal mula yang nemu resep itu minuman. Karena kalau ada so pasti udah kaya raya keturunannya dapet royalti, karena kopi adalah salah satu minuman paling banyak diminum di seluruh dunia.

Thanks to Bapak Kopi, siapapun itu deh 🙂

Gue sih termasuk yang beruntung yang suka banget sama kopi, meski kadarnya ngga nyandu. Banyak juga loh yang ngga demen. Ngga masuk akal sih qo bisa ngga suka kopi. Tapi ada lagi yang lebih ngga masuk akal yaitu penggila kopi yang rela merogoh kantong mengeluarkan duit yang banyak untuk minum the ass-coffee alias kopi luwak. Katanya sih enak banget dan pembuatannya yang unik yang bikin mahal.

Makin berkembang jaman kopi juga semakin mengalami degradasi warna. Dulu kopi cuma kopi hitam pekat terus jadi coklat karena dicampur susu atau krim. Digawangi oleh Starbucks, sekarang kopi udah aneh-aneh. Coffee latte, Cappuchino, dan kawan-kawan yang bisa juga dikasi toping whipped cream, ceres, whatever you like lah.

Gue minum kopi cuma pas lagi butuh aja. Butuh begadang, butuh semangat kerja, butuh pikiran tenang, butuh buat ngegosip, dan butuh tempat nge-wifi hehe.

Waktu masih jadi auditor di KAP gue minimal mengkonsumsi kopi 3 kali sehari. Faktor mesin kopi otomatis yang bikin gue jadi bolak-balik ngambil kopi. Apalagi kalau harus ngelembur, butuh doping kopi dulu deh gue. Dan murni kebutuhan kopi gue untuk daya tahan mata aja ketimbang cuma gaya, ngga kayak para karyawan perusahaan asuransi yang kantornya selantai di bawah gue. Tiap pagi sebelum ngantor pasti beli Starbucks dulu. Buset banyak duit ya hehe.

Sadar kebanyakan kopi juga bahaya gue mulai stop minum kopi akhir 2009. Waktu itu gue udah pindah ke kantor yang jam kerjanya lebih manusiawi. No overtime means no need coffee, because I don’t have to awake a lit bit longer in the night, right?

Hampir setahun gue stop ngopi. Bisa dihitung deh gue ngopi berapa kali. Ke Starbucks palingan belinya Green tea latte. Dan kondisi badan gue malah gampang ngedrop. Kepala suka keliengan dan lemes banget. Sampe puncaknya tensi gue drop di 80/50. Hampir pingsan. Ternyata gue menderita Hypo tensi. Agak mengejutkan mengingat dulu gue selalu normal. Dokter nyuruh gue banyak-banyak makan ati/kambing untuk naikin tekanan darah. Boleh juga mulai mengkonsumsi lagi kopi asal ngga berlebihan.

Horeeee.

Gue sadar gaya konsumsi ngopi gue udah mengalami perubahan dari dua tahun yang lalu. Kalo dulu kopi sachet-an sekarang cuma ngopi di kedai kopi kayak Starbucks, Coffee Bean, Coffee World, Anomali Cafe, sampai Bengawan Solo. Makin kesini gue lebih milih minuman kopi yang rada mahal. Kenapa? Karena sekarang udah bisa gaya haha. Ngga ding, udah tau enaknya sih. Biji kopinya kualitas oke dan diolah dengan baik.

Ah kaya pernah liat, tau dari mana lo? Anggep aja begitu deh 😀

Dan bagi gue, kopi itu dianalogikan dengan cowo. Itu kenapa gue cinta sama kopi. Berikut adalah persamaan antara kopi dan cowo menurut gue.

1. Coffee, the best quality, can keep you awake all night long.

Kopi punya kafein yang fungsinya bikin ngga ngantuk. Tapi tergantung kualitasnya, sorry to say, tapi kopi sachet-an emang ngga gitu ngefek, tetep ngantuk. Sama halnya dengan cowo. Semakin oke bisa bikin kita betah deh berjam-jam. Ngga ngantuk sampe malem karena keasyikan. Apalagi kalo hot, bikin anget!!! So, coffee and men can keep you both awake and warm all night long.

2. Coffee, the more it’s rich, the more people like.

Semakin mahal kopi semakin digilai kan? Kayak gue juga sekarang yang milih-milih kalau minum kopi, kayak milih cowo. Masa yang sachet-an? hehe. No offense loh. Maksudnya, hari gini kondisi keuangan kan ngga bisa disepelein. So, coffee and men are some things that are better rich.

3. Deja Brew: The feeling that you’ve had this coffee before – Unknown.

Kalo minum kopi kesukaan yang wanginya khas itu berasa…aaaah…haruuuum. Wangi yang sudah gue apal banget dan selalu gue nikmatin sebelum menyeruput minuman itu. Aroma yang ngga ngebosenin. Kayak cowo yang bisa bikin cewe jatuh dan tejatuh lagi. So, coffee and men can give the same old feeling you always love.

4. Behind every successful woman is a substantial amount of coffee – Stephanie Piro.

Wanita karir rata-rata suka kopi. Butuh kopi untuk mood booster, supaya tenang berpikir saat bekerja. Di balik cewe sukses juga ada seorang pria yang ikut andil, apakan pria yang mendukung atau yang pernah menyakiti 😉 So, coffee and men are the booster of a successful woman.

5. Coffee can speed up your blood pressure.

Sama dengan cowok, bawaannya bikin emosi! So, too much of loving coffee and men are not good for your health :p

6. He was my cream, and I was his coffee – And when you poured us together, it was something – Josephine Baker.

Jika wanita adalah kopi, maka pria adalah krimnya. Kopi saja udah enak, tapi lebih anak kalau dikasih krim. Wanita hebat itu mandiri, tetapi tetap butuh pria agar lebih hebat. So, women need both coffee and men in their life 🙂

I can live without coffee and men, but I don’t feel alive without them.

Image

 

Semesta Menikung: Doa yang tak terkabul di 2011

Akhir tahun adalah saat dimana sebagian banyak orang berbondong-bondong untuk merayakan pergantian tahun baru. Ada yang memilih dengan hura-hura, ada juga yang memilih untuk merenung dan memeriksa ulang resolusi yang dibuat di awal tahun. Yang kedua sih paling banyak dipilih sama jomblo. Termasuk gue. Hehe.

Ternyata, gue ngga buat resolusi di 2011, jika yang dimaksud resolusi itu adalah daftar pencapaian yang diinginkan di tahun 2011. Saat itu gue hanya punya satu doa spesifik dan ngga muluk-muluk, yaitu ada kejelasan tentang hubungan gue dengan seseorang. Berikut activity log gue di 31 Desember 2010 dan 1 Januari 2011:

Twitter

Friday, 31st of December.

19:54:42 Years come n go..but that made 2010 so special is U ({})

22:36:31 Hiiiks dia sakit thn br gini 😦

Status FB 31 Dec 2010

Saturday, 1st of January.

00:21:54 Happy Nu Year everybody! May 2011 to be good to you 🙂

00:24:48 Merayakan detik2 pgantian tahun sm sayangkuu..meski by phone..so happy. Nothing can beat this feeling..

00:26:55 Smoga 2011 ad jalan buat kita y @arhacksoft. Thanks for sharing this wonderful night with me.Love U always :*

Status FB 1 Jan 2011

Setahun kemarin, gue merayakan tahun baru di rumah, dia di rumahnya, tapi kami telpon-telponan, saling bertukar cerita dan mengucap doa. Doa kami berdua, semoga hubungan kami akan baik-baik saja. Apalagi di 2011 kami akan bekerja di satu gedung yang sama, ah gue senang banget membayangkan akan ketemu dia setiap hari, pulang kantor bareng, indah kan. Gue ingat banget menanyakan hal ini sama dia, “hanya 2 hal yang akan terjadi di 2011, aku ninggalin kamu, atau kamu yang ninggalin aku”. Lalu jawabnya saat itu, “jangan mikir negatif, kita akan sering ketemu tahun depan kan, apapun bisa terjadi” Jawabannya saat itu gue pegang sebagai janji, janji indah yang hanya tinggal janji.

Semesta telah menikung semua khayalan, angan, dan harapan gue. Doa sederhana yang gue ucapkan di malam pergantian tahun itu tak terkabul juga selama 2011.

Masih di bulan pertama di 2011, dunia gue berasa runtuh. Jawaban atas doa gue adalah: Tidak. Seseorang yang gue sayang itu memutuskan menyerah dan dia tidak dapat lagi memaksakan hatinya. Lebih baik jujur daripada semakin melukai gue. Lalu apa arti doa kami bersama di malam tahun baru itu? Bayangan gue kalau kami akan menghabiskan waktu setiap hari di 2011 hancur seketika, hanya seminggu sebelum kami berdua akan bekerja di gedung yang sama.

Tak menyerah begitu saja gue datangi rumahnya, karena gue ngga bisa menerima keputusannya lewat telepon. Gue masih berharap dia akan iba melihat gue datang dan berubah pikiran. Jawabannya tetap tidak, dia mengantarku pulang, dan di tengah jalan, gue kehilangan 3 handphone gue sekaligus. Ini yang namanya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Apes.

Mencoba untuk move on lalu gue berusaha dekat dengan cowo lain. Tercatat dalam sejarah 2011 gue dalam kurun kurang dari 2 bulan, Februari-Maret, ada 3 cowo yang sempat dekat. Dari ketiganya ada satu yang sebenarnya mudah banget bisa jadi pengganti dia, perhatian, rajin telpon dan BBM, dan puncaknya merencanakan pernikahan dengan gue dalam 4 bulan ke depan. “Aku yakin sama pilihan Makcik” Katanya. Memang benar kata orang, jatuh cintalah ketika siap, bukan ketika sendiri. Gue sadar 3 cowo ini hanya gue jadiin pelampiasan dan cara move on gue. Dekat dengan mereka malah membuat gue sadar masih sayang sama dia. Gue ngga mau nyakitin dengan harapan palsu jadi gue putuskan melepas ketiganya satu persatu.

Lalu apa yang terjadi, gue kembali dekat sama dia. Satu gedung kantor membuat hubungan kami masih baik-baik saja memang. Dia masih sering mengajak gue sarapan bareng atau hanya menemaninya merokok. Tetap dekat dengan dia membuat gue kembali berharap tapi jauh dari dia merupakan suatu yang ngga mungkin juga. I had an addiction of being around him.

Prinsip gue saat itu adalah ‘let it flow’, biarlah berjalan begini adanya, yang penting tetap bersama. “Sampai kapan mi?” Beribu-ribu pertanyaan ini terlontar dari teman dan keluarga gue. Gue hanya terus berdoa sama Tuhan agar jawaban atas pertanyaan itu segera muncul di 2011, masih ada beberapa bulan lagi, gue optimis.

It scares me sometimes how time flies so fast and nothing changes.

Hari demi hari berganti, bulan demi bulan, lalu gue mulai takut, tak juga ada perubahan. Hati dia ngga juga terbuka untuk gue, dan gue tetap di sisinya sebagai sahabat baiknya. Pergi berdua dengannya, makan bersama, nonton film, dan banyak hal lainnya. You know what, the worst way of missing someone is sitting next to him knowing that you can never have him. Berkali-kali dia menegaskan hanya bisa berteman ternyata tidak membuat gue berhenti berharap dan terus berjuang. Satu persatu teman gue dan keluarga gue mulai mendukung. Mereka bisa melihat ketulusan dan usaha gue, serta betapa bahagianya gue ketika bersama dia. Bahkan batupun lama-kelamaan bisa bolong dijatuhi air hujan setiap hari, bukan?

Dan kedok pertemanan antara gue dan dia penuh lika-liku di tahun 2011, pertengkaran yang disebabkan tidak bisanya gue memisahkan cinta dan persahabatan. Delete BBM dan block Twitter juga pernah kami lewati. Berkali-kali dia push gue, gue selalu mengejar dia untuk memohon hanya sekedar berteman. Berkali-kali juga gue berusaha meninggalkannya tapi ada saja yang membuat kami kembali bersama. Kami mungkin sama-sama berlindung dibalik persahabatan, gue berharap hati dia akan terbuka sama gue dan dia ngga mau memutuskan persahabatan dengan sahabatnya ini.

Gue sadar berada di zona aman, masih bisa dekat dengannya karena dia belum bertemu dengan cewe lain. Dan ketika itu terjadi gue seperti ditampar oleh semesta yang menikung gue lagi. Ini merupakan titik dimana gue harus menerima bahwa mau seberjuang seperti apapun perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan. Teori batu yang bisa hancur karena hujan tidak belaku pada dia. Dan itu pedih sekali, Kakak. Entah sudah berapa banyak air mata ini berjatuhan sepanjang 2011. Sometimes I wish you could die a little each time when I cried. Gue ngga bisa terus-terusan begini, menunggu sesuatu yang gue tau ngga mungkin terjadi lalu melakukan perbuatan demi meyenangkannya di saat gue tau sudah ngga ada artinya lagi. Kali ini gue harus tegas, untuk melindungi hati gue sendiri gue memutuskan meninggalkannya. Being stranger is best for us.

Dan selama benar-benar menjauh dari dia, gue banyak belajar memahami semua hikmah dibalik kejadian ini dan kenyataan bahwa dia tidak mengerti maksud gue meninggalkannya. For every ‘get lost’ there is ‘please fight for me’. Dia malah membiarkan gue pergi dan gue sadar gue ngga berarti apa-apa baginya. Lalu buat apa lagi gue mempertahankan rasa sayang gue. Ya Tuhan, demi apa gue bisa-bisanya bertindak bodoh menyakiti diri gue sendiri sekian lama. Enough. It’s enough I let my self be colonialized by my love towards him.

Gue akhirnya tau, mengapa gue sulit move on. Karena ada beberapa pertanyaan yang belum juga terjawab, pertanyaan yang menghantui gue sepanjang tahun ini. Jika tidak berjodoh lalu mengapa dia malah berjarak dekat dengan gue? Kenapa gue ngga kaya orang lain yang bisa move on dengan mudah karena berjarak jauh? Tuhan tidak akan memberikan masalah kepada hambanya melampaui batas kemampuannya. Jadi, melewati hari-hari seumur hidup gue bekerja di satu atap dengan cinta gue yang bertepuk sebelah tangan ini apa ngga berat? Bagaimana gue bisa? Mengapa Tuhan begitu optimis gue bisa melewatinya? Mengapa dia ngga pernah berpikir bahwa gue adalah hadiah dari Tuhan dalam hidupnya dan mencintai gue adalah caranya berterimakasih pada Tuhan? Mengapa? Beberapa pertanyaan mungkin memang lebih baik dibiarkan tak terjawab.

Seakan ngga cukup dengan cobaan masalah percintaan gue, Tuhan memberikan ujian pada gue sebelum naik kelas. Seorang yang gue pikir teman baik hampir melecehkan gue. Merasa tersinggung gue ikuti permainan dia, buat dia penasaran sama gue, lalu gue adukan ulahnya pada keluarganya. Dia marah besar dan memaki gue habis-habisan. Apakah gue pantas dijadikan bulan-bulanan orang itu, disaat gue sedang berusaha membantu mencarikan pekerjaan untuknya? Penghinaan yang gue dapat membuat gue sempat down karena merasa apakah gue ngga layak dicintai? Sebegitu jijiknya kah para lelaki ini sama gue sampai tega menyakiti gue bertubi-tubi?

Namun perlahan tapi pasti, berkat doa yang tiada henti, gue bisa melihat sisi positif dari semua yang terjadi di 2011.

Tahun 2011 adalah salah satu tahun terbaik gue. Tahun dimana gue kehilangan hal-hal yang gue sayang. Tahun dimana gue sangat berusaha dan berkorban habis-habisan untuk mendapatkan cinta seseorang. Tahun dimana gue dibuat shocked atas lamaran cowo yang baru dekat dengan gue. Tahun dimana gue diberi ujian tentang arti persahabatan. Tahun dimana gue mendapat penghinaan sebagai wanita dari laki-laki yang…(ngga sampai hati gue menulisnya). Sekaligus tahun dimana gue menemukan arti hidup, titik bangkit gue dari kejatuhan, dan bertransforma menjadi cewe tangguh dan bijak.

Don’t count your tears, but count your blessings.

Banyak hal menyedihkan buat gue memang tapi jangan lupakan banyak juga hal menyenangkan yang terjadi di 2011 yang membuat gue ngga ada henti-hentinya bersyukur. Selain rekening tabungan yang menggendut dan berat badan yang menyusut, di 2011 ini banyak banget pengalaman traveling yang gue dapat dari dinas atau istilah gue holi-work-day. Gue bahkan akhirnya menginjak Medan dan pergi ke Danau Toba! Belum lagi bisa dua kali ke Jogja, Bali, Jambi, dan Balikpapan. Gue mengunjungi tempat wisata di kota tersebut tanpa mengeluarkan uang sendiri untuk transportasi dan akomodasi bukankah itu namanya keberuntungan? Puncak keberuntungan gue adalah bisa pergi ke Dubai. Moment itu gue manfaatkan untuk menghibur diri gue yang sedang sedih karena masalah percintaan gue yang ngga gitu beruntung.

Pengalaman hidup gue entah mengapa ingin sekali gue bagi dengan menulis. Tulisan gue pertama tentang catatan perjalanan di Dubai yang berbau curcol mendapat respon positif dari teman-teman. Tulisan gue menyentuh dan memotivasi kata teman-teman gue. Gue juga terlihat bersemangat dan ngga sedih lagi. Kemajuan hebat bukan. Dan berkah dari kegalauan gue adalah datangnya tawaran untuk membuat project buku bersama 3 penulis lain. Bukunya sendiri bertemakan traveling seperti yang pernah gue buat tentang Dubai. Tawaran yang ngga gue sia-siakan. Selama ini passion hidup gue adalah dia, penyemangat gue. Dan akhirnya gue mendapatkan penggantinya. Passion gue sekarang menulis.

Mungkin ini yang namanya ‘every season has a reason’. Dibalik jawaban ‘Tidak’ atas doa gue ternyata punya arti lain: di awal tahun gue berharap menemukan seseorang yang bisa gue cintai dan mencintai gue, dan gue menemukannya: Mia. Ya, diri gue sendiri.

*Sebuah pesan kepada sahabat*

Dear Friend, With Love…

Bertemu denganmu adalah takdirku, berteman adalah pilihanku, dan jatuh cinta padamu adalah diluar keterbatasanku. Aku tak pernah menyesal. A heart that hurts is a heart that works, at least i’ve tried. Cinta membuatku melakukan hal positif. Aku pernah ada disaat kamu sedih dan senang. Aku membantu kamu ke arah menuju sukses. Bahkan mungkin aku memberimu jalan bertemu jodohmu. Aku bangga karenanya. Kuharap kamu bangga juga padaku.

Sadarkah kamu kalau aku tidak pernah menyukai pisang? Aku membenci buah itu. Tidak masuk di akal kan? Sama seperti hatiku yang selalu sayang sama kamu meski berkali-kali menelan kekecewaan. Tapi belajar menyukai pisang sepertinya bukan hal sulit kan? Sama seperti belajar melupakanmu.

Kita mengenal cukup baik pasangan suami istri yang dimulai dari persahabatan. Mas Budi – Mba Luisa. Oppie – Prima. Apa yang mereka miliki, apa yang aku pikir bisa kita berdua miliki, aku menginginkannya. Tetapi semesta berkehendak lain.

Jangan mengkhawatirkanku, aku baik-baik saja dan jauh lebih bahagia sekarang tanpamu. Akan ada seseorang yang tidak menyia-nyiakanku, menyayangiku, dan berjuang untukku. Kamu tau teori keseimbangan alam semesta? Satu orang yang berjuang tidak akan pernah bisa menciptakan perasaan dan keyakinan yang kuat. Dua-duanya harus saling berusaha.

Belajarlah dari apa yang pernah kita alami bersama selama ini. Bukan bagaimana mengecewakannya aku bagimu yang sudah menghancurkan persahabatan kita, tapi bagaimana aku datang ke hidupmu dan merubah segalanya. Terima kasih ya kamu sudah menemani perjalananku di 2011 meski tak berkesan untukmu, namun masih spesial untukku karena nyatanya aku masih tersenyum mengingatnya. Semoga kamu juga menemukan kebahagianmu yang ngga terbebani lagi oleh kehadiranku di hidupmu.

Last but not least, mengutip kata-kata di salah satu film kesukaanku, In Her Shoes‘If you’re not going to wear them, don’t buy them. Leave them for someone who will get something out of them.’Jangan membuatnya jatuh jika kamu tidak berniat menangkapnya. Ingat ini dalam menjalani hubungan ke depannya dengan siapapun ya.

Just Friend

Kata sahabat gue Dendi, “if it’s not meant to be for you and him to be together, being friends is also not bad kan mi?” Bener Den, capek juga loh harus pura-pura ngga kenal pas ketemu di kantor, buang muka, dan menahan diri untuk senyum. Biasa aja kali. Hihi.

So bagaimana jika di 2011 doa lo ngga terkabulkan? Jangan putus asa, lanjutkan doanya di 2012. My hope floats in 2012, because there’s nothing more hopeful than a hopeless romantic woman, like me. 🙂

Another new year, another resolution. Lets wipe a tear and move on. #rhyme #welcome2012

Raise your glass and say cheers to a new day. 2011 is just the past, so lets kiss the past goodbye. #rhyme #welcome2012

Happy New Year 2012 Anyone.

Ramalan Bintang Taurus 2012

DISCLAIMER: Ramalan ini hanya berlaku untuk Taurus wanita lajang yang patah hati di 2011, berusia akhir 20an, bekerja di Pemerintahan, menyukai NKOTB, dan traveling.

Berikut ini adalah ramalan untuk bintang Taurus yang akan terjadi di 2012:

Karir
Kinerja Taurus yang sedikit terganggu di 2011 karena masalah pribadi cukup mengganggu konsentrasi kerja namun sudah dapat anda atasi di penghujung tahun. Hal ini membawa perubahan besar di 2012. Kinerja semakin meningkat membuat anda akan memberikan kontribusi lebih banyak dalam pencapaian target perusahaan. Belum ada promosi di 2012 namun akan ada apresiasi positif atas meningkatnya performa anda.
(Yaiyalah, 2012 kan masuk tahun ketiga gue di bpmigas which is emang aturan kenaikan golongan itu setelah tahun keempat, jelas tahun depan sih emang belum ada promosi huhu)

Keuangan
Diprediksi kondisi keuangan Taurus masih terus membaik mulai Mei sampai akhir tahun 2012. Meski demikian pengeluaran akan meningkat juga jika anda tidak dapat mengontrolnya. Kencangkan ikat pinggang dan mulai atur dengan baik keuangan anda, kurangi pengeluaran untuk sesuatu yang kurang penting.
(Bulan Mei kan ada kenaikan gaji jelas ada kenaikan kondisi keuangan dong hehe. Rencana liburan ke Lombok, nonton NKOTB, dan kursus skalian liburan ke Eropa akan menguras tabungan banget, so, kencangkan ikat pinggang!)

Kesehatan
Sakit yang anda alami di 2011 akan sembuh dengan pasti tahun 2012 dan justru Taurus akan semakin kuat dan berada pada titik dimana kondisi jauh lebih baik dari sebelumnya. Dietlah dengan sehat jika tidak ingin mengalami sakit yang sama dengan kondisi kesehatan di 2011.
(Sakit hati n kebanyakan makan hati cuma bikin gue semakin ‘stronger’ *siyul-siyul*)

Cinta
Semua akan indah pada waktunya, hanya jika anda mampu membuang hal-hal yang membuatnya tidak indah. Keputusan berani di akhir 2011 untuk meninggalkan masa lalu akan membuka lembar baru kisah percintaan anda. Tahun 2012 Taurus tidak lagi akan mengalami kesialan dalam percintaan, seseorang yang tepat akan datang memberikan kebahagian dalam hidup anda.
(Inisih emang beneran ngarep hehe)

Mari mengucap dengan suara yang keras: AMIIIIN

Posted with WordPress for BlackBerry.

Aku di Ekonomi, Kamu di Bisnis: Jarak yang memisahkan kita

Pernah ngga suatu waktu dalam hidup lo ketemu seseorang yang membuat lo menyesal, kenapa ngga gue dilahirkan lebih cepat sih?

Gue pernah.

Seseorang itu adalah orang yang gue panggil dengan kata sapaan, “Pak”. Seseorang ini mengingatkan gue akan angan-angan di masa remaja.

Apa ya kata yang tepat, hmm, gue sebenarnya punya impian suatu saat nanti punya suami yang rentang umurnya sampai 10 tahun di atas gue. Kalau cuma lebih tua setahun dua tahun kan sama aja masih sebaya. Lebih tua 5 tahunan juga nanggung, sekalian aja 10 tahun. Bener ngga? Ngga ya? Jadi apakah gue aja yang aneh?

Kalau melihat latar belakang keluarga gue sih harusnya jadi ngga aneh ya. Bokap gue itu 15 tahun lebih tua dari nyokap gue. Tuh lebih dahsyat kan, 15 tahun. Tapi gue juga ngga melihat apa kelebihan ‘yang beda lebih dari 10 tahun’ sama ‘yang beda kurang dari 10 tahun’ selain di muka dan uban.

Bukan pengalaman, bukan kedewasaan, bukan segi bijaknya yang membuat gue cenderung jadi lebih kagum sama pria yang usianya 10 tahun di atas gue. Bokap gue malah rada kekanakan sifatnya, jd jelas bukan sifat yang gue kagumi. Jadi apa?

Ketertarikan pada pria dewasa makin bertambah saat gue SMA gara-gara baca novel Danielle Steel. Novel dewasa pertama yang gue baca judulnya Kaleidoskop. Mengisahkan 3 kakak beradik yang hidup terpisah. Bukan kisah terpisahnya ketiga wanita tersebut yang kemudian bertemu kembali yang membuat gue tertarik, tapi ketiga wanita tersebut diceritakan memiliki pasangan yang berumur jauh lebih tua. Setelah Kaleidoskop gue jadi keranjingan baca karya Danielle Steel lainnya. Hampir semuanya menceritakan si wanita jatuh cinta pada pria yang berumur jauh di atasnya. Dan Danielle ini berhasil meracuni otak gue dengan anggapan pria tua itu seksi. Quote – unquote, ngga semuanya sih.

Film Holywood juga banyak memberikan gue harapan  bahwa pria tua-tua keladi main tua makin jadi itu nyata adanya. Siapa pria beruban terkseksi di dunia? George Clooney jawabnya. Ngga ketinggalan Al Pachino, Craig Daniel, Leonardo DiCaprio, dan masih banyak lagi pria-pria yang menua dengan sempurna.

Ajak gue jalan bareng dan gue akan lebih memperhatikan pria-pria dewasa tapi seksi ketimbang pria muda yang ganteng. Kalau melihat bocah kecil ganteng, mata gue akan otomatis mencari mana Bapaknya? Haha. Ada kekaguman tersendiri terhadap pria-pria tua yang mungkin tidak tampan, tapi guratan-guratan dan garis muka yang menegaskan kematangannya menjadi nilai plus buat gue.

Waktu kuliah bahkan gue pernah sangat mengagumi dosen gue, dia sih sebenarnya ngga terlalu tua pada saat itu ya, gue umur 20 tahun dan dia di usia gue sekarang ini, akhir 20. Namanya Anom, orang Bali, mengajar Teori Akuntansi Keuangan, salah satu mata kuliah membosankan di kampus gue. Tapi gue demen setiap Pak Anom ngajar. Ah gue masih ingat dulu gue stalking Friendster dia, hahaha iya masih jaman Friendster, geli ya.

Tapi ya seiring waktu gue menyadari ketertarikan pada pria tua seksi berubah dari obsesi menjadi hanya sekedar kagum. Bedakan sama naksir ya karena kenyataannya gue malah selalu jatuh cinta dengan yang sebaya. Dan sampai saat ini gue masih mengagumi sosok pria dewasa yang pembawaannya menenangkan, ucapannya meneduhkan, dan obrolannya ‘staring’-able banget. Gue senang berlama-lama ngobrol bersamanya, bahkan hanya mendengarkan cerita dia di masa muda, sesekali diselipi jokes yang bikin gue terkekeh, mengangguk-angguk dengan saran dan nasehat yang dia berikan, ah gue betah berlama-lama dengan pria dewasa ini.

Di selasa malam itu, mendekati penghujung tahun 2011, kami masih terus asik bercakap sambil melangkah memasuki Gate dan menuju pintu pesawat. Dan disitulah kami berpisah, dia duduk di kelas bisnis, dan gue duduk di ekonomi. Ternyata memang selain perbedaan umur yang jauh, ada perbedaan yang lebih menampar pipi untuk nyadarin ya. Jadi jelaskan siapa pria ini sehingga hanya boleh dikagumi saja 🙂

Before Sinetron Takes Over

Notes ini pernah dipublish di Facebook gue 16 Juni 2009

Tiba tiba nih gue lagi kangen banget sama tv series jadul yang dulu tayang di RCTI….pingin nonton lg…bagus-bagus, lucu, kreatif…

Untuk memuaskan hasrat gue akan serial TV jadul itu, hehe, gue browsing deh…and Yippiw!! Nemu banyak, termasuk yg judulnya udah pada lupa…Special Thanks to Steve, teman gue, yang udah bantu refresh ingatan gw…
Ini nih acara yg dulu gw rajin tonton:

1. Full House


Serial ‘Full House’ sangat populer dari 1987 hingga 1995. Saat pertama kali tampil di serial tersebut Mary-Kate dan Ashley Olsen baru berusia satu tahun. Ceritany ttg 3 pria dewasa yg tinggal ama anak2 cewe dr yg baby ampe remaja

 

 

2. Out of This World


Luv this film! Tentang Evie Garland yang bisa menghentikan waktu dengan menyatukan dua telunjuknya karena….ayahnya Troy adalah Alien dari planet Anterias. Jadi Evie adalah 1/2 manusia dan 1/2 alien. Dia punya 3 kekuatan. Menghentikan dan menjalankan waktu, dan bisa teleport. Troy ayahnya gak pernah keliatan sosoknya. Tapi Evie selalu berkomunikasi dengan ayahnya melalui Crystal cube…

3. My Secret Identity


Hwaa..gw dulu bela-belain jumat siang nungguin ni film sblum brangkat Pramuka…gw excited bgt klo liat Jerry O’Connel terbang dengan semprotannya diiringi theme songnya yg OK bangeeet…duuuh kangen banget mo liat lg..

 

4. Airwolf

Hawk….helicopternya Airwolf,adalah helicopter keren yang secanggih pesawat Jet. Gw masih inget banget ama theme songnya Airwolf…Khas Banget

 

 

5. McGyver


Sumpah ni film ngetop bgt. Angus MacGyver is a Genius !!! Semua barang bisaaaaa banget diolah menjadi alat-alat yang berguna. dulu klo ada orang2 yg jago ngotak ngatik barang suka dijulukin Mcgyver hehe

 

6. Doogie Howser M.D


Dokter pintar yang baru berusia 14 tahun.Di tiap akhir film dia curhat gitu di komputernya.. Si bocah ini nih yang gedenya jadi si Barney di How I Met Your Mother. Sayangnya Neil Patrick Harris itu gay, padahal gue sukak banget huhu.

 

 

7. Small Wonder

Seorang ayah menciptakan robot anak perempuan bernama Vickie . Mereka sekeluarga merahasiakan kalau Vickie adalah robot dan berpura pura kalau Vickie adalah anak perempuan mereka. Vickie nya lucu..

 

 

8. Baverly Hills 90210

Sebenernya ga boleh nih serial ditonton ama anak di bawah umur…tp gw suka bgt,,,,konfliknya seru sampe ikut kebawa jg emosi gw hoho

 

 

9. 21 JumpStreet

Mulai dr film ini gw jd jatuh cinta ama Johnny Dept…kyanya ceritanya ttg polisi2 gt deh…lupa, pokonya Dept keren abizzzz disini…msh muda..

 

 

10. Moonlighting


Ini serial Brus Willis & Cybill Shepherd waktu msh pd cupu. Seinget gw ceritanya mereka rekan kerja…tp sebenernya sama2 suka…gt deh..lupa lupa inget…yg jelas lucu gt nih film…siang menjelang sore diputernya,,so sebelum bobo siang nonton itu dulu

 

 

11. Tour of Duty

Tentang tentara US yg perang d Vietnam…gw sih cuma nemenin bokap aj nonton nih film…abis Sersan n Letnannya ganteng siiih…. 😉

 

 

 

 

12. A Team

Yg ini jg theme song-nya khas bgt…ceritanya slalu ok d tiap episode n adegan favorit gw Mr.T yg menakutkan hrs dibius dulu klo naik pesawat coz takut terbang..

 

 

 

 

13. Knight Rider


Mobil Kit yg canggih ini dulu jg salah satu yg gw tunggu2…slalu kagum deh kyanya dulu n berandai andai punya mobil secanggih ini jg one day..

 

 

 

14. Incredible Hulk


Ini nih Hulk asli, ga kya filmnya yg cuma efek kompi. Seru aj gw nontonnya, paling gw tunggu tuh klo ud emosi berubah jd Hulk

15. The Flash

Gw jg demen nih nonton si Manusia Cepat…tp kyanya cuma bentar penayangannya di TV

 

 

16. Friday the 13th

Biarpun slalu takut nonton nih film, slalu nutup mata sebelah,,,,tp gw pasti menanti tiap kamis malem…gw suka bgt ama gambar kaca dgn tulisan Friday the 13thnya….

 

 

17. Star Trek


Paling suka ama kostum2nya, musiknya, pesawat yg keren….padahal ga ngerti ceritanya hehehe…

 

 

18. Miami Vice

Ga ngerti jg sih ama film ini, yg jelas favoritnya bonyok gw, n krn si Sony ganteng bgt…gw nonton jg deeeeh haha

 

 

 

 

19. Mission Impossible

Gw cuma suka intro awalnya aj pas theme song diputer dimulai dengan korek api disulut trus apinya ngerambat gt…sama alat rekam yg meledak klo ud selesai didenger infonya…5..4..3..2..1..

 

 

 

20. Growing Paints

Cerita tentang pasangan Seaver dan anak-anaknya…ada Leo…lucu…..

 

 

 

 

21. Wonder Woman


Sapa sih yg ga suka ama nih serial…OK banget…Girl power!!

 

 

 

 

22. The Six Million Dollar Man

Tentang ex astronot bernama Steve Austin yang mengalami kecelakaan. sesudah dioperasi,ternyata dia menjadi berbeda dari sebelumnya.operasi yang menghabiskan (sesuai judul) 6 Juta dollar memberi dia tangan kanan,kedua kaki,dan mata kiri bionik yang menambahkan kecepatan,kekuatan dan jarak pandang yang jauh lebih baik dari manusia biasa. dia bisa berlari mencapai 60 mil per jam hohohohohoho. dia menggunakan kekuatannya untuk bekerja sebagai agen rahasia. Gaya lari slow motionnya dulu ngetrend bangeeet

23. Little House on the Prairie


Ini di TVRI kyanya, film jebot bgt diputer pagi..klo ga salah…filmnya sedih..ttg keluarga gt…trus kn Michael London yg jd bokapnya ganteng bgt,,,heuheu

 

 

 

Kesimpulan: Biarpun SD, tontonan gw dewasa jg ye,,,hehe…trus, gw jg udah suka nonton film yg pemerannya ganteng…:p

Half Life

Notes ini pernah dipublish di Facebook guetanggal 22 Februari 2011

Di Balikpapan, sore hari, sejam lbh cepat dr Jkt

Lagi kerja di kamar hotel sambil dengerin lagu, buka playlist lama, ga sengaja trus diputer Half Life-nya Duncan Sheik. Udah lamaa bgt ga dengerin lagu ini. Pertama kali dengerin lagu ini dikasi seorang temen yg dulu sempet deket. Dia suka sama lagu ini karena cocok didenger kalau lg sedih. Lagunya enak didenger tp liriknya aga berat sih, ga gt nangkep gw. Gw tanya ke temen gw itu, maksud lagu ini apa? Kata dia liriknya cocok sama hidup dia saat itu, kaya ada yang kurang tp apa, kaya setengah2 jalanin hidup. Saat itu temen gw itu memang lg down, banyak masalah menimpanya, ditinggal resign teman2nya, kerjaan yang bikin stres. Entah kenapa tp gw ngerasa lagu ini justru yg buat gw ikut merasakan kesedihannya dan lama2 jd deket sama dia. Gw ikut sedih liat dia sedih, gw slalu coba menghibur dia sebisa gw. Dan gw bole berbangga hati, gw slalu berhasil hibur dia. Bahkan ditengah2 moodnya yg lg jelek, gw bs buat dia lupa klo lg bete, gw bs menggelitik tawanya….haha. Sejak itu, kita jadi sahabat, saling sharing baik saat sedih atau seneng. Lagu Half life pun sudah jarang gw denger lagi…

Tapi keadaan berubah. Sesuatu telah merubah semuanya. Dia yg sudah berhasil melewati saat-saat sulit hidupnya tak lagi membutuhkan gw. Mungkin dia udah lupa sama lagu ini yang dulu sering kami dengerin berdua, juga lupa klo dulu pernah ada gw yg nemenin dia di saat dia butuh seseorang…

Dan saat ini, gw ada di posisi dia, breaking down, dan ga ada dia di samping gw lg. Gw sendiri di sini sedih atas semua kenangan yg pernah ada, bukan karena menyakitkan, tp karena tau kenangan itu gak akan pernah terjadi lagi. Hanya tersisa lagu ini yg gw denger, menemani kesedihan gw…

Nyesel? Ngga jg, krn dulu hal itu yg paling gw inginkan, cm kadang klo bole mutar waktu kembali, gw pingin balik ke masa itu, kenapa justru jauhnya jarak malah membuat kami dekat.. Tapi gw sadar, banyak pelajaran berharga dari semua ini. Tuhan pasti punya rencana lain buat gw. Suatu saat mungkin gw akan berterima kasih atas kesedihan gw sekarang. Dan gw jg makasih bgt atas persahabatan yg pernah terjalin, meski berakhir menyakitkan, dan gw sangat menyayangkan keadaan kami sekarang. Jauh di lubuk hati gw berharap, dia masih inget gw, gw yg pernah menyentuh hidupnya, seperti dia yg sudah menyentuh hidup gw, dan gw ga akan pernah sama lagi…

I’m awake in the afternoon
I fell asleep in the living room
and it’s one of those moments
when everything is so clear

before the truth goes back into hiding
I want to decide ’cause it’s worth deciding
to work on finding something more than this fear

It takes so much out of me to pretend
tell me now, tell me how to make amends

maybe, I need to see the daylight
to leave behind this half-life
don’t you see I’m breaking down

lately, something here don’t feel right
this is just a half-life
is there really no escape?
no escape from time
of any kind

I keep trying to understand
this thing and that thing, my fellow man
I guess I’ll let you know
when i figure it out

but I don’t mind a few mysteries
they can stay that way it’s fine by me
and you are another mystery i am missing

It takes so much out of me to pretend

maybe, I need to see the daylight
to leave behind this half-life
don’t you see I’m breaking down

Lately, something here don’t feel right
this is just a half-life
is there really no escape?
no escape from time
of any kind

come on lets fall in love
come on lets fall in love
come on lets fall in love
again……