Kebetulan Suratan

Kamu percaya kebetulan?

Gue engga. Ngga ada yang kebetulan di dunia ini. Dan semua kebetulan ngga sengaja, gue percaya adalah rencana Tuhan yang disengaja.

Tapi pernah ngga sih bertanya-tanya, kenapa harus ada kebetulan? Sesungguhnya ada apa di balik kebetulan? Ada pesan apa yang dikirim Tuhan melalui kebetulan?

Kalau gue sering kali dalam hati bertanya, “is it a sign?”

Life is not merely a series of meaningless accidents or coincidences. But rather, its a tapestry of events that culminate in an exquisite, sublime plan. – Serendipity the movie (2001)

Serendipity adalah salah satu bentuk kebetulan. Tepatnya kebetulan yang menyenangkan. Sesuatu yang tidak terduga terjadi justru membawa pada jodoh kita.

Serendipity. Look for something, find something else, and realize that what you’ve found is more suited to your needs than what you thought you were looking for. – Lawrence Block

Nah itu kan ‘kebetulan’ menyenangkan. Gimana dengan yang tidak menyenangkan? Awalnya kita pikir suatu kebetulan yang bisa saja menyenangkan, tapi nyatanya engga.

Enaknya kita sebut apa ya? Not-a-serendipity-but-what-a-pity! atau bahasa gaulnya, “kasiaaaan deh lo!” Heheh.

Baru kemarin ini, gue mendengarkan percakapan dua sahabat gue.

“Eh baru sadar, kita sama-sama lahir tanggal 24. Lo Januari, gue Februari. Lo Aquarius, gue Pisces. Ikan kan emang hidupnya hanya bisa di air. Kebetulan banget ya? Pertanda apa ya?”

Bisa jadi, bukan pertanda apa-apa. Dan itu tidak menyenangkan sama sekali kawan.

Berikut pengalaman-pengalaman gue tentang ‘not-a-serendipity-but-what-a-pity’.

Lebih dari 10 tahun yang lalu, gue juga pernah merasakan ‘is-it-a-sign moment’, mirip pertanyaan sahabat gue tadi.

Tanggal lahir gue adalah 3 Mei 1984. Gue bertemu dengan seseorang yang bertanggal lahir 5 Maret 1984. Terus kenapa? Sekilas ngga ada yang aneh kan? Coba lebih perhatikan lagi deh.

5 Maret 1984 (050384) dan 3 Mei 1984 (030584) adalah angka-angka yang hanya dibalik aja kan? Maksa ya? Hahaha. Biarin. Orang kalau lagi jatuh cinta kan memang suka maksa. Sukak-sukak gue.

Tapi kepercayaan kalau barangkali itu bisa saja suatu pertanda, berlangsung bertahun-tahun loh. Gue masih mikir, ngga mungkin cuma kebetulan. Bisa aja kami berdua jodoh! Bukan jodoh yang ada malah bodoh! It doesnt mean anything!

Lalu bagaimana kamu menjelaskan peristiwa ini.

Gue punya adik kembar, cowo-cewe, tapi meninggal saat lahir. Gue juga punya Om favorit di antara Om gue yang lain, mereka kembar. Intinya, ada darah kembar di keluarga gue. Dan itu mendoktrin gue pingin punya anak kembar, enak banget sekali lahir dua. Nyokap gue bilang, biar kemungkinan punya anak kembar gede, cari suami kembar. Si empunya tanggal lahir kebalikan gue itu kembar loh. Tapi kami toh ngga berjodoh.

Selang beberapa tahun gue bertemu lagi dengan cowo kembar.

Gue tanya lagi ya, how can you explain about that?

Si kembar yang kedua, fyi, orang yang masih jadi inspirasi di balik tulisan-tulisan di blog ini. Hehe.

Berikutnya tentang mimpi.

Pernah ngga di antara kamu yang memimpikan seseorang terlalu sering. Mulai dari berkenalan, dekat, ada hubungan spesial, sampai kembali berteman biasa. Mulai dari belum ada perasaan apa-apa sampai menjadi ada apa-apa.

Jauh sebelum gue tau dia kembar, dan hanya selang beberapa minggu dari perkenalan kami. Gue memimpikan dia, siang bolong. Gue masih ingat mimpinya. Yang jelas saat itu gue terbangun dengan shocked dan mengumpat, “Issshhh kok dia bisa ada di mimpi gue????”

Lalu takdir mendekatkan kami. Ibarat garis, garis hidup kami suatu waktu pernah saling bersinggungan.

Gue percaya bisa jatuh cinta sama dia itu juga sudah di atur sama Tuhan. Lagi-lagi Tuhan menganugerahi cinta di hati gue pada manusia yang terlahir kembar.

Dan bagaimana takdir tidak hanya pernah mendekatkan hati kami, tetapi juga jarak kami.

Gue dan dia bertemu waktu gue ngaudit kantor tempat dia bekerja dulu. Lalu gue resign pindah ke kantor gue sekarang. Industri kami saja sudah berbeda banget. Ngga pernah sedikitpun gue ngebayangin kami bekerja di industri yang sama, atau satu gedung kantor. Ngga mungkin.

Tapi ngga ada yang ngga mungkin di dunia ini kan?

Nyatanya dia dapat pekerjaan di industri yang sama dengan gue bekerja. Dan lagi-lagi bagaimana kamu menjelaskan, ternyata kantor gue mendadak pindah ke gedung yang sama dengan gedung dia bekerja. Tanggal gue menempati gedung itu sama dengan tanggal hari pertama dia bekerja, 24 Januari 2011.

Tunggu, tanggal yang sama dengan yang sahabat gue omongin kemarin. Jangan-jangan…hehhe abaikan ya….. Back to topic.

Semua kebetulan yang mempertemukan dan mendekatkan gue sama dia awalnya gue pikir akan berakhir seperti di Film. Happy ending. Nyaris saja impian gue tercapai, tapi ternyata engga.

Garis yang pernah bersinggungan itu kini berada pada jalurnya masing-masing.

Kebetulan yang berahir tidak menyenangkan bukan? What a pity!

Dan manusiawi dong jika gue bertanya-tanya, jadi maksud semua pertanda itu apa? Alasan gue ketemu dia, hanya untuk membantunya lebih sukses dan mempertemukan dia dengan jodohnya kah? Pedih 😦

Suatu ketika, pagi jam berangkat kerja gue terjebak macet di kolong flyover Kuningan. Gue di dalam taksi seperti biasa sibuk dengan BB gue. Dan begitu gue melihat ke depan, motor-motor banyak seliweran, kebetulan salah satu yang melintas adalah dia. Gue bisa yakin cukup dari jaket merah khasnya. Dan memang benar dia, kami bertemu di depan lift 15 menit sesudahnya. Kebetulan yang aneh bukan?

Dan bagaimana satu lagu menjadi lagu menyenangkan sekaligus menyedihkan buat gue, Forever Tonight by Peter Cetera yang kami dengarkan saat awal-awal, ehm asmara kami. Setahun kemudian, saat kami memutuskan untuk saling menjauh, di Planet Hollywood, lagu yang dinyanyikan live band saat itu adalah Forever Tonight! (Cerita ini juga pernah disinggung di The Hopeless Romantic Traveler Track 3)

Siapa yang tidak pernah suka lagu Grow Old With You-nya Adam Sandler? Popular tahun 1998 lewat film The Wedding Singer. Termasuk gue yang suka banget. Sampe dulu sempet ngapalin. Sekitar tahun 2007, gue masih bersama orang lain, gue berharap banget ada cowok yang juga suka lagu ini dan akan nyanyiin ini lagu buat gue. Gue sampe kirimin lagu dan liriknya ke cowo yang saat itu dekat dengan gue. Tapi yang bersangkutan ngga gitu suka sama lagunya. Bete.

4 tahun setelah itu, di rumahnya, dia memutarkan lagu Grow Old With You dari BB-nya. Dia bilang suka banget sama lagu itu. Gue diam saja saat itu, tapi tersenyum dalam hati. Dan beberapa bulan setelah kejadian di rumahnya, akhirnya gue tau, lagu kesukaannya itu ditujukan untuk wanita lain.

Banyak sekali kebetulan dan tanda-tanda yang gue alami di bab hidup gue sama dia.

Tanda-tanda yang menjadi tanda tanya (?).

Seminggu yang lalu, gue nonton film Thailand 30 + SOS (Single On Sale). Ngga tau kenapa buat gue film Thailand meski dikemas komedi super lucu, tetap saja meaningful.

Singkatnya begini. Si wanita bertemu seseorang, berteman, dan bersandiwara menjadi sepasang kekasih. Tujuannya hanya jadi pemancing, siapa tau malah membawa si wanita pada jodoh yang diinginkan. Yang cakep, kaya, pokoknya idaman semua wanita.

Dan pancingannya berhasil. Si wanita bertemu dengan seseorang yang diinginkannya. Seseorang yang menjadi at the top of her list. Dia bahkan yakin, maybe he’s the one.

Lalu gimana nasib teman prianya itu. Peran dia hanya sebagai penghubungkah? (Sama dengan gue dong)

Si wanita diajak pergi dengan pacar barunya yang ‘dia pikir membuat dia bahagia itu’. Ke Kutub untuk proyek fotografi. Seneng dong, dia langsung oke. Dan hal pertama yang dia ingin bawa ke kutub adalah pena yang tintanya tahan beku, sehingga bisa dipakai di sana.

Ceritanya itu pena cuma satu-satunya di Thailand. Dia cari-cari ngga ketemu. Ternyata sudah dibeli pacarnya untuk hadiah. ‘Satu-satunya pena yang dapat dipakai di kutub untuk wanita yang sangat spesial’. Begitu ucapannya. Mana ada wanita ngga kelepek-kelepek?

Dan menjelang keberangkatan, si wanita disadarkan oleh sebuah hadiah pemberian teman prianya, si penghubung jodohnya itu.

Sebuah pensil. Dengan ucapan, ‘Bisa juga untuk menulis di kutub’.

Astaga, saya sibuk mencari-cari pena tanpa pernah berpikir bahwa masih ada pensil yang bisa juga digunakan. Pikir si wanita.

Selama ini kita terlalu sibuk mencari sesuatu yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Mencari-cari kebahagiaan tanpa pernah sadar, mungkin saja kebahagiaan sejati justru sudah sejak lama menunggu kita. Kebahagian yang datang dari sesuatu yang ngga kita harapkan.

Si wanita mengharapkan kebahagiannya di dapat dari pria impiannya yang tampan dan kaya. Tapi justu kebahagiaan yang sebenarnya di dapat dari teman prianya, yang semula dia anggap sebagai penghubung.

Tapi itu hanya di film kan. Kebetulan tak terduga yang berakhir menyenangkan. Faktanya, si penghubung kerap kali dilupakan. Seperti gue.

Dan daripada terus-terusan questioning life dengan Is it a sign?, What’s the reason behind this?, atau What if?. Bagaimana jika keep the faith. Percaya dan yakin semua sudah takdir Tuhan.

Mungkin memang kebetulan, tapi itu sudah menjadi suratan hidup gue 🙂

Beberapa pertanyaan sebaiknya memang dibiarkan tak terjawab. Hidup akan jadi lebih simple kalau ngga usah ada tanda-tanda.

Kembali mengutip dari film Serendipity:

“Maybe the absence of signs is really a sign”.

Advertisements

11 thoughts on “Kebetulan Suratan

  1. gue suka dengan semua tulisanmu…enak dan mudah dimengerti……banyak persamaan cerita…hanya saya ga bisa menuangkannya dalam kata kata……

    Like

  2. Kata sapa kak penghubung selalu dilupakan? Laki gw contohnya. Abis baca tulisan kakak, gw baru sadar, gw dulu sempet ngejadiin laki gw semacam penghubung gw ama jodoh* gw. Gw terlalu sibuk nyari the right one sampe buta kalo the right one itu uda ada di depan idung gw, di idup gw. Cuma gw ga ngeh. Dan inilah kami sekarang. Hahahaha.

    Sapa tau juga ternyata si lelaki kembar itu cuma penghubung kak miauw ama jodoh* kakak. Semangaaatttt \(ˇ▽ˇ)/

    Like

  3. Kata sapa kak penghubung selalu dilupakan? Laki gw contohnya. Abis baca tulisan kakak, gw baru sadar, gw dulu sempet ngejadiin laki gw semacam penghubung gw ama jodoh* gw. Gw terlalu sibuk nyari the right one sampe buta kalo the right one itu uda ada di depan idung gw, di idup gw. Cuma gw ga ngeh. Dan inilah kami sekarang. Hahahaha.

    Sapa tau juga ternyata si lelaki kembar itu cuma penghubung kak miauw ama jodoh* kakak. Semangaaatttt \(ˇ▽ˇ)/

    Like

  4. Sempet liat cuplikan film thailand itu d taxi blue bird,,, eeHhhmm jd pengen nonton,,,,,, heemmm….. Ga bosan baca berulang2,,, hihihiihi… Bukunya kpn aunty???

    Like

  5. I was like you, Mi. Read some signs here, there, and everywhere. And today, I can’t even remember when did I start to not read any signs, at all. But I’m pretty sure I last did it at high school. Yahh, kind of teenager. 😛

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s